
Pagi ini benar adanya Dera langsung pamit pada Santi yang barusan tiba dari kerja lemburnya. Santi yang binggung takut terjadi apa-apa tak membiarkan Dera pergi. Tapi Dera kekeh akan baik-baik saja karena ia harus mengirim uang pada keluarganya juga. Alasannya yang akhirnya bisa membuat Dera diperbolehkan pergi oleh Santi dengan catatan suatu saat jika ia sudah punya ponsel harus langsung menghubungi Santi.
Karena sahabat dekat Dera maka Santi memperlakukan Dera dengan baik. Karena Santi bawa sarapan pagi dua bungkus yang ia beli sebelum pulang tadi akhirnya Dera dan Santi sarapan bersama dulu sebelum pergi untuk hari pertama kerja Dera.
Pagi ini Dera dengan langkah kecilnya berjalan sambil menarik koper kecilnya. Ia akan pergi ke kedai Nusantara milik buk Ratmi. Karena ia tak mau mengecewakan bosnya, Dera dengan lebih awal ia berangkat. Yang tadinya Santi ngotot mau mengantarkan dia di tolaknya karena Santi belum istirahat sama sekali.
"Ya Tuhan semoga aku betah nantinya".
Pas Dera sampai kedai ternyata supir buk Ratmi sudah menunggunya. Akhirnya Dera berangkat ke rumah baru yang akan ia tempati saat ini. Dera yang terlalu semangat tak melihat dimana arah mobil itu pergi. Hanya kurang dari 30 menit akhirnya mobil itu sampai rumah besar milik Bu Ratmi.
*****
Sedangkan di kamar Aran yang tidur hingga larut malam baru terbangun karena terik matahari sudah masuk ke kamarnya.
"Dera buatin kopi mas ya", ucapan Aran yang masih belum terkumpul semua nyawanya habis bangun tidur. Sambil tangannya menepuk ranjang sebelahnya. Aran merasa jika Dera masih tertidur di sampingnya. Tapi alangkah terkejutnya bawah ia ternyata hanya menghayal. Dari semalam ia hanya tidur sendirian tak ada Dera di sampingnya. Kembali mengulang kebiasaan kemudian yang hanya melakukan apapun sendiri. Dengan perasaan tak karuhun akhirnya Aran langsung mandi dan berangkat ke pabrik. Karena ia harus melakukan tugasnya juga. Ia berjanji walaupun Dera tak kunjung datang kepadanya ia tetap akan mengirimkan uang untuk kebutuhan keluarga Dera. Hanya itu yana bisa Aran lakukan sebagai penebus nafkah untuk Dera.
__ADS_1
*Di pabrik*
Setibanya di pabrik yang sudah pada sibuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Aran memanggil Raka untuk membuatkan dia kopi. Tak sempat sedikit menit pun ia membuat kopi itu untuknya tadi di rumah.
"Raka,,, Raka".
"Iya pak", sahut Raka yang sedikit berlari. Ternyata ruangan Raka hanya bersebelahan dengan milik Aran.
"Tolong buatkan aku kopi cepat".
Pikiran Raka yang sambil mengaduk minumannya.
"Ini pak minumannya", baru saja Raka ingin pamit untuk keluar Aran langsung memanggilnya lagi.
"Raka, nanti kamu sebarkan foto Dera ke semua karyawan. Bantu cari dia ada dimana saat ini. Jika ada yang menemukan akan mendapatkan motor baru seperti motor kamu dengan cuma-cuma". Ucapan Aran yang tak melihat wajah Raka tapi fokus dengan kopi panasnya. Semakin banyak yang ikut mencarinya maka akan cepat ketemu Dera nantinya.
__ADS_1
"Siap pak Aran, saya pamit keluar dulu". Akhirnya Raka tahu jika Dera tak bersama dengan bosnya lagi. Padahal baru beberapa hari kemarin mereka dapat bonus atas informasi tentang kehamilan Dera, e malah hari ini Aran tahu jika Dera menghilang.
Dengan arahan bosnya tadi Raka langsung mengumpulkan semua para manager setiap bagian. Semuanya langsung mendapat beberapa lembar foto Dera yang begitu cantik. Serta apa imbalannya sudah Raka beri tahu semua. Seperti sayembara yang akan membuat satu pabrik akan gempar karena besarnya hadiah yang akan mereka dapatkan.
Jika saya juga bisa ikut sayembara mungkin aku akan cuti kerja dan fokus pada pencarian Dera juga, lumayan dapat Ninja 250R siapa yang mau menolaknya ðŸ¤. Tapi karena resiko pencarian juga akan sulit maka aku serahkan pada mereka aja deh kan aku gak ada di Jakarta saat ini mau naik kereta juga makan waktu lama apalagi naik bisa takut mabuk nantinya.
Tak sampai 15 menit akhirnya berita sayembara itu sampai ke semua orang yang ada di pabrik. Dua scurity yang pernah ikut menculik Dera waktu itu pun begitu kagetnya kenapa istri bos mereka bisa hilang lagi. Apalagi satu orang yang jadi sopir yang dulu jika ikut menculik Dera tak henti-hentinya menggerutu kenapa ia tak di jadikan pengawal istri bosnya yang baik hati itu. Karena mereka bertiga selama satu bulan kerja dengan Aran selalu diperhatikan dan diperlakukan dengan baik.
Sedangkan di tempat lain Dera yang sudah tiba di rumah yang begitu besar sekali langsung diajak ke kamarnya yang bersebelahan dengan milik Ibuknya buk Ratmi yang akan ia rawat. Karena Ibuk Ratmi sudah ditinggalkan oleh suaminya maka beliau yang menjadi ibu mertua yang sudah cukup usia itu. Tanda baktinya pada beliau. Tapi karena kerap tak bisa menuruti apa kemauan Ibuk mertuanya maka Ibuk Ratmi tak pernah bisa cocok. Apalagi anak semata wayangnya tak mau tinggal di rumah besarnya karena pernah trauma pada satu ruangan di ruangan yang pernah di pakai oleh i saat ini. Jika tak sengaja ia pulang ke rumah itu entah kenapa jika melihat ruangan miliki Dera ia ingin sekali berteriak meminta ia saja yang terluka. Kadang malah ia melukai dirinya sendiri untuk membalas perbuatannya itu.
"Nak, kamu tidurnya dekat kamar Ibuk ya biar lebih gampang nantinya. Aku agak jauh dari sini dua kamar lagi di sana. Jika kamu butuh apa-apa kamu tinggal bilang ke bibik atau saya. Jika kamu mau makan sesuatu kamu bilang saja gak apa-apa jangan kamu tahan kasian anak ini nantinya", ucapan Ibuk Ratmi sambil mengusap perut rata Dera. Karena kehamilannya baru satu bulan maka belum ada tanda-tanda apapun di perut itu.
"Iya Ibuk terima kasih sudah mau menerima saya. Oya buk jika saya keliru jangan sungkan untuk menegur saya buk. Ya udah Ibuk saya di kenalkan sama nenek dong biar saya bisa lebih akrab nantinya", permohonan Dera yang di angguki oleh Ibuk Ratmi. Semakin cepat ia kenal semakin besar kemungkinan akan cepat akrabnya jika nenek merasa nyaman juga sih.
Setelah Dera meletakkan barang-barangnya ia langsung diajak untuk ke kamar sebelah yang ternyata nenek itu tak bisa jalan tapi masih bisa berteriak dengan jelas. Dera saja yang pertama melihat langsung kaget dan memeras berkecil hati takut ia juga tak sanggup untuk meluluhkan hati nenek tersebut.
__ADS_1