
Karena keluarga itu menghabiskan waktu malam mereka untuk bercerita dan saling mengenal tak terasa sudah pukul 04.30 dimana mereka merasa kantuk yang sangat berat. Antara mau lanjut cerita atau mau istirahat akhirnya Teo yang masih di pangkuan sang Ayah mengajak Aran dan Ibuknya untuk tidur kembali. Karena Aran yang canggung akhirnya ia melihat ke arah pak Toso dan ibuk Rini untuk meminta persetujuan agar ia juga ikut istirahat.
Pak Toso yang tahu ke inginan dari cucunya itu menganggukkan kepalanya tanda setuju. Bayangkan Teo yang sudah usia 3 tahun ia tak pernah merasakan di sayang oleh sosok seorang Ayah. Setelah mendapatkan izin dari pak Toso, Aran langsung mengendong Teo pergi ke kamarnya yang di tunjukkan oleh Dera. Ya pada akhirnya mereka bertiga satu kamar. Aran yang juga menginginkan seperti ini begitu bahagia pada akhirnya ia bisa di terima oleh Teo dengan mudahnya. Dan untuk Dera sudah tak begitu memikirkan tentang penolakan pada sang ayah. Toh sepertinya mas Arannya itu dapat restu juga.
Aran yang langsung tidur di sebelah Teo langsung mengajak sang anak untuk langsung istirahat. Ia tak mau jika Teo nantinya sakit karena kurang tidur. Dalam hitungan beberapa menit akhirnya Teo dengan mudahnya langsung terlelap. Dera juga tak Aran lihat dia sudah ikut terpejam bersama dengan sang buah hati. Tak mau menganggu Teo dan Dera akhirnya Aran mencium kening keduanya dan keluar kamar itu. Ia ingin mencari apa yang akan ia berikan pada sang istri nantinya jika ijab Kabul dilakukan. Tanpa persiapan ia yang tadinya hanya ingin meminta restu malah di suruh nikah cepat. Pas ia ingin mencari pintu utama untuk keluar ia tak sengaja melihat pak Toso termenung di ruangan pojok rumah. Karena pak Toso hanya sendiri maka ia beranikan diri untuk mendekati.
" Pak, apakah saya boleh masuk", sapa Aran lembut. Ia ingin berbicara sebagai laki-laki di depan sosok laki-laki tua itu. Ia ingin tahu sebenarnya apa yang sudah laki-laki tua itu pikirkan. Ia ingin tahu sebenarnya restu itu murni untuknya atau keterpaksaan saja.
" Oh, nak Aran. Silahkan masuk nak. Kok belum tidur ini udah hampir subuh lho nak?", tanya pak Toso balik.
Akhirnya Aran duduk di depan calon mertuanya itu. Dia tak memperlihatkan rasa kantuknya sama sekali. Begitupun pak Toso yang tak terlihat merasa kantuk sama sekali.
__ADS_1
" Saya belum bisa tidur pak. Oya apakah saya sudah membuat pak Toso banyak pikiran?. Saya tahu jika saya lancang pak, tapi saya hanya ingin menanyakan hal itu pada bapak. Apalagi saya akan jadi bagian keluarga bapak nantinya", pertanyaan Aran yang langsung dilihat oleh pak Toso.
" Apakah kamu merasa jika aku memikirkan mu?. Aku hanya memikirkan apakah aku masih pantas jika dianggap adik oleh kakak angkatku dulu nak. Apa yang sudah kita janjikan dulu tak bisa aku lakukan. Apalagi saat ini Dera sudah akan menikah denganmu", tanpa terasa pak Toso mengutarakan apa yang ia pikirkan. Merasa bersalah telah mengkhianati perjanjiannya dulu mungkin. Aran juga tak tahu maksud dari itu semua.
" Pak ikhlaskan Dera hidup dengan ku pak. Aku ingin Dera bahagia dan bapak serta Ibuk juga bahagia. Teo yang sudah jadi anakku juga biar bisa aku bahagiakan pak. Setelah kami menikah bapak dan ibuk mari ikut kami dulu biar Teo bisa lebih terbiasa dengan saya pak. Aku tak akan mengecewakanmu bapak", janji Aran pada laki-laki tua itu.
"Tapi nak akankah kamu bisa saya percayai, aku belum bisa melepaskan Dera begitu saja. Aku ingin Dera bahagia nak Aran".
" Gak aku gak akan minta sekarang. Yang penting kamu membahagiakan saja dia, nanti yang lainnya juga ikut bahagia. Oya apakah aku boleh tahu siapa nama kamu dan apa tentang kamu nak", tanya pak Toso.
Pagi ini Aran menceritakan tentang latar belakangnya dan namanya tapi entah ia tak memberitahukan siapa nama panjangnya. Dera saja juga tak tahu siapa nama panjang darinya. Ia hanya menceritakan tentang yang mudah di ingat saja. Tentang keluarga ia menceritakan hanya memiliki adik yang sudah menikah. Dan setatusnya yang sudah duda tapi tak memiliki anak. Ia jujur menceritakan itu semua pada pak Toso. Karena sudah yakin jika Aran orang baik akhirnya pak Toso mengajaknya untuk tidur walaupun hanya sebentar saja. Agar esok pagi Aran lebih terlihat fresh.
__ADS_1
Sedang di tempat lain Bagus sudah mengutus dua orang untuk mencari tahu apa saja yang akan dilakukan Dera dan suaminya itu. Ia ingin menggalakkan rencana apa saja yang sudah akan Aran dan Dera lakukan. Tak boleh Dera terlihat bahagia dengan laki-laki lain. Karena bisikan setan ia terus mencari cara agar ia bisa mendapat maaf dari wanita yang dulu pernah ia miliki. Tapi selama ia menikah tak sekalipun ia merasakan rasa cinta pada Dera. Hingga akhirnya ia bisa merasakannya di pertemuan saat ini. Ia menyesal telah melakukan ini pada ibu dari anaknya itu. Apalagi sang anak juga tak tahu siapa dia sebenarnya jika ketemu dijalan. Pernah Bagus bermaksud ingin mengawasi Dera tapi hanya anak laki-laki yang terlihat, dengan hati-hati dan memperhatikan sekitarnya ia mengajak sang anak berbincang-bincang dan ia mendapatkan informasi jika sang ibu dari anak itu kerja di Jakarta. Hanya belain kepala yang ia bisa lakukan tanpa bisa memanggil nama anaknya itu.
Apalagi ada dua teman kerja Bagus dulu yang akan membantunya dalam hal ini. Dengan senang hati akhirnya misi Bagus terlaksana. Sebelum pak Toso memberitahu kabar jika Dera akan menikah, pak RT yang orang tua dari temannya Dera dan Bagus sudah di beritahu jika Dera mengajak laki-laki tidur di rumahnya itu. Dengan embel-embel akan membuat zina para warga dikumpulkan untuk menghakimi rumah pak Toso. Tepat pukul 05.30 dimana keluarga pak Toso belum bangun para warga berbondong-bondong mendatangi rumah pak Toso. Karena uang yang sudah di transfer oleh Bagus untuk mendanai ini semua akhirnya ia tinggal terima laporan saja.
" Pak, pak Toso, buka pak", suara pak RT yang ada di barisan paling depan.
Mungkin karena merasa terganggu Ibuk Rini paling duluan bangun dan membuka pintunya. Karena semakin keras gedoran pintu maka tak sempat beliau mencuci mukanya.
" Iya", kata Ibuk Rini kaget karena sudah ada beberapa orang ada di depan rumahnya itu.
****
__ADS_1
Kita tunggu akan seperti apa kelanjutannya semoga Aran dan Dera baik-baik saja ya kakak.