
Tanpa permisi pak RT langsung mengutarakan apa yang akan beliau lakukan. Karena informasi yang ia dapatkan beliau melakukan hal ini. Pak RT yang menjelaskan apa maksud tujuannya belum juga usai tapi sang anak yang jadi di pihak Bagus langsung masuk begitu saja. Mencari ke kamar Dera dimana ia tahu pas Dera masih jadi istri dari Bagus ia sering datang ke rumahnya.
Ibuk Rini yang tak bisa menghalanginya langsung berlari ke kamarnya untuk membangunkan sang suami. Sedangkan yang sudah menemukan kamar Dera tadi langsung membuka paksa yang mana ternyata tidak di kunci. Di kamar itu Teo masih tertidur sedangkan Aran tidur di sebelah Dera yang saling memeluk. Karena geram akhirnya beberapa orang yang tadi masuk langsung membangunkan kedua orang itu.
Tapi belum juga sampai di depan para orang yang masih tidur tadi pak Toso sudah datang ke kamar Dera.
" Ada apa ini, kenapa kalian lancang sekali masuk ke kamar orang. Itupun belum ada izin dari yang punya rumah. Mau kalian apa, coba ini masih juga pagi kalian udah buat gaduh rumah saya", kata pak Toso yang marah. Suara lantangnya akhirnya membangunkan Aran dan Dera. Mereka berdua kaget ternyata pintu kamarnya sudah terbuka dan itupun banyak orang yang ada di sana.
" Bukanya kami yang tanya pada pak Toso, ini apa pak. Kenapa pak Toso mengizinkan anak perempuannya tidur dengan laki-laki. Padahal anak bapak yang janda itu sepertinya belum juga laku. Apa jangan-jangan pak Toso yang menyuruh ini agar anak bapak laku!", ucapan dari salah satu mereka yang membuat Aran langsung keluar dan naik pitam. Sedangkan pak Toso langsung memukul orang itu karena tak terima diperlakukan seperti itu.
Entah orang itu selalu saja buat masalah pada keluarga pak Toso dari semua aspek kehidupan. Dari pekerjaannya dan dari jodoh anaknya. Dulu waktu Dera di tinggalkan oleh mantan suaminya orang ini juga yang pertama kali langsung mengejeknya. Atau karena anak laki-lakinya dulu yang mentah-mentah sudah ditolak oleh pak Toso yang melamar Dera, sampai-sampai saat ini belum berani mengenal wanita lagi.
" Plak,,
__ADS_1
Suara tamparan dari Aran yang langsung diberikan pada orang yang sudah meledek mertua dan istrinya. Ia tak terima ternyata kampung ini tak aman bagi keluarga pak Toso dan Dera terutama. Anak di kandungnya akan terganggu jika tiap hari mendengar ucapan pedas seperti ini.
" Maksud bapak apa?.
Aku dan Dera sudah menikah siri di Jakarta. Dan saya kesini ingin nikah secara negara pak nanti. Dan jangan sekali-kali anda bicarakan tentang setatus Dera yang janda itu. Ia adalah istri saya dan asal Anda tahu saya bersyukur karena telah mendapatkannya pak. Saya ingin kalian semua ingat jika kami melakukan hal ini semua untuk kebaikan keluarga kami jadi jangan sekalipun anda mengucapkan hal ini lagi. Dimana penanggung jawab kalian dalam hal ini?. Aku ingin minta izin sekalian mengenai proses ijab Kabul nanti siang", tanya Aran maju satu langkah dari semula.
Sedangkan para pembuat onar tadi hanya diam tak bisa membalas ucapannya itu. Pak Toso yang merasa jika Aran adalah calon menantu yang baik untuk Dera akhirnya bisa hidup bahagia telah memberikan tanggung jawab pada Aran untuk menjaga Dera. Ia ingin Dera di bela selama oleh Aran. Tak berbeda dengan Ibuk Rini yang tersenyum karena akhirnya ia mendapat menantu yang baik untuk anak perempuannya. Karena Aran yang berapi-api akhirnya semuanya mundur dan keluar dari kediaman pak Toso. Sedangkan pak RT yang tadi juga ada langsung masuk untuk menanggapi ucapan Aran tadi.
" Apakah ini benar pak?.
" Oya pak benar apa kata bapak, semaunya gak ada yang tahu ayah Dera sekalipun baru tahu semalam karena Dera sudah hamil. Maka Dera meminta untuk di resmikan takut besok semakin besar pula perutnya. Oya pak saya terimakasih atas apa yang bapak tawarkan untuk membantu saya. Tapi nanti jika kami butuh akan memintanya pada Bapak", kata Aran langsung pada intinya.
" Ayah...".
__ADS_1
Suara anak laki-laki yang langsung berlari ke arah Aran. Teo yang baru bangun langsung meminta gendong sang Ayah. Rasanya ia ingin memamerkan jika ia sudah memilki seorang Ayah seperti yang lain.
Karena penampakan itu pak RT langsung kaget ternyata ia kalah informasi. Nyatanya Teo aja sudah memanggil dengan sebutan Ayah. Karena malu akhirnya ia dan rombongan langsung pamit dari rumah pak Toso. Semuanya di tampar keras oleh Teo yang menyebutnya dengan sebutan Ayah tadi.
Diperjalanan anak buah Bagus langsung menghubungi jika mereka gagal melakukan apa yang Bagus mau. Dan ternyata calon suami Dera lebih pintar dari mereka itu. Dan begitupun dengan Bagus ia tah henti-hentinya mengumpat dalam hal ini. Ia yang marah-marah ini sedang ada di kamar mandi jadi Gendis tak mendengarnya sama sekali. Karena fokus pada anaknya Gendis tak pernah memperhatikan sang suami yang sedikit berbeda. Jika Bagus ketahuan maka dapat dipastikan akan ada perang dunia ke 5 nantinya.
Tak mendapatkan Dera dengan satu cara akhirnya Bagus meminta anak buahnya tadi menyusun rencana lagi. Tapi belum juga panggilan itu selesai akhir baterai dari anak pak RT mati. Jadi terputus deh pembahasannya.
Sedangkan yang masih ada di dalam rumah pak Toso tadi sarapan sambil mengucapkan atas apa yang sudah dilakukan oleh Aran itu terbaik. Tak menyangka jika Aran berani melakukan hal ini sampai ia main tangan tadi.
" Nak terima kasih atas semuanya. Bapak yakni jika Dera memang tercipta untukmu, jadi bapak mohon jaga dia ya. Aku ingin anak Bapak mendapatkan yang terbaik", ucapan pak Toso pada Aran tadi.
" Iya pak, semuanya adalah tanggung jawab Aran. Dan dengan adanya ini Aran minta semaunya ikut Aran ke Jakarta ya. Aku ingin bapak, Ibuk serta Teo merasakan hidup dengan kami. Aran akan cari orang untuk menjaga rumah bapak agar tetap terawat nantinya pak", mohon Aran sambil memegang tangan pak Toso. Ia ingin merasakan memiliki kedua orang tua yang utuh lagi, dimana di saat ia lelah dengan pekerjaan ada orang tua yang bisa diajak bertukar pikiran.
__ADS_1
********
Apakah jawaban dari pak Toso dan ibuk Rini. Aku berharap jika keluarga ini bisa bersatu dan bahagia. Bagimana dengan kakak semua. Dukung dong dengan tap ❤️...