MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Doa rekan bisnis Aran


__ADS_3

Benar saja rekan bisnis Aran sudah tiba di tempat pertemuan yang sudah di janjikan. Karena rekannya adalah orang yang disiplin maka ia akan lebih dulu dari para rekannya yang menunggunya. Pas Aran dan Dera tiba tatapan kedua rekan bisnis Aran dan istrinya fokus pada Dera. Walaupun sudah setengah hari berkerja tapi tetap saja masih terlihat cantik.


"Bang lihat istri pak Aran cantik banget, baju mereka juga serasi, Bang". Rengekan istri dari rekan Aran yang sebenarnya iri pada pasangan itu. Ia yang ingin sekali suaminya berpakaian dengan warna yang sama tak pernah di penuhi olehnya.


"Udah, namanya juga pengantin baru ya kaya gitu". Pembelaan yang dilakukan agar tak di pojokan lagi sama istrinya.


Setelah Aran tiba di dekat meja itu, Aran memperlihatkan senyum dan melepaskan genggaman tangannya yang ternyata dari tadi ia menggenggam tangan Dera.


"Maaf pak Alek, saya terlambat". Aran mengucapkan kata maaf karena ia telat dari pak Alek yang akhirnya menunggu mereka.


"Tak apa pak Aran, Oya istri anda cantik sekali". Karena istri pak Alek yang tahunya jika pak Aran datang dengan istrinya maka ucapan itu yang keluar dari beliau.


"Gleg"..


Aran yang mendengar perkataan istri dari rekan bisnisnya itu langsung menatap Dera. Dera pun juga tak kalah kagetnya karena ia tak tahu apa-apa. Dikasih tahu mau kemana aja enggak, apalagi membahas tentang pernikahan. Kok tahu-tahu malah jadi suami istri 🤣.


"Enggak gitu buk, kami hanya..."


Belum sempat Aran menjelaskan apa yang di ucapkan tadi istri dari pak Alek mengusap tangan Dera.


"Udah punya anak berapa jeng, masih kenceng aja ni". Godaan istri pak Alek yang lebih tua dari Dera, mungkin selisih beberapa tahun dari Dera.

__ADS_1


"Udah 1 buk, Alhamdulillah masih bisa di bilang kencang buk", jawab Dera. Emang Dera udah pun anak 1 jadi ia jujur jawab seperti itu.


"Wah, kabar yang bagus pak ternyata kalian sudah punya penerus untuk usaha kalian ya. Tapi jika saya boleh tahu laki-laki atau perempuan ni?". Sekarang gantian pak Alek yang menanyakan hal ini. Karena mereka juga tak tahu tentang informasi semuanya tentang pak Aran maka hal itu yang mereka tanyakan.


Aran yang canggung pun akhirnya menjawab pertanyaan pak Alek walaupun sempat diam sebentar. Sambil melihat ke arah Dera, Aran meminta izin terlebih dahulu pada Dera hanya dengan tatapan mata Aran mengutarakan hal itu. Dera yang tahu hal itu karena akhirnya ia mengangguk tanda setuju.


"Laki-laki, pak Alek. Oya pak mari kita bahas tentang rencana kita dulu aja". Ajakan Aran untuk mengalihkan perhatian pak Alek dan istrinya agar tak membahas yang lebih intens lagi. Karena pak Alek membicarakan tentang bisnis maka istrinya mengajak Dera untuk ke taman belakang untuk menayangkan apa yang sudah Dera pakai untuk perawatan kecantikannya.


Setelah di taman belakang Dera langsung ditanyai tentang hal apa saja tentang Dera. Sampai tak sengaja Ibuk Alek menanyakan hubungan Dera dengan suaminya itu.


"Sepertinya pak Aran sayang sekali dengan anda jeng Dera. Apakah kalian akan berencana memilik anak lagi, jika Iya kalau anak kalian perempuan mari kita jodohkan dari sekarang". Ujar Ibuk Alek yang di selingi candaan.


"Ok saya doakan kalian akan mendapatkan kabar yang bahagia itu, jika Iya aku yang paling utama akan berdoa agar anak jeng Dera perempuan agar mantu saya cantiknya kaya Ibuknya".


"Ah Ibuk bisa aja, ya udah buk kita balik ke tempat tadi aja buk". Ajakan Dera agar buk Alek tak menanyakan hal itu lagi karena ia tak mau jika mas Aran dengar yang aneh-aneh. Dikira nanti ia yang berharap lebih.


"Kok lama sih Buk, udah selesai dari tadi lho kita bahasanya. Mau makan masih nunggu kalian". Marah pak Alek karena kelakuan istrinya yang suka ngegosip.


"Ah Papa bisa aja, besok kalau pak Aran dan jeng Dera punya anak perempuan Ibuk pingin jodoh in anak kita Pah, tadi Mama bahas itu". Jawaban Ibuk Alek yang membuat Aran yang mendengar hal itu tersedak minumannya.


Ternyata pikiran wanita bisa lebih awal dari kenyataan, pikir Aran bingung pada Ibuk Alek.

__ADS_1


"Oh ya Mah, Papa setuju kalau itu. Iya ya pak Aran semoga kalian bisa punya anak perempuan yang cantik banget biar kita bisa jadi besan". Pak Alek juga mendoakan hal itu pada pasangan yang serasi itu. Rasanya mereka pasangan baru yang saling malu jika di tanyai hal itu.


"Iya pak Alek, Oya pak kami pamit duluan ya soalnya Der... maksud saya istri saya akan pergi ke sekolah untuk menjemput anak kami pak. Maafkan kami gak bisa ikut makan siang dengan Bapak dan ibuk". Pamit Aran karena ia melihat muka Dera yang seperti menahan sesuatu. Karena itu ia memutuskan untuk pulang saja takut kalau Dera lama kelamaan akan tersinggung oleh ucapan Ibuk Alex tadi.


"Oya pak Aran, hati-hati ya.. Jeng nanti aku hubungi nomor jeng Dera ya?", Sahutan Ibuk Alek yang langsung mencium kedua pipi Dera tanda jumpa.


Di perjalanan Aran bingung ingin membahas apa dulu dengan Dera. Apalagi karena perkataan rekan bisnisnya tadi, Aran tahu jika pasti hati Dera terluka. Karena hati wanita paling sensitif untuk hal itu semua.


"Maafkan aku Dera, gara- gara aku kamu hari ini pasti terluka". Ucapan Aran yang memulai perkataannya.


"Gak apa-apa mas, Dera tahu kok ini semua buka salah mas. Oya mas kita langsung kemana ini kok gak sampai-sampai pabrik?". Dera bingung karena perjalanan hari ini terasa lama baginya, apalagi rasa canggung berduaan dengan Aran tiba-tiba muncul di pikiran Dera apalagi mungkin karena godaan Ibuk Alek dan pak Alek tadi ya.


"Temani aku makan, tadi aku gak enak makan jadinya. Oya kamu gak apa-apa benaran kan?".


Karena pernah membuat Dera menangis maka Aran menjaga kesadisan ucapannya. Aran waktu itu marah karena tersulut emosi jadi ia sekarang lembut jika bicara dengan Dera.


"Mas Aran tadi bicara tentang anak di restoran tadi gak apa-apa kan! ,Dera takut mas akan marah tentang tadi membicarakan anak mas?". Tanya Dera memberanikan diri.


"Gak apa-apa aku tahu kok, aku juga gak masalah sama sekali. Yang penting kita sekarang makan aja ya. Ayok kita turun Dera", ajak Aran pada Dera setelah sampai pada kedai yang bernuansa pedesaan. Ada air terjun buatan yang indah untuk menenangkan hati yang sedang gundah seperti saat ini.


Aran yang tahu bagaimana untuk membuat hati Dera bersemangat lagi mengajaknya kesini. Karena dulu tempat ini sering ia datangi bersama seseorang yang membuat hati Aran bahagia.

__ADS_1


__ADS_2