Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez

Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez
Empatpuluhsatu


__ADS_3

Prilly berlari tergesa-gesa saat mendengar kabar bahwa Anton sudah sadar dari komanya. Sudah tau kan Prilly sangat mencintai Anton? Maka dari itu meskipun Anton adalah iblis tapi rasa cinta itu ibarat malaikat yang bisa menetralkan iblis di tubuh lelaki itu.


"Anton,"


Anton yang sedang termenung itu menoleh ke arah suara orang yang sangat dicintainya. Tanpa sadar mereka sudah saling mencintai namun hanya menggantung saja, tidak ada yang bisa menggapai gantungan itu.


"Anton,"


Suara lirih itu lagi membuat Anton menoleh. Ia tersenyum lalu merentangkan tangannya.


"Prilly,"


Prilly berlari dan langsung menghambur kepelukan Anton.


"Akh," ringis Anton saat Prilly memeluknya terlalu kencang.


"Ma-maaf. Masih sakit kah?" tanya Prilly khawatir. Anton menggeleng sambil tersenyum.


"Enggak. Ini enggak seberapa sakitnya," ucap Anton tersenyum. Namun wajahnya kembali datar. "Prilly," panggilnya.


Prilly mendongak dengan berlinang air mata. "Apa?"


"Kamu ... hamil?"


Tiba-tiba tubuh Prilly menegang, ia berdiri dengan kepala menunduk.


Prilly mengangguk. "I-iya," lirihnya. Sejujurnya ia sangat takut jika anton tidak menerima anak itu.


"Anak aku?"

__ADS_1


Lagi lagi Prilly mengangguk. "Kamu fikir aku pernah tidur dengan pria lain?"


Anton menatap lekat Prilly. Wanita itu semakin ketakutan, besar kemungkinan bahwa Anton tidak akan menerima anak di kandungannya.


"Aku akan pergi jika kau menginginkan itu," ucap Prilly.


Baru saja Anton membuka mulutnya Prilly langsung memotong ucapan itu. "To-tolong jangan suruh aku aborsi—"


Anton langsung merengkuh pinggang Prilly. "Aku gak mungkin nyuruh kamu lakuin hal yang bodoh itu, anak ini adalah darah daging ku sendiri," ucap Anton kemudian ia mendaratkan kecupan-kecupan kecil di perut Prilly yang terhalang bajunya.


"Daddy here, baby," sapaan Anton itu membuat Prilly menangis haru. Ia tidak menyangka bahwa Anton menerima anak ini dengan terbuka lebar.


Anton menatap Prilly lalu ia tersenyum, inilah saatnya. "I love you," ucap Anton.


Prilly menegang, jadi cintanya tidak bertepuk sebelah tangan?


"Aku mencintaimu, Prilly. Sejak dulu, sejak Rosie membawamu ke rumah. Aku sudah mencintaimu,"


"Bisa kita bicara sebentar, Antonio?"


Antonio memandang tajam orang itu. Berbeda saat Antonio menatap Prilly.


"Kenapa Anda ke sini?" tanya Anton dingin.


Anton memandang ruangannya. "Kenapa lo bawa gue ke sini?! Kenapa lo gak bunuh gue sekalian?! Supaya gue bisa nemenin adek gue. Oh tidak! Adek gue gak sendirian. Adek gue bersama anak kalian disana. LO BRENGSEK ARDO!—"


Dengan cepat Prilly menenangkan Anton. Pria itu adalah pria yang emosinya tidak bisa terkontrol jadi dengan adanya Prilly bisa menjadi penetral amarah Anton.


"Antonio, saya tidak pernah sekalipun menyentuh atau bahkan membunuh adikmu! Saya bukan—"

__ADS_1


"Cih! Penjara bakal penuh kalo maling ngaku!" ketus Anton.


"Saya harap kamu tidak salah paham lagi setelah baca ini," Ardo mengeluarkan secarik kertas yang sudah agak lusuh kemudian di berikannya kepada Anton.


Anton mengangkat sebelah alisnya. Dengan ragu ragu Anton mengambil dan membaca kertas itu.


Dear, Kak Anton.


Hai kak, ini adikmu yang cantik hehe.


Mungkin saat kak Anton baca surat ini, Rosie sudah berada di tempat ternyaman Rosie selain rumah kita.


Kak Anton, Rosie minta maaf karna Rosie sudah mengecewakan kakak. Rosie yang bodoh kak, hanya karena perkataan kak Ardo, Rosie terbawa emosi lalu tanpa sadar Rosie pergi ke club dan melakukan hal yang seharusnya Rosie hindari.


Kejadian itu membuahkan hasil yang tidak Rosie inginkan. Rosie hamil. Rosie tidak tau siapa ayah bayi Rosie, kak. Maaf. Maaf. Maaf kan Rosie kak.


Rosie tau, ini salah. Tapi mau bagaimana lagi. Rosie tidak mau bayi Rosie lahir tanpa tau siapa ayahnya. Terpaksa Rosie harus lakukan ini. Rosie kotor, Rosie sudah hancur, Rosie enggak mau jadi beban hidup kakak lagi. Rosie enggak mau mereka mencela kakak gara-gara Rosie yang hamil diluar nikah.


Kalau nanti kak Ardo minta maaf pada Rosie, bilang padanya Rosie udah memaafkannya. Hehe Rosie pede banget ya, mana mungkin kak Ardo minta maaf orang itu salah Rosie kok.


Rosie hanya bisa menuliskan kata maaf yang sebesar besarnya.


Terima kasih untuk semuanya kak. Terima kasih kakak sudah merawat Rosie dengan baik.


Kakak harus bahagia meskipun tanpa Rosie.


Kejarlah kak Prilly. Rosie tau kakak mencintai kak Prilly begitupun sebaliknya. Maka dari itu Rosie mohon berbahagialah kalian bersama.


Maaf dan terimakasih untuk segalanya kak. Rosie sangat menyayangi dan selalu menyayangi kakak, kakak harus ingat itu.

__ADS_1


Good bye kak :*


Rosie Clementine Hunter.


__ADS_2