
"JANGAN BUNUH AYAH ANAK GUE!!"
"Please. Bawa Anton juga ke rumah sakit ... hiks ... hiks. Anakku juga butuh ayahnya," Prilly menangis saat melihat kondisi Anton yang sangat mengenaskan. "Aku yang akan menanggung apapun yang akan kalian lakukan padanya, tapi please bawa Anton ke rumah sakit,"
***
Setibanya dirumah sakit, Antonio dan Viola langsung ditangani tim medis.
Prilly masih saja menangis melihat kondisi Anton ditambah lagi kondisi Viola karena lelaki itu. Antonio dinyatakan koma karena pukulan dua lelaki jantan itu tidak main-main.
Viola sudah sadar satu jam yang lalu, sekarang mereka berkumpul diruangan Viola.
Ardo sedari tadi terus menggenggam sesekali mengecup tangan Viola. "Grace ... " gumam Viola.
"Grace?" beo Ardo. "Enggak usah mikirin orang dulu, fikirin tubuh kamu yang babak belur ini," katanya. "Grace tidak ada di sini, Marvel udah hubungi dia. Sebentar lagi mungkin dia akan jenguk kamu," jawab Ardo.
Viola tersenyum miris. Grace tidak akan pernah datang. "Grace ada di sana waktu itu," ucap Viola lemah. Ia ingin membongkar kedok wanita ular itu.
Semua orang di sana terkejut. "Apa maksudmu?" tanya Prilly. "Kita enggak melihat Grace di sana," lanjutnya.
"Aku tidak tau Grace yang mana, tapi sewaktu aku sampai di sana aku melihat seorang perempuan berlari keluar lewat jalan belakang. Aku sempat mengejar tapi saat itu aku dalam keadaan mabuk jadi tidak bisa menangkapnya, maafkan aku," ucap Milen menyengir. Dia memang melihat perempuan yang berlari di sana, namun karna Milen habis mabuk jadi dia tidak bisa mengejar perempuan itu.
__ADS_1
Prilly dan Marvel menatap orang asing ini. Mereka tidak kenal dengan Milen, entah siapa yang membawa wanita jalanan ini ke sini, pikir Marvel.
Milen yang sekarang ini mengenakan baju kaos gambar tengkorak dengan jaket denim kebesaran yang koyak serta celana yang dipakainya adalah celana yang tak layak pakai dalam artian sobek sana-sini. Ditambah lagi anting-anting yang berjejer rapi ditelinganya serta lipstik warna gelap yang membuat penampilan Milen seakan berbeda 180 derajat dari Milen yang kerap tampil didalam tv sebagai model internasional.
Ardo tidak terkejut lagi dengan penampilan Milen, memang begitu penampilan aslinya. Ardo akan terkejut jika Milen berpenampilan layaknya wanita normal jika tidak berada di dalam tv.
"Tapi kenapa Grace melarikan diri? Kenapa dia enggak nolong kamu?" tanya Prilly.
"Dia dalang dari semua ini," jawab Viola.
"Apa?!" Marvel dan Prilly terkejut setengah mati, bukan apa Grace yang notabenenya teman terbaik Viola itu tega menyelakai Viola seperti ini.
"Gue juga nggak nyangka, Pril. Grace orang terdekat gue setelah keluarga gue, tapi – tapi dia ... " Viola lagi-lagi terisak ketika mengingat Grace yang ingin membunuhnya. Kenapa Grace jadi seperti ini? Viola benar benar tidak menyangka.
"Dia—dia juga bilang kalo gue udah ngehancurin perjodohan dia sama Ardo, gue juga—"
"Saya?" potong Ardo.
"Iya, kamu. Dia bilang dia benci aku karna kamu dijodohin sama aku, dan ngebatalin perjodohan kalian."
"Saya tidak tau itu," jawab Ardo. Memang benar ia tidak tau bahwa ia juga pernah dijodohkan sebelumnya. Mama Lia pun enggak pernah bilang kalau Ardo pernah dijodohkan sebelumnya. Ardo berdecak dalam hati, ternyata selama ini mama Lia sudah berusaha menjodohkannya. Dasar mama Lia!
__ADS_1
"Hiks, kenapa Grace kayak gini Pril, kenapa?"
"Ststt ... udah, tenang Viola. Masih ada banyak yang sayang sama kamu. Kita semua juga enggak nyangka Grace kayak gitu."
Viola melepaskan pelukan Prilly, kemudian ia menatap Prilly lekat.
"Apa?" tanya Prilly bingung melihat tatapan Viola.
"Lo ke mana aja? Tiba-tiba ngilang, tiba-tiba datang, tiba-tiba hamil, tiba-tiba nyelamatin si brengsek itu!"
Prilly menunduk sedih. "Maafkan Anton, La. Anton enggak gitu orangnya, aku yakin dia ada yang ngehasut dia. Aku tau Anton enggak akan melakukan ini pada wanita jika enggak ada alasan," bela Prilly.
"Aku pergi ke Meksiko, aku tinggal di sana," ucap Prilly. "Tiga minggu lalu aku pulang ke sini karena ancaman Antonio," Prilly menatap Viola, "dia nanya siapa suami kamu ke aku. Sedangkan aku enggak tau kalau kamu udah menikah, dia paksa aku hingga aku bisa hamil gini," Prilly mengusap bulir air mata yang jatuh dari pelupuk matanya. Dia benci pria itu, namun dia juga sangat mencintainya. Meskipun sudah bertahun tahun tidak mendengar kabar lelaki itu namun rasa untuk Anton masih sama seperti dulu.
"Aku tau dia ada niat buat culik kamu, aku fikir itu hanya akal-akalan dia aja supaya aku bisa tunduk sama dia tetapi aku enggak nyangka dia beneran culik kamu. Setelah itu dia juga bilang ke aku kalau dia ingin balas dendam dengan Ardo karna udah bunuh Rosie—"
"Ini salah saya—"
Semua orang disana menatap Ardo bingung. Kecuali Viola, dia sudah tau apa yang terjadi pada Anton. Hanya saja ia masih tak percaya jika Ardo beneran yang membunuh Rosie.
"—saya harus luruskan kesalahan pahaman ini," ucap Ardo tegas.
__ADS_1
***
(Yo gaess ini baru konflik pertama loh yaaa belum kedua dan ketiga hehe)