MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Akhirnya mulai terbiasa


__ADS_3

Akhirnya Nanang benar tinggal di rumah orang tuanya. Kebahagian nenek Aminah juga terus terpancar melihat hal itu. Tapi tidak dengan Dera yang semakin takut untuk mengorek rasa cintanya untuk mas Qosim lagi. Apalagi setiap mas Qosim pulang dari kerja ia selalu membelikan makanan untuk Dera makan di malam jika ia lapar. Karena ibu hamil 2x lipat dalam ukuran makannya.


Sama dengan sore ini Nanang yang datang dan membawakan Dera martabak 💯 rasa. Karena itu dulu yang sering ia belikan jika sedang menemui Genduk di tempat kerjanya. Sambil menenteng plastik tadi Nanang langsung mencari Dera di kamarnya. Ia tahu jika jam segini Dera sedang di kamar habis mengurus kebutuhan nenek. Ketika Nanang mencoba untuk mengetuk pintu akhirnya ia mendapatkan jawaban dari Genduk. Dengan langsung masuk Nanang tersenyum sambil memberikan tentengan itu.


"Mas, kok udah pulang. Biasanya agak sore lagi".


" Em.. Mas belikan kamu ini Genduk, nanti kamu makan ya. Oya besok mas berangkat pagi sekali jadi aku ingin meluangkan waktu untuk kamu sebelum aku berangkat. Jangan lupa makan dan dan jaga kondisi kamu ya Genduk. Aku paling 2 hari baru bisa pulang. Jangan terlalu memforsir tenaga kamu ya, nanti aku coba bilang ke nenek ya tentang kehamilan kamu. Ini udah 2 bulan takutnya semakin besar perut kamu nenek akan marah padamu", bujukan Nanang agar semuanya terbuka mengenai kondisi Dera.


" Tapi mas aku takut nenek akan marah nantinya. Aku tak mau jika itu terjadi, atau aku tak cari kerjaan yang lain aja ya mas. Aku binggung jika nenek tak mau menganggap aku lagi".


"Jangan Genduk, jangan sampai kau berani keluar dari rumah ini jika tak dijemput oleh suamimu. Aku akan tanggung jawab atas kami jika kamu masih disini. Nyatanya kamu kerja di sini hampir satu setengah bulan tapi tak ada batang hidung suamimu juga. Apa karena ia sudah mulai terbiasa akan kepergian kamu?".


Sebenarnya Dera juga binggung sebenarnya mas Aran juga bagaimana. Apakah ia juga sudah kembali pada istrinya, atau malah istrinya sudah lahiran dan dia di wajibkan untuk menjaganya. Pikiran Dera berkecamuk pada itu semua. Betapa ia tak berarti karena hanyalah istri siri saja. Padahal Aran yang sudah tinggalkan oleh Dera semakin tak mau menjaga kesehatan dan pola makan yang tak seperti biasanya. Jika ia tak mau makan maka ia hanya membiarkan hal itu padahal jika Dera melihat sendiri seolah-olah Aran yang sedang ngidam.


Tiap ia ingin makan sesuatu tapi jika ia sudah mendapatkan apa yang ia cari bayangan akan Dera kelaparan langsung terlintas dan tak selera makan lagi. Itu terus terjadi sampai di hari ini. Ia tersiksa akan hal ini apalagi kabar dari Dera tak kunjung ia dapatkan. Perubahan badan yang semakin mengurus terlihat jika ia tak terusan sama sekali.


Aran juga sering pulang malam karena tak ingin sendiri di rumah dan semakin teringat akan istri barunya. Ia juga sering berbohong pada orang tua Dera akan kondisi Dera yang baik tapi ia pindahkan ke pabrik yang satunya jadi ia sudah tak bisa melakukan panggilan dengan Dera lagi. Ribuan karyawan yang ia mintai tolong juga tak ada yang tahu keberadaan sang Dera.


Di malam ini Aran yang baru pulang pukul 9 malam langsung menyiapkan apa yang akan ia bawa untuk pergi ke pertemuan rekan kerjanya esok pagi-pagi buta. Pertemuan yang dilakukan dari beberapa pabrikan untuk membahas tentang kualitas kain yang akan mereka gunakan. Pas ia akan mencari baju yang akan ia cari Aran tanpa sengaja menjatuhkan satu berkas yang baginya ia juga lupa apa isi tulisannya. Setelah ia baca ternyata ijazah yang Dera tinggal untuk jaminan waktu itu. Dia baca mana yang sampai saat ini tersimpan di hatinya. GENDUK DERANI nama yang sudah lama ia coba cari dan akhirnya dipertemukan walaupun hanya sebentar.


Dengan adanya bukti itu akhirnya Aran menghubungi Raka untuk bisa dapat ke rumah besarnya. Ia ingin Raka melakukan satu hal untuknya. Sesampainya Raka di tempat bos Aran akhirnya ia langsung diberi satu lembar ijazah untuk mencari keberadaan Dera.

__ADS_1


"Ini yang aku punya terakhir tentang Dera, aku mau selama aku pergi kamu sudah menyebarkan informasi ini. Malah bagus lagi jika kamu mendapatkan informasi yang baru tentangnya.


"Ok bos, hati-hati aku akan berusaha mendapatkan informasi tentang Dera. Jangan pikirkan hal itu fokuslah pada pekerjaan kamu saja".


****


Malam ini setelah makan malam, Nanang duduk mendekati sang nenek yang masih fokus dengan bukunya. Setiap malam sebelum beliau tidur selalu membaca buku Yasin agar tidurnya lebih nyenyak.


"Nek, Nanang boleh duduk ada yang akan Nanang bicarakan pada nenek", ucap Nanang yang duduk mendekati sang nenek.


"Iya Nang ada apa", manik netra nenek langsung memfokuskan pada sang cucu yang saat ini memegang tangannya. Lembut sekali padahal nenek menginginkan seperti ini tapi Nanang tak pernah melakukannya. Sampai-sampai ia merasa sendiri setelah Nanang sang cucu memutuskan untuk pergi dari rumah. Rasanya kesepian seorang diri di dalam kamar yang mana setiap orang yang menjaganya tak seperti yang di inginkan mengajaknya bercerita seperti Dera saat ini.


"Nek, aku tahu pasti nenek akan terkejut setengah mendengarnya. Em... sebenarnya Dera saat ini hamil jadi ia kadang juga merasa capek jika merawat nenek dan meminta istirahat", dengan lembutnya Nanang mengucapkan hal itu.


Kaget bukan main sang nenek mendengarkan Nanang mengucapkan hal itu.


"Dera sudah punya suami, tapi entah hubungan mereka Nanang juga tak tahu nek. Nanang hanya berdoa semoga ia bisa lepas dengan sang suami dan aku sanggup untuk menjaganya".


Pukulan sangat sakti bagi sang nenek. Sang cucu mengungkapkan apa yang saat ini jadi tujuannya. Dimana ia juga mengharapkan Dera bersama Nanang sampai ia juga yang menjodohkannya. Tapi setelah tahu Dera sudah hamil dan bersuami apakah ini adil bagi sang cucu. Diam yang bisa di lakukan sang nenek. Ia binggung mau menjawab apa karena ada hati sang cucu yang harus ia jaga.


"Jika Dera sudah punya suami akankah ini adil nak bagimu?

__ADS_1


Nenek ingin kamu bahagia tapi kenapa kamu memilih ini semua", sahutan sang nenek akhirnya mengungkapkan perasaannya sambil menangis.


Di celah pintu kamar nenek sang Ibuk sedang mendengarkan permintaan sang anak pada neneknya. Beliau tahu karena sang nenek lah yang paling sulit untuk ia taklukan untuk mendapatkan izin atau restunya.


"Karena aku menginginkan hanya Dera nek, dia orang yang dulu aku cari. Dan akhirnya aku bisa kembali bersama lagi di rumah ini pula. Aku siap walaupun Dera sudah memiliki dua anak. Asalkan nenek sudah memberikan restu untuk aku. Besok pagi aku akan pergi kerja ke luar kota untuk dua hari jika nenek bersedia untuk ini semua aku akan langsung melamar Dera Nek". Nanang berharap jika sang nenek akan mengucapkan persetujuan padanya.


"Tapi Nang, nenek takut kamu akan menyesal suatu saat. Aku tak ingin kamu seperti dulu lagi nak".


Akhirnya Ibuk Ratmi masuk untuk membujuk sang mertua untuk memberikan Nanang kesempatan. Ia tak mau hati sang anak akan terluka lagi.


"Buk, kita beri kesempatan saja buk karena kebahagiaan Nanang hanya pada Dera. Dan wanita yang meninggalkan dia dulu juga Dera jika Ibuk tahu. Kita sebagai orang tua mendoakan untuk kebahagiaan saja", bujukan Ibuk Ratmi pada sang mertua. Hanya ini yang bisa ia lakukan untuk Nanang.


"Ibuk sudah tahu ini semua buk!


Aku belum bicara sama Ibuk lho?", pertanyaan Nanang yang kaget karena sang Ibuk tahu jika Dera adalah wanita masa lalunya. Wanita yang hingga saat ini nomor satu baginya.


"Ibuk pernah mendengar kamu dan Dera bicara nak. Maafkan Ibuk karena lancang, tapi Ibuk mau kamu bahagia walaupun itu dengan janda. Aku akan menerima itu semua jika kamu bahagia nak". Akhirnya Ibuk Ratmi mengutarakan apa yang ia pikirkan beberapa hari setelah ia mendengarnya percakapan Nanang dengan Dera waktu di kamar.


"Jika ibukmu setuju nenek juga akan setuju dengan keputusan ini asal Dera cepat pisah dengan suaminya", syarat dimana itu harus mereka upayakan.


"Dera pernah bilang sama saya buk, jika pernikahannya itu hanya nikah siri. Apakah itu bisa kita dapatkan buk". Ibuk Ratmi langsung mengucapkan apa yang ia tahu.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya kita tunggu esok ya. Akankah Dera mau menerima lamaran sang mas Qosim.


__ADS_2