
Selamat pagi senin :)
Dan selamat beraktifitas ehehe
Happy Reading dan semoga terhibur :)
***
"Ahhh... "
Pada pelepasan terakhirnya laki-laki itu ambruk di tubuh ****** di bawahnya.
"Lo emang enak dipakai, masih aja kayak kemaren-kemaren," pujinya.
****** itu tersenyum mendengar pujian yang dilotarkan padanya.
"Tentu saja, sayang. Aku akan selalu bisa memuaskanmu,"
"Lo tau enggak, kemaren gue ketemu Viola. Gila makin berisi aja tuh punya mantan gue," ucapnya.
"Oh ya? Gue denger dia habis melahirkan, enak kayaknya kalau lo main sama dia apalagi dia kan ada ASI,"
"Enak sih apalagi gue masih kagak rela ngelepasin dia dulu, tapi gimana mau maen orang dia udah punya suami,"
"Bukannya lo udah sering maen sama istri orang?" ejek si wanita ****** itu.
"Iya sih," laki-laki itu terkekeh.
"Gue tau gimana biar lo bisa maen sama dia,"
"Gimana?"
Wanita itu tersenyum. "Ikutin apa kata gue, dan lo bisa langsung maen sama dia,"
Joshua tertawa. "Mikirin Viola bikin gue pengen lagi," tanpa aba-aba Joshua langsung memasukkan miliknya ke dalam wanita ****** yang masih berada di bawahnya itu.
***
Viola melihat sosok mami Tania sedang termenung di bangku di luar ruangan.
Ia menghampiri orang yang sudah melahirkannya itu.
"Mi," panggilnya.
Mami Tania menoleh ke arah Viola, wanita paruh baya itu tersenyum melihat kehadiran anak dan mantunya ini.
"Kalian kok udah pulang, gimana peresmiannya?" tanya Mami Tania. Meskipun tersenyum, nampak sekali gurat-gurat lelah yang tercetak di kulit wajah yang mulai mengerut dimakan usia.
"Keadaan papi gimana, Mi?" tanya Viola tanpa menjawab pertanyaan sang mami.
Mami Tania tersenyum. "Papi harus di opname, jantung papi lemah karena kebanyakan bekerja," jawab Mami Tania. Ia sudah melarang sang suami yang terlalu lelah dalam bekerja. Memang perusahaan sudah dikerjakan Marvel, tetapi tetap saja papi Galih ingin bekerja membantu sang anak.
"Bukannya udah diurus bang Marvel, Mi?"
"Kamu taulah papi keras kepalanya minta ampun, dia ingin bekerja juga meskipun udah diurus abang kamu," jawab Mami Tania.
"Kita boleh liat papi?"
"Boleh, masuk aja, Mami nunggu di sini,"
Viola mengangguk, ia tau sang mami tidak tahan melihat keadaan papi seperti ini. Karena sudah Viola bilang papi itu jarang sakit, sekalinya sakit maka akan seperti ini.
__ADS_1
Setelah masuk ruangan mereka melihat papi Galih sedang tertidur dengan alat yang menempel di dada bagian jantungnya. Viola merasakan deja vu ketika melihat keadaan seseorang dengan alat bantu untuk hidup.
Mata papi Galih terbuka, ia melihat putri bungsunya beserta suaminya ada di sini. Papi Galih tersenyum.
"Pi," sapa Viola. Ia mendekat ke brankar di mana papi Galih dibaringkan, lalu mencium tangannya diikuti Ardo.
"Papi baik-baik aja, enggak usah khawatir," ucap papi Galih.
"Harusnya Papi istirahat aja biarin bang Marvel yang ngurusin kerjaan," ucap Viola. Ingin ia mengomel panjang lebar tetapi melihat kondisi sang papi begini ia tidak akan tahan untuk memarahi nya.
"Papi kasian sama abang kamu, kalau kerja terus kan gimana dia mau nyari pasangan? Papi khawatir dia menyendiri terus, sedangkan umurnya udah tua," canda papi Galih. Pria paruh baya itu tertawa kecil untuk meredakan kecemasan dari sang anak.
Mau tidak mau Viola tertawa karena candaan papinya ini. "Ya enggak lah Pi, si abang udah ada sebenernya, emang dianya belum mau ngenalin ke keluarga," jawab Viola.
"Beneran?"
"Bener, Pi. Tanya aja tuh ke orangnya," tunjuk Viola pada Marvel yang baru datang dari kantornya. Sengaja ia enggak pulang ke rumah, ia ingin menjaga ayahnya itu meskipun sudah ada sang mami.
"Apa?" tanya Marvel bingung.
"Beneran kmau udah punya calon?" tanya papi Galih.
Marvel memincingkan matanya. Soal ini lagi?
"Calon apa? Calon pegawai? Ada, aku udah seleksi tadi," jawab Marvel.
"Calon istri, bukan calon pegawai," kata papi Galih. "Mana calon istrimu? Biar langsung lamar aja, takutnya keduluan Papi enggak ada," lanjut Papi Galih.
"Papi mau kemana? Enggak usah ngawur ah, Pi,"
"Papi enggak ngawur, makanya cepetan cari jodoh, biar kita ketemu sama keluarganya," kata papi Galih lagi.
"Papi sehat aja dulu, nanti baru aku kenalin," sahut Marvel.
"Apanya?"
"Kamu udah punya calon?"
Marvel mengangguk lalu menggeleng membuat mereka yang ada disana mengernyitkan dahinya.
"Masih proses, makanya tunggu Papi sembuh dulu baru aku ngebet dia lagi," jawab Marvel. Ia memang belum berpacaran tapi masih dalam proses mendekatkan diri atau bahasa gaulnya pedekate.
"Papi udah sembuh, enggak usah pendekatan lagi langsung tak lamar aja, mumpung Papi masih ada," lagi-lagi Papi berkata seperti itu.
"Pi ... "
"Papi beneran Marvel, selagi Papi masih ada buruan nikah, bahagiain orang tua itu pahala lho,"
"Pi, jangan ngomong gitu, Papi bikin kita takut aja," kata Viola. Sedari tadi ia ingin menyanggah ucapan nyeleneh dari sang papi.
"Umur manusia itu enggak ada yang tau, Papi bukan nakutin atau apa, tapi sebaiknya selagi masih memiliki orang tua lengkap ya kamu haru nikah dulu Vel, biar Papi hidup tenang," lagi-lagi Papi Galih tertawa seakan-akan kalimat yang ia ucapkan hanyalah sebuah gurauan semata.
"Pi... " lirih Viola. Entah mengapa ucapan papi Galih seperti ketakutan tersendiri baginya.
***
Ardo mengerutkan dahinya ketika ia melihat keberadaan Keo yang jauh dari rumah mama Lia. Ia sengaja memasang sebuah gps untuk mengetahui letak anak-anak nya jika berada jauh dari jangkauannya.
"Kenapa, Mas?" tanya Viola melihat raut kebingungan dari sang suami.
"Kenapa posisi Keo enggak di rumah mama ya, Yang? Dan liat, posisinya juga berubah-ubah," Ardo menunjukkan ponselnya pada Viola.
__ADS_1
"Mungkin lagi dibawa mama jalan-jalan, kalau Varo?"
"Varo enggak terdeteksi, Yang. Di watch phone nya juga enggak bisa aku liat, bisa jadi watch phone nya mati," ucap Ardo. Ia mulai khawatir jika terjadi sesuatu pada anak-anaknya.
Chip kecil yang berisi gps dan alat perekam itu Ardo pasang pada benang hitam di pergelangan tangan Keo. Siapapun akan mengira itu hanyalah benang hitam biasa yang selalu digunakan oleh bayi. Sedangkan pada Varo, Ardo meletakkannya di sepatu, karena Ardo tau Varo tidak akan melepaskan sepatunya kecuali jika ia ingin tidur.
"Aku coba telpon Prilly dulu," Viola langsung menelpon sahabatnya itu.
"Pril, Varo sama Keo masih dengan kalian?" tanya Viola ketika telepon itu tersambung.
"Enggak, mereka udah aku titip sama tante Lia. Kenapa?"
"Enggak sih nanya doang," ucap Viola.
"Oh aku kira ngapain, udah dulu ya si Alea rewel nih,"
Viola bergumam lalu mematikan teleponnya. Ia mencari nomor telepon ibu mertuanya lagi.
Tersambung, tetapi tidak di angkat. Viola mencoba untuk menelpon lagi, karena masih tidak di angkat akhirnya Viola memutuskan untuk mengsms mama Lia.
To : Mama Lia
Ma, anak2 ad sama mama?
Setelah mengirimkan sms itu Viola mencoba kembali menelpon sang mertua.
From : Mama Lia
Ada, mrka lg main. Ndak usah tlpon mama lg sibuk
To : Mama Lia
Mama lg dmna?
Viola pun membaca balasan dari mama Lia. Masuk akal, mungkin beneran sibuk.
"Kata mama mereka ada sama mama," ucap Viola.
"Tapi, gps nya Keo terus berjalan, Yang. Kamu enggak nanya mama lagi dimana?"
"Udah, tapi belum dibales,"
"Reon, kamu ikuti gps putra saya," ucap Ardo dengan telepon di telinganya.
"Baik, Pak."
Meskipun sekarang Reon memiliki banyak pekerjaan karena Ardo pergi ke Kalimantan kemarin, tugas jika menyangkut anak dari sang bos adalah hal yang terpenting. Maka dari itu bergegas ia mengikuti gps dari putra bos nya.
"Yang, aku ke kantor dulu. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku," Ardo mengecup kening istrinya.
"Apa sebaiknya Mas istirahat dulu? Kan baru pulang dari Kalimantan,"
"Enggak dulu, aku mau ngerjain yang aku tinggal kemarin," jawab Ardo. "Aku pergi dulu,"
Viola mengangguk, lalu Ardo pun meninggalkan Viola di rumah sakit itu.
Viola merasa gelisah entah karena apa. Fikirannya terus melayang kepada anak-anak, ia hanya berdoa semoga saja anak-anaknya baik-baik saja di rumah. Jikapun benar mereka di ajak mama Lia jalan-jalan semoga mereka selamat sampai rumah.
***
Vote dan komen jangan lupa :)
__ADS_1
Pstttt, saya rencananya mau double up lho hari ini ... Makanyaa! Jempol dan komentar nya yaa
Oh iya cerita Dion udah dipublis yaa, judulnya CIUMAN (Cinta Untuk MANTAN) di wp ptrmyllln jangan lupa komentar dan vote di sana, kalau enggak nemu judulnya cari aja nama ptrmyllln pasti ketemu kok. Kalau enggak ketemu juga, artinya itu jodoh saya yang enggak nemu2😅