Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez

Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez
39 (Season 02)


__ADS_3

Mungkin di akhir-akhir cerita ini bakalan enggak seru, jadi kalau mau baca silahkan semoga suka, dan kalau enggak mau baca karena bosan enggak papa kok ditinggalkan aja hehe :)


***


"Bunda! Varo di sini!" teriak Varo ketika melihat sang bunda berada di antara para orang tua yang sedang menunggu anaknya.


"Lihat, itu bunda Varo, bunda kamu mana?" tanya Varo pada gadis kecil berambut pendek bersamanya. Gadis itu mungkin seusia Varo, dan mungkin juga gadis itu teman sekelasnya.


"Bunda? Aku dijemput sama daddy," ucapnya. "Good bye Varo, see you," gadis kecil itu pergi untuk mendatangi sang ayah yang sudah menunggunya.


"Bye bye Xena!" balas Varo. Kemudian Varo berlari mendekati bundanya.


"Bunda, hai," sapanya.


Viola melambaikan tangannya, ia tersenyum, tak terasa anaknya sudah mulai bersekolah. Rasanya baru saja ia melahirkan Varo kemarin, dan sekarang anaknya sudah masuk sekolah saja.


"Bunda, Keong mana?" tanya Varo ketika tidak melihat adiknya.


"Keong? Varo memelihara Keong ya, Bun?" tanya salah satu orang tua di sana.


Viola tersenyum. "Enggak, Keong itu adiknya Varo, namanya Keo tapi Varo nyebutnya Keong," jawab Viola. "Mari, Bu," pamit Viola.


Viola pun memimpin Varo untuk menuju mobil miliknya.


"Bundaaa, Keong endak ikut?" tanya Varo lagi.


"Enggak, sayang. Dede Keo lagi tidur di rumah, Abang mau ke mana lagi?" tanya Viola.


"Varo mau pulang," jawabnya. "Bunda! Itu Yaya!" tunjuk Varo pada gadis kecil yang baru saja keluar dari sekolah di samping TK Varo.


"Oh iya."


"Yaya!" teriaknya. "Bunda ayo kita datengin Yaya dan tante Lili," ajak Varo.


Viola pun mengikuti kemauan Varo.


Sesampainya di sana, Varo langsung menyapa Yaya. "Yaya, hai," sapanya. "Yaya, Varo punya temen baru lho, namanya Xena. Pakai X bukan S," cerita Varo


"Yaya juga punya temen baru, namanya Jerry."


"Hah? Jeli?" Varo tertawa.


"Bukan Jeli tapi Jerry," koreksi Yaya.


"Hihi namanya sepelti Jeli," oloknya lagi.


Prilly hanya menggeleng melihat tingkah anak Viola itu.


"Keo enggak ikut, La?" tanya Prilly.


"Enggak, lagi tidur, jam segini mah emang waktunya dia tidur," jawab Viola. "Yeya udah gede ya? Udah tumbuh gigi belum?" tanya Viola.


"Mama liat gigi dong, ii?"


Si kecil Yeya langsung menunjukkan beberapa giginya yang sudah tumbuh.


"Giginya udah banyak ya? Keo mah baru tiga atas dua bawah," kata Viola.


"Bunda, ayo pulang, Varo laper," ucap Varo. "Ajak Yaya ya, Bunda?"


"Ajak tuh Tante Lili, mau enggak dianya?" suruh Viola.


"Tante Lili, ikut Varo ke rumah ya?"


"Yaya mau enggak?" tanya Prilly pada anaknya. Yaya mengangguk mengiyakan.


"Yey!!" sorak Varo.


"Kamu naik apa Pril?" tanya Viola.


"Taksi online," jawabnya. "Aku nebeng kamu aja ya, nanti minta jemput Anton ke rumah kamu," ucap Prilly lagi.


"Siap!"


***


"Assalamualaikum, nenek, Keong! Varo pulang!" Varo berlari dengan tas ranselnya, anak itu nampak tak sabar untuk masuk ke rumah. Diikuti oleh Viola, Prilly dan anaknya.


"Assalamualaikum! Nenek, Keong?!"

__ADS_1


"Waalaikum salam," terdengar suara sahutan dari dalam rumah.


"Nenek, Keong, hai," sapa Varo, ia mencium tangan sang nenek lalu menyenggol kaki adiknya.


"Abang udah pulang, gimana sekolahnya? Seru enggak?"


"Seru! Varo suka, banyak teman-teman! Nenek tau enggak, Varo punya temen baru lho namanya Xena, pake X bukan pake S. Terus Bobby, terus Teo, Bunga, emmm Varo lupa lagi lah," ucapnya. "Varo juga main bola sama Bobby sama Teo sama teman-teman lain, tapi Xena endak mau main, katanya bola untuk anak laki-laki," kata Varo lagi.


"Suka kan? Nenek udah bilang, sekolah itu suka, banyak temen," ucap mama Lia.


"Betul betul betul," Varo tertawa. "Yaya, ayo main!" ajak Varo.


"Mama, boleh?" tanya Yaya pada ibunya.


Prilly mengangguk, ia mengusap surai Yaya yang berkepang itu. "Boleh, tapi bajunya ganti dulu,


"Tapi Yaya endak ada baju, Ma."


"Oh iya ya, Mama lupa."


"Kalo enggak salah aku ada nyimpen baju Yaya deh, habis dari Kalimantan itu lho, bentar ya aku ambil dulu." Viola beranjak untuk mengambilkan baju Yaya.


"Tante apa kabar?" tanya Prilly pada mama Lia.


"Alhamdulillah, baik. Kamu gimana? Katanya kemarin sakit ya?" tanya mama Lia, memang Prilly sempat sakit selepas pulang dari Kalimantan. Maklum, Prilly tidak pernah naik kapal laut.


"Udah mendingan, Tan," jawab Prilly.


"Kan ada, Pril." Viola datang dengan membawa sepasang baju kecil milik Yaya.


"Yaya sini dulu, Mama pakein baju," panggil Prilly.


Yaya datang bersama Varo yang sudah mengganti pakaiannya.


"Itu baju Yaya ya Tante Lili?" tanya Varo.


"Iya, ini baju Yaya," jawabnya.


Varo hanya ber'oh' ria.


"Mama, Yaya main dulu ya," kata Yaya.


"Ma aku masak, titip Keo dulu ya?" ucap Viola.


"Iya, Yeya juga sini sama Nenek, biar Mama kamu bantuin tante Viola masak. Jarang-jarang lho mama kamu main ke sini, biar di suruh jadi ART dulu," kata mama Lia.


Prilly tertawa. "Tante bisa aja," ucapnya.


***


Setelah kepulangan Prilly, Viola langsung berberes rumah. Ia menyuruh Varo dan Keo untuk tidur siang karena sekarang sudah pukul satu siang.


"Viola, nanti mama mau nginep di rumah mami kamu, kasian mami kamu sendiri. Kebetulan papa juga lagi ikut Dion ngurusin perusahaan tambang di Papua, maklum Dion kan baru," ucap mama Lia.


"Oh, iya Ma enggak papa kok, atau aku ikut juga?" tawar Viola.


"Enggak usah, Mama juga pengen bawa Keo sama Varo. Kan bagus juga buat kamu sama Ardo, kapan lagi kalian bisa berduaan," goda mama Lia.


Pipi Viola bersemu, fikirannya sudah melayang jauh. "Apaan sih, Ma."


"Ih Mama bener lho, Mama sih ngarepnya denger berita baik lagi dari kalian, kan rumah masih sepi anak perempuan," kata mama Lia.


"Kayaknya kode minta bikin cucu perempuan nih Mama."


Mama Lia tertawa. "Kalian kan masih muda, sehat, dan berkecukupan. Baguslah kalau punya anak banyak, biar masa tuanya enggak sendiri terus kayak Mama sama papa," jawab mama Lia.


Kali ini Viola yang tertawa mendengar ucapan mama Lia. "Kalau punya banyak anak nanti bakalan Mama juga ikut repot," katanya.


"Halah kamu ini, malahan Mama seneng banget kalau punya banyak kurcaci, rumah jadi enggak sepi."


Ye si Mama mertua, pepet aja terus si mantu biar nambah anak lagi. Dikira printer apa yang bisa nyetak semaunya.


"Nanti deh Ma, aku fikirin lagi," katanya. "Eh Mama jam berapa ke rumah mami? Biar aku anter."


"Ngapain nanya gitu? Mau cepet berduaan sama suami kamu ya? Honeymoon lagi gih, biar kalian tambah cihuy," goda mama Lia lagi.


"Mama ih dari tadi godain Mulu," kesal Viola.


"Beneran lho, kayak iklan si Baim itu lho yang bunyinya gini supaya honeymoon terus sampe puas, nah kalian juga," kata mama Lia.

__ADS_1


"Ih Mama apaan sih, dah ah Ma, aku mau bikin cemilan dulu," ucap Viola, bisa-bisa kebakar wajahnya kalau mama Lia terus-terusan menggodanya.


***


Sore ini Viola sendirian di rumah, mama Lia sudah pergi sekitar dua jam yang lalu bersama Varo dan Keo. Rasanya sangat sepi mengingat hari-harinya selalu berisik akibat celotehan Keo dan juga ucapan absurd Varo.


Benar kata mama Lia, sekarang ia juga merasa kesepian karena anak-anaknya pergi sebentar. Mungkin jika sudah tua nanti dia juga akan mengalami hal seperti ini.


"Chat mas Ardo aja deh," ucapnya. Ia lalu mengetikkan pesan untuk suaminya.


Mas


Centang satu, hingga beberapa menit kemudian masih centang satu.


"Tumben banget centang satu?"


Viola mengirim pesan lagi hingga menit ke 40 akhirnya centang dua juga.


Viola pun mengspam chat Ardo.


Mas


Yuhuu


Haloo


Mas Ardoo


Mass


Suamikuuu


Cintakuuuu


Mas


Bales


Istri


Lagi


Kesepian


Anak-anak dibawa mama k rmh mami


Mas~


Bales dong


Sederet chat itu Viola kirimkan namun sama sekali belum ada yang terbaca.


"Ish! Mas Ardo kok enggak bales padahal online! Sibuk banget ya sampai lupa bales chat istri," gerutu Viola. Online tapi enggak dibales, sakit enggak tuh?


Akhirnya setelah sekian lama, Ardo membalas pesan Viola.


H?


Eh si any*ng! Spam chat cuma dibalas itu doang? Sabar.


Belum pulang?


Blm


Kapan?


nnti


Mas, kamu kok bikin aku kesel?!


klau bkn ksl ngg ush cht


Viola menahan nafas lalu mengeluarkannya, darahnya tiba-tiba naik ke atas kepala. Lalu ia berteriak memberikan voice note pada Ardo.


"JING**AAAAAAN! AWAS LO KADAL BUNTING!"


***


Jangan lupa jempol dan komentar :)

__ADS_1


Sudah mau tamat lho, mau up enggak? Kalau mau, ditingkatin lagi jempol dan komentarnya :))))


__ADS_2