MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU

MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Aran dan Nanang yang memperebutkan Dera


__ADS_3

Setelah turun dari pesawat Aran langsung menghidupkan ponselnya untuk memesan aplikasi taksi. Tapi ia malah mendapat pesan WhatsApp dari Raka dan pas ia buka ia langsung mengepalkan tangannya. Mengingat ucapan sang ibu tuan Qosim yang meminta Dera untuk menikah dengan sang anak. Hancur perasaan Aran membayangkan Dera akan di miliki laki-laki lain. Tak ingin membiarkan waktu terbuang sia-sia akhirnya Aran berlari untuk segera tiba. Ia berdoa agar Dera dan sang bayi tak terjadi sesuatu.


Sesampainya di rumah sakit Aran langsung menghubungi sang asisten dan menanyakan di mana ruangan Dera. Karena Raka duluan yang mencari bos besar akhirnya Raka bertugas untuk kembali ke pabrik dan membawa koper yang masih ia bawa.


"Di mana ruangan Dera di rawat Aran?".


" Di UGD bos, masih dalam penanganan".


"Ya udah tugas kamu selesai, kamu kembali ke pabrik dan bawa koper ini. Tapi mobil kamu yang bawa sini gantian aku yang bawa kamu naik taksi aja". Seenaknya jidat bos Aran sudah di bantu tapi tetap saja menyusahkan. Akhirnya Raka menyerah kunci itu dan pergi sambil cemberut.


Aran langsung berlari ke arah UGD dimana keluarga tuan Nanang Qosim ada. Empat orang yang ada di sana menatap Aran dengan tanda tanya. Hanya Nanang Qosim yang sudah kenal dengannya.


"Kenapa ada ada di sini juga tuan Aran?", tanya Nanang yang langsung berdiri di tempatnya tadi. Sedangkan sang Ibuk dan nenek yang masih dengan sang asisten melihat hal itu.


"Karena aku akan menunggu istri saya. Anda tahu siapa Genduk yang ada cemaskan tadi. Dan apakah ada juga tahu siapa Dera yang di minta oleh Ibuk dan nenek anda untuk menikah dengan anda?.


Ya dia GENDUK DERANI milik ku. Aku suaminya dan dia sedang mengandung anak ku tuan Nanang Qosim", penjelasan yang membuat semua orang yang ada di situ kaget bukan main. Nada bicara Aran juga berubah seolah-olah ia yang memilki Dera.


"Tapi Dera hanya nikah siri, dia pernah cerita padaku jika suaminya ternyata menikah siri karena dia sudah memilki istri yang juga hamil besar tuan. Kami menyayangi Dera kami tak akan merelakan Dera kesakitan lagi. Lepaskan dia untuk anakku yang mana mereka sudah mengenal dari dulu. Mereka pernah menjalani hubungan sebelum Dera menikah dengan suaminya pertama tuan", penjelasan Ibuk Ratmi yang Aran juga kaget. Ternyata tuan Qosim lebih dulu mengenalnya. Dia takut jika Dera akan memilih bersama dengan Qosim daripada dengannya.

__ADS_1


Sambil menunggu kabar dari ruang UGD tadi semuanya duduk dan memikirkan nasibnya masing-masing. Terlihat aura permusuhan dari Aran dan Qosim untuk saling mendapatkan Dera. Saling duduk berlawanan arah sambil menunggu kabar selanjutnya dari dokter.


Ibuk Ratmi dan nenek binggung jika nanti Dera akan diambil oleh suaminya. Mereka semua berharap jika Dera akan jadi menantu di rumah mereka. Hidup bahagia bersama Nanang dan anaknya nanti.


"Check,,


Suara pintu terbuka oleh sang dokter. Dari raut wajahnya dokter seperti menyimpan sesuatu yang sulit akan di ungkapkan. Sedangkan Aran dan Nanang berlomba untuk cepat sampai di depan dokter tersebut.


"Dimana suami pasien?". Dokter tadi binggung karena ada dua laki-laki yang mendekatinya.


"Sa,,," ucapan kedua orang tadi. Tak sampai selesai akhir Aran dan Nanang saling tatap karena tak mau kalah sama sekali.


"Mana yang benar suami pasien sedang kritis dan kalian hanya bermain-main!", sentak dokter frustasi. Baru kali ini pasiennya memiliki dua suami padahal biasanya dua istri yang ia temui.


"Tapi dia hanya suami siri dok, tak pantas untuk di panggil suami karena sudah menyia-nyiakannya", sanggah Nanang tak terima.


Dokter kaget dan geleng-geleng kepala karena kedua orang yang ada di depannya. Tak mau berdebat lagi akhirnya dokter pergi ke arah ruangannya. Sama saja jika ia membicarakan hal ini pada kedua orang tadi. Padahal dari penampilannya mereka seperti orang yang mapan dan berpendidikan tapi melakukan masih seperti preman.


Aran dan Nanang yang di tinggalkan oleh dokter tadi langsung berlari menyusul ke ruangan dokter berharap mendapatkan informasi yang ia inginkan tentang Dera.

__ADS_1


"Dok apakah yang terjadi dengan istri saya dok?", tanya Aran yang masuk dan ikut duduk di depan dokter tadi duduk.


"Udah yang berantem!!, bapak semua seperti ABG lagi rebutan gebetan aja. Kasian kan istrinya mempertaruhkan nyawanya. Dia seperti setres dan kandungannya lemah sekali. Mungkin kandungannya juga tak bisa di selamatkan jika tadi tak kunjung datang tepat waktu. Apa karena istri anda setres memiliki suami dua seperti anda semua. Aku yang baru pertama kenal dan lihat anda saja sudah setres apalagi harus menghadapi tiap hari". Kemarahan dokter yang gantian di perhatikan oleh Aran dan Nanang tadi.


"Iya pak maafkan kami, bisa jelaskan lagi pak", gantian Nanang yang memohon pada dokter tadi.


"Istri anda sudah kami masih obat penenang dan obat penguat janin. Tapi jika sore nanti janin itu tidak bisa bertahan maka itu akan lepas sendiri karena semua itu kuasa Tuhan. Kami hanya perantara saja. Sebisa mungkin buat dia bahagia dan buat di tak memikirkan apapun", penjelasan dokter tadi.


Aran tak berkata apapun karena ini menyangkut nyawa anaknya. Padahal ia ingin anak itu tumbuh besar dan akan menjadi penerusnya. Jika Dera benar-benar keguguran mungkin ia tak bisa menahan dia menjadi istrinya lagi.


Tapi ia tak mau memperlihatkan kekecewaannya didepan Nanang karena akan jadi kunci Nanang Qosim untuk menjatuhkannya nantinya.


Setelah penjelasan dari dokter tadi keduanya kembali ke ruangan Dera dan pas mereka tiba Dera juga akan di pindahkan ke ruangan khusus untuk mudah dokter mengawasinya. Aran begitu ngilu melihat Dera yang sedang di pindahkan itu, wajahnya yang begitu pucat dan pastinya ia merasakan sakit. Ia suami yang tak bisa membahagiakan istrinya sampai-sampai Dera tahu-tahu mengalami ini semua. Selama dua bulan ini ia merasa tak dapat menemukan dia dimanapun. Seperti tertelan bumi, tapi siang ini ia tahu betapa ia gagal untuk menjaganya.


"Nak, aku sama nenek pulang dulu ya. Selesaikan urusan kalian bawa Dera ke rumah lagi ya", ucapan Ibuk Ratmi yang merasakan hawa tak nyaman di dekat anaknya dan Aran sang suami Dera. Apalagi jadwal minum obat Ibuk mertua juga.


"Iya buk Dera akan pulang bersamaku dan akan tetap tinggal bersama kita. Ibuk sama nenek tenang ya dia akan kuat", sahut Nanang menguatkan orang tuanya. Padahal ia sendiri takut jika Dera memilih bersama dengan Aran sang suami.


Tinggal Aran dan Nanang yang masih setia di rumah sakit. Mereka duduk berjauhan karena tak mau menimbun ke kebisingan lagi. Aran langsung menghubungi nomor Raka untuk mencari tahu alamat rumah Dera. Untuk jaga-jaga Aran langsung maju satu langkah dari Nanang. Walaupun Aran sudah dekat dengan keluarga Dera tapi belum tahu hubungan apa sebenarnya Dera dan Nanang saat ini.

__ADS_1


***


Yuk kakak tinggalkan komentar kakak agar aku cari jalan terbaik untuk Dera dan siapa yang akan Dera pilih nantinya. Salam sehat selalu kakak.🥰😍🥰😍


__ADS_2