
"Teo salah kali buk, Dera gak sama siapa-siapa kok buk. Kemana Ayah kok gak ada ?", pertanyaan Dera yang mengalihkan perhatian Ibuk Dera yang seperti memikirkan sesuatu.
"Ayah, baru mandi bentar lagi juga datang, Oya kok kamu jam segini udah di kamar sepertinya nak?
Emang gak kerja apa Dera?". Dera di brondong pertanyaan dari Ibuknya karena Ibuknya selalu tak bisa untuk di bohongi apalagi masalah sekecil apapun.
"Kan kalau Jum'at kantor Dera hanya setengah hari kerja buk". Dera berbohong pada Ibuknya dan berharap beliau akan percaya. Tapi bukan Ibuk Dera jika ia tak tahu anaknya sedang membohonginya.
"Terus kenapa kamar kamu bagus sekali sayang?
Apakah tak mahal nyari kos di sana dengan fasilitas seperti itu". Karena terlihat ranjang yang mewah di belakang Dera.
"Oh ini mes buk jadi ya gak begitu ngeluarin uang banyak, ya udah ya buk Dera mau mandi dulu", ucapnya yang berpamitan dengan Ibuknya tadi.
Setelah takut pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Ibuknya Dera menyudahi panggilan itu dan langsung mengembalikan ponselnya ke mas Aran. Ia masih takut jika Ibuknya akan memikirkan hal itu nantinya. Tapi bukan ikatan batin antara anak dan ibuk jika ini tak terjadi. Karena tentang Ibuknya pun memikirkan tentang apa yang terjadi pada anaknya. Kenapa kerja belum ada satu minggu ia sudah bisa mengirimkan uang begitu banyak dan terlihat berada di kamar yang ia tempati tadi terlihat jelas jika itu kamar tak sembarangan." Apakah pekerjaan anakku di sana". Terbesit pikiran yang tak baik pada Dera dari ibunya sendiri apalagi Teo tadi sempat bilang jika ia melihat laki-laki bersama Ibuknya. Ya Tuhan lindungilah anakku jangan buat ia mencari pekerjaan yang instan di kota orang, Tuhan. Doa seorang Ibuk yang menginginkan anaknya dalam lindungan yang lurus tak melanggar agama.
Pak Toso yang baru saja tiba sehabis mandi langsung mendekati istrinya yang termenung di kursi ruang tamu. Seperti seseorang yang sedang sedih tapi bukan menangis.
"Ada apa buk?. Masih sore kaya gini udah bengong aja". Sambil ikut duduk pak Toso menanyakan hal yang membuat istrinya sedang terdiam.
__ADS_1
"Pak, tadi Dera telfon tapi kok Ibuk penasaran sama pekerjaan anak kita ya pak. Teo tadi sempat bilang jika tadi Dera telfon dekat dengan laki-laki dan dari penglihatan saya kamar Dera sangat mewah pak dan itu bukan tempat kos yang murah pastinya". Bu Rini menceritakan apa yang sudah dia pikirkan itu pada suaminya.
"Udah buk kita berdoa aja moga anak kita tak seperti itu. Dan kita harus berfikir positifnya aja". Kata pak Toso meyakinkan istrinya walaupun beliau sendiri juga malah ikut berfikir.
"Iya pak semoga begitu, ya udah Ibuk mau mandi in Teo dulu pak takut kemalaman nanti dia sakit".
Akhirnya pak Toso dan ibuk Rini sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dan tak ingin memikirkan hal itu lagi. Berharap anaknya baik-baik saja di sana.
*****
Berbeda dengan Aran dan Dera yang masih di kamar tadi langsung memikirkan seperti apa Aran akan bisa masuk ke keluarganya Dera. Pasti kedua orang tua Dera jika tahu akan membuatnya kecewa karena telah memperlakukan anaknya seperti ini yang mana bukan nikah negara malah nikah sirih. Tapi ia juga belum bisa menjalani pernikahan yang sah karena masih begitu banyak pertimbangan. Hanya ini yang bisa ia lakukan untuk mengikat Dera untuk itu ia akan berusaha bisa membuat Dera menaruh hatinya dulu baru ia akan berusaha mendekati orang tua.
"Mas, pasti sulit untuk itu apalagi Ibuk juga melihat sendiri aku disini seperti ini. Pasti Ibuk kira aku kerja jadi wanita penghibur". tangisan Dera pecah karena ia berfikir seperti itu yang saat ini ibuknya pikirkan.
"lho kok kamu bisa berfikiran seperti itu Dera. Apa kamu kira kamu wanita penghibur ku saja. Karena hanya aku yang merasa terhibur atas ini semua. Tidak Dera bukan itu kamu adalah istriku yang akan melahirkan beberapa anak-anak kita nantinya. Jadi jangan berbicara seperti itu lagi ya".
"Apa mas melahirkan?" pertanyaan Dera yang ingin Aran mengulangi perkataannya tadi.
"Iya sebentar lagi aku pastikan ada anak yang akan mengikat kita Dera. Dan kamu tak akan bisa tinggalkan aku lagi". Aran mengucapkan hal itu sambil mengusap perut rata istrinya.
__ADS_1
"Aku belum mau punya anak mas Aran, aku masih ini membahagiakan keluargaku. Terus mas tadi bilang apa, ninggalin mas lagi?
Emang aku pernah ninggalin mas sebelumnya", tanya Dera yang melihat ke arah Aran untuk meminta penjelasannya.
"Ma... maksud mas ninggalin karena kamu ingin pergi nyari kos dan kerja lain kan waktu itu. Aku gak ijin kan kamu pergi dari rumah ini tanpa aku Dera. Aku janji kemanapun aku pergi kamu harus ikut dan kemanapun kamu pergi aku juga harus ikut. Ya udah mas mau ambil laptop dan kamu disini aja jangan pergi".
Hari ini benar jika Aran dan Dera tak pergi dari rumah sama sekali. Apalagi jika Dera yang akan meninggalkan Aran sebentar saja pasti Aran tak mau. Seperti anak kecil yang menginginkan di jaga dari Ibuknya maka Dera mengiyakan sekaligus ia bisa sedikit istirahat. Karena selama Aran mengerjakan pekerjaannya dengan laptop tadi Dera hanya bisa terdiam dan tiduran saja.
Untuk urusan makan malah Aran tak menginginkan Dera lelah dan memasak sendiri. Aran akan memesan makanan saja dari luar biar istrinya tak terlalu repot nantinya.
Andai Dera dengan suaminya yang dahulu seperti itu, diperlukan seperti seorang putri pasti kehidupannya tak akan pernah mengalami trauma seperti ini. Dan mungkin jika ia tak menemukan mas Aran di tempat nasi Padang malam itu mungkin ia akan lontang lantung masih mencari pekerjaan. Entah mendapat bos baik atau malah jahat nantinya. Jalan hidup yang sebelumnya Dera belum ketahui sama sekali akan seperti apa.
Walaupun seperti ini Dera tetap belum bisa menerima Aran di dalam lubuk hatinya yang terdalam. Karena ia takut akan terjatuh untuk yang kedua kalinya. Karena Dera belum tahu Aran dari faktor keluarga dan yang lainnya. Hingga Dera mendapatkan apa yang ia inginkan maka dia akan mengenalkan Aran pada keluarganya di kampung.
****
Terimakasih atas dukungannya kakak semua. Tap ❤️ sebanyak-banyaknya karena akan ada cerita yang lebih panjang jika semakin banyak kakak semua like. Mungkin ceritanya juga belum seru tapi aku tahu keseruan kita lebih unggul dari semuanya.
Ada kata yang salah saya minta maaf ya kakak. Dan ini hanya cerita imajinasi bukan dari kenyataan. Jadi ya kita bacanya sambil membayangkan bagaimana Dera dan Aran saja. Yang penting Dera wanita yang cantik dan untuk Aran adalah laki-laki yang begitu tampan sekali.
__ADS_1