
"Kamu ngerasa aneh nggak sih sama mereka?" tanya Viola pada Ardo yang masih asik dengan laptopnya.
"Aneh gimana?" tanya Ardo, namun ia tidak menoleh pada istrinya itu. Biasalah, pekerjaan lebih penting dari segalanya.
"Ya enggak gimana-gimana si, cuma si Grace kan biasanya takut tidur sendiri, nah anehnya kok dia malah maksa ya? Itu juga, si Dion dan Marvel, heran kok bisa mereka kompakan nginep sini?"
"Perasaan kamu aja," tidak ada respon dari Viola. Ardo sebenarnya juga menaruh curiga pada sepupunya, abang ipar, juga sahabat istrinya itu. Tapi masa bodohlah, mungkin hanya perasaannya saja.
Viola menaikkan selimut sampai dada, ia bersiap untuk tidur mengingat hari sudah larut. Sedangkan Ardo, ia masih betah dengan laptop yang sedari tadi berada di hadapan itu. Sebelum tidur ia harus mengecek atau mengerjakan beberapa dokumen di dalam laptop berlabel apel yang tidak utuh itu, hal tersebut sudah menjadi rutinitas Ardo sebelum tidur. Ardo memang tidak memiliki ruangan khusus bekerja, kamar itulah yang menjadi ruangan ternyamannya dalam bekerja.
Sudah hampir setengah jam Viola bergelung dalam selimut tapi ia tak juga dapat tertidur. Matanya tidak bisa terpejam, ada hal lain rasanya meledak dalam tubuhnya.
Entah mengapa Viola merasakan jantungnya berdegup kencang, nafasnya memberat, juga keringat yang sudah bercucuran padahal AC di kamarnya itu menyala. Ia merasakan hawa panas, tapi hawanya berbeda, ia tidak bisa menjelaskan perasaan itu.
Rasa panas tersebut semakin menjadi, Viola memutuskan untuk mandi air dingin. Siapa tau aja rasa panas tersebut hilang.
Namun, meskipun telah mandi, Viola masih saja merasakan panas, hasrat ingin disentuh pun tiba-tiba mendatangi Viola. Viola sudah tak tahan lagi.
Glek
Viola menelan saliva ketika melihat Ardo yang entah mengapa berkali kali lipat lebih seksi malam ini. Mengapa Viola baru sadar bahwa Ardo sangat tampan dan seksi? Uh sialan! Viola tidak tahan lagi.
__ADS_1
"Ardo," panggil Viola dengan suara serak, tatapan mata Viola sayu tanda ia sedang menahan gairah yang memuncak. Viola tidak tau kenapa dia seperti ini.
Merasa namanya dipanggil, Ardo mengalihkan pandangannya dari laptop. Ia pun terkejut dengan mata membola melihat keadaan Viola yang hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya.
Glek
Ardo menelan ludah ketika melihat kulit putih bersih Viola berkeringat dengan wajah memerah, ditambah lagi dengan terpaan temaram lampu membuat kulit putih bersih itu bersinar. "Ardo," panggil Viola lagi, kali ini dengan nada sensual.
"Apa?" tanya Ardo dengan intonasi pelan.
Tiba-tiba saja Viola duduk di pangkuan Ardo, perempuan itu langsung memagut bibir Ardo. Ardo yang terkejut itu pun langsung melepaskan ciuman mendadak dari wanita yang bestatus istrinya ini, Viola.
Ardo memandang mata sayu Viola yang dilingkupi gairah. "Kamu kenapa Viola?" tanya Ardo seraya memegang pipi Viola. Ia merasa aneh melihat Viola yang lain dari biasanya.
"Uh Shit!" umpat Ardo di sela-sela ciuman panas mereka. Ardo tau, ada yang tidak beres dari Viola. Dan ia tidak bodoh, ia tau Viola sedang terangsang saat ini. Pasti Viola sudah meminum atau memakan sesuatu yang dampaknya akan seperti ini. Ardo akan memastikan siapapun yang membuat Viola seperti ini akan mendapatkan balasannya.
Disela ciumannya Viola mendesah tidak karuan membuat sisi kejantanannya bangkit, Ardo adalah lelaki normal, Jefry akan bereaksi jika disuguhkan dengan pandangan wanita yang ***** seperti ini, apalagi wanita tersebut adalah istrinya sendiri Jefry semakin memberontak ingin keluar.
Apa yang harus saya lakukan? tanya batin Ardo. Di sisi lain ia ingin membantu Viola, di sisi lain ia takut jika mereka melakukannya Viola akan marah padanya. Jadi Ardo harus bagaimana?
Jefry, tolong! Jangan keluar dulu! Sarang kamu lagi amburadul ini, batin Ardo lagi. Ia mencoba menenangkan Jefry yang semakin ganjen ingin menemui sarangnya.
__ADS_1
Sial! Jefry dan Ardo sama-sama tidak tahan lagi! Ardo membalas ciuman Viola, ciuman Ardo turun ke leher Viola dan menggigit kecil leher jenjang itu sehingga menimbulkan bercak merah. "Emhh ... Ardo," desah Viola.
Viola, jangan mendesah! Jefry semakin belingsatan! Mohon Ardo dalam hati, karena sesungguhnya kata-kata itu tertelan begitu saja.
Ardo menggendong dan membaringkan tubuh Viola ke atas ranjang tanpa melepaskan ciuman mereka.
Ardo melepaskan ciumannya, ia memandang Viola yang juga menatapnya. Namun Viola memberikan tatapan sayu padanya. "Please … bantu aku, panas ... " ucap Viola parau.
Ardo kembali mencium bibir Viola. Kedua tangannya tak tinggal diam, tangannya sudah mengeksplor apa saja yang terjangkau olehnya.
Ardo mencium bibir Viola lagi seraya berbisik. "Ini akan sedikith sakit. Tahanlah," suara Ardo terdengar sangat berat menandakan bahwa Ardo sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya. Jefry kesayangan semua wanita sudah tidak sabar datang ke sarangnya.
Viola mengangguk, demi apapun ia ingin rasa panas dan sakit ini segera hilang.
Baiklah Jefry, malam ini kau akan bertemu dengan sarangmu. Malam ini adalah malam yang panjang bagi keduanya. Malam yang dihiasi dengan suara decitan ranjang juga suara desahan kenikmatan yang saling bersahutan.
Mereka melakukan nya tidak hanya sekali, melainkan berkali-kali dengan berbagai gaya yang berbeda hingga mereka kelelahan dan ambruk dengan meneriakkan nama masing-masing pasangannya.
Berbukalah dengan nikmat,Jefry. Agar kau tahan berpuasa lagi.
***
__ADS_1
(Maafkan, maafkan saya. Ini cuma pengalaman dari banyak cerita yang sudah saya baca, maklum saya ini masih gadis jadi nggak tau feelnya dapet atau malah amburadul. Ehe. Semoga yang udh nikah dn berpengalaman nggak ngetawain in🙈)