
Di perjalanan Aran yang duduk di sebelah kemudi hanya fokus di layar ponselnya sambil mengamati dimana mobil box itu berhenti. Karena ia takut kehilangan jejak Dera lagi. Kesalahan terbesarnya dari pagi tak memperhatikan Dera karena kesibukan pekerjaan yang sudah ia tinggal satu hari yang lalu.
Setelah jarak yang ia tempuh mungkin tinggal beberapa kilometer lagi Aran merasa jika ia akan mendapatkan Dera. Bisa berkumpul lagi dengan Dera dan tak akan membiarkan Dera sendirian. Karena keahlian anak buahnya tadi mobil Aran bisa menyusul mobil box yang sepertinya sudah berhenti beberapa saat yang lalu. Karena tempat GPS itu tak berubah sama sekali dari beberapa saat yang lalu.
"Ayo cepat bisa tambah lagi kecepatan mobilnya", suara Aran yang sudah tak sabar lagi ingin cepat ketemu dengan Dera.
Karena mobil yang mereka pakai milik Aran jadi yang mengemudikan juga takut mobil bosnya terjadi sesuatu. Sedangkan ia juga sudah mengemudikan dengan kecepatan penuh.
"Iya pak sebentar lagi sampai pak, saya harap bapak bersabar", sahutan supir yang juga takut jika tak mau mematuhi sang bos. Karena ia langsung menjawab ucapan sang bos langsung di tatap dengan amarah oleh Aran. Aran tak mau jika ada yang membantahnya.
"Cepat aku bilang, aku gak mau kenapa-napa dengan Dera", marah Aran lagi.
Sedangkan teman Bagus yang duduk dibelakang hanya diam karena ia tak tahu harus bagaimana. Berdoa cepat ketemu tapi kasihan Bagus yang akan kena imbasnya. Tapi jika tak berdoa cepat ketemu ia kasihan pak Aran yang seperti ini. Rasanya dia bingung dalam kasus ini.
__ADS_1
Akhirnya mobil Aran sampai di dekat mobil box kantor yang di bawa oleh Bagus tadi. Mobil yang mana terparkir di depan pasar tradisional yang sedikit besar. Dengan cepat Aran dan kedua anak buahnya itu langsung turun dari mobil mereka dan mendekati mobil itu. Tapi sepertinya mereka kurang beruntung karena pengemudi mobil itu sudah tidak ada. Dengan cepat Aran membuka box belakang mobil yang ternyata juga sudah tak ada Dera di dalamnya.
"Bruk,,, suara hantaman tangan Aran di dinding mobil yang menyadari jika ia sudah gagal lagi. Apa yang ia cari ternyata tak dapat ia temukan di sini. Karena Aran membuat kegaduhan dengan pukulan tadi juru parkir pasar itu mendekati Aran.
"Maaf bapak ini siapa, dan kenapa bapak marah-marah di mobil ini?", tanya juru parkir tadi.
"Aku nyari sopir mobil ini pak, dia membawa lari adik saya", jawab Aran sambil melihat ke setiap sudut pasar berharap mendapat petunjuk keberadaan Dera.
"Oh, laki-laki yang putih tadi ya, tadi dia katanya mau kirim barang pas buka box mobilnya ada perempuan yang sedang pingsan pak jadi langsung di larikan ke rumah sakit, tapi sebelum dia pergi ia meninggalkan kunci mobil ini pada saya untuk di titipkan temannya nanti ada yang ambil", jelas juru parkir tadi sambil memberikan kunci mobil itu pada Aran. Ia tak mau menunggu lama karena beresiko baginya yang membawa bukan miliknya.
"Pak apakah bapak tahu di rumah sakit mana mereka pergi", tanya Aran yang memberikan uang 2 lembar seratus ribuan itu. Berharap ia akan mendapat informasi lagi dari bapak tua tadi.
"Saya tidak tahu pak yang penting tadi sepertinya pergi mengunakan greb saja dan menyeramkan kunci ini aja pak kalau mau dibawa kemana saya juga tidak dikasih tau". Penjelasan dari juru kunci yang langsung di definisikan oleh Aran sendiri jika ia harus berusaha lagi untuk menemukan Dera.
__ADS_1
"Berengsek kamu Bagus, ternyata kamu memang sengaja meninggalkan mobil ini disini. Kamu mau petak umpet lagi sama saya, saya pastikan kamu akan langsung masuk penjara", ucapan Aran yang sambil mengeratkan giginya.
"Ayo Raka kita cari rumah sakit terdekat saja biarkan mobil box pulang duluan". Ajakan Aran pada anak buahnya yang mengemudikan mobilnya tadi. Sedangkan sahabat Bagus pulang karena sudah di suruh oleh bosnya. Ia sedikit lega akhirnya ia tak akan melihat kelanjutan atas pertemuan bos dan sahabatnya.
Akhirnya Aran dan kedua anak buahnya tadi pergi dengan mobil yang berbeda. Aran akan langsung mencari informasi di setiap rumah sakit dimana Dera dirawat. Hanya berbekalkan satu foto yang ia punya di ponselnya Aran pastikan Dera akan ketemu saat ini juga. Tak terbayangkan jika tadi Dera pingsan dan di gendong oleh Bagus. Aran tak memperbolehkan hal itu terjadi lagi, tak akan ada yang boleh memegang Dera sedikitpun.
Aran yang terus menerus mencoba menghubungi ponsel Bagus tapi sama sekali belum aktif. Sampai akhirnya mereka menemukan rumah sakit terdekat yang langsung ia tanyai tentang pasien bernama Dera tapi tak ia dapatkan di sana. Dengan frustasi akhirnya sampai Aran ke rumah sakit yang lainnya dimana ia juga tak mendapat informasi Dera juga. Sampai tak terasa malam pun tiba dari siang Aran yang belum makan sama sekali begitu kesakitan menahan asam lambungnya yang sudah naik. Karena Raka yang tahu hal ini ia langsung menanyakan keadaan bosnya yang sedikit memegang perutnya.
"Pak apakah bapak baik-baik saja, kita nyari makan dulu ya pak saya sedikit lapar dari makan siang saya belum makan apa-apa pak", ucapan Raka yang di iyakan oleh Aran. Walaupun ia lapar dari tadi tapi ia tak berani bilang jika tak melihat bosnya memegang perutnya terus.
"Iya Raka kita makan dulu, aku takut juga gak kuat untuk mencari Dera lagi", sahutan Aran. Akhirnya mereka berhenti di warung nasi Padang yang terdapat tak jauh dari mereka berada tadi. Dengan meminum air putih hangat dulu Aran langsung makan sedikit demi sedikit makanannya karena ia tak begitu selera sebelum ia menemukan Dera. Bayangan ia pertama kali bertemu dengan Dera langsung berjalan di otaknya. Akankah ia masih dipertemukan dengan Dera lagi. Tak terasa ia menitihkan air mata karena merasa sebagai laki-laki yang tak bisa berbuat apa-apa. Pas Raka tahu bosnya menangis Aran langsung mengusap air mata itu. Karena ke wibawanya akan hilang jika Raka tahu ia bersedih. Tapi Raka juga tahu bagaimana jika orang yang penting bagi kita itu terluka pasti kita jika ikut terluka.
Karena makanan yang diambil oleh Aran tadi tak habis seperti punya Raka ia langsung membayar tagihan makan dan akan melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari keberadaan Dera lagi. Pantang pulang sebelum bawa Dera dan untuk Raka harus ikut kemampuan bosnya pergi karena ia takut terjadi sesuatu pada bosnya jika ia mencarinya sendiri. Inilah namanya anak buah yang akan setia jika bosnya seperti apapun karena kita pernah diberikan pekerjaan yang bisa membuat kita hidup yang lebih baik.
__ADS_1
****
Semoga lekas ketemu ya Dera. Tak tega saya lihat Aran bersedih terus menerus seperti ini. Rasanya aku tak bisa membantunya dalam kesusahan yang ia alami.