
"Abang?!" pekik Viola tak percaya, benarkah ini Marvel? Marvel yang nggak pulang-pulang itu? Marvel yang udah dua bulan enggak menghubungi Viola? Viola langsung menerjang abangnya dengan pelukan tanpa perduli dengan seseorang yang sedang menatapnya tajam.
"Kangen," lirih Viola dipelukan Marvel.
Mervel terkekeh lalu membalas pelukannya. "Lebay banget," ucap Marvel. "Biasanya aja berantem terus," Marvel menoyor kening adiknya itu.
Sebenarnya ia juga rindu dengan adik perempuan satu-satunya ini. Mereka memang belum pernah ketemu lagi semenjak hari pernikahan Viola karena keesokannya Marvel berangkat ke Filipina karena cabang perusahaan Marvel yang berada di sana sedang ada masalah, biasalah korupsi.
Viola mengerucutkan bibirnya kesal. "Biarin," Viola masih memeluk Marvel, ia rindu sekali dengan orang ini.
Dulu, sewaktu Marvel berkuliah di London, Viola pernah mogok makan karena Marvel tak kunjung pulang. Alhasil Viola ijin dari sekolahnya dan berangkat ke London bersama Papi Galih. Begitulah mereka, kalo Viola libur maka ia akan pergi ke London menemui Marvel, 'pun sebaliknya. Tapi kalo udah ketemu udah kayak Tom and Jerry, jarang akur. Maunya perang terus.
Tiba-tiba pelukan mereka terlepas dengan kasar. Seseorang mencengkram bahu Viola kuat hingga ia meringis kesakitan.
"Katakan! Anak haram siapa itu?!" bentak Ardo marah.
Anak haram?
Viola hanya terdiam, dia masih belum mengerti apa maksud dari perkataan Ardo. "Jadi ini yang bikin kamu nggak betah di rumah, iya? Karena kamu selingkuh iya?! Katakan Viola!" bentak Ardo dengan suara menggelegar. Ardo sudah naik pitam, Viola ternyata selingkuh darinya. Ternyata ini yang membuat Viola tak betah di rumah dan ingin bekerja, dia ingin selingkuh ternyata, Ardo tersenyum masam. Oh malang sekali nasib Kulkas ini.
"Kenapa diam heh? Siapa ayah dari anak haram itu?! KATAKAN!"
Bugh
Ardo terpelanting ke samping karena tinjuan dari Marvel. Ardo merasakan rasa asin dan amis di sudut bibirnya.
__ADS_1
"BR*NGSEK!! ITU ANAK LO B*JINGAN!" teriak Marvel marah. Untung saja saat ini para karyawan tidak ada disana karna masih jam kerja. Jadi biarpun berteriak tidak akan mengundang banyak orang.
Ardo menyeringai jahat. "Itu bukan anak saya!" tegas Ardo. "Saya tidak akan pernah memiliki anak darinya," lanjut Ardo datar. Ardo bangun dengan darah mengalir disudut bibirnya.
Tanpa Ardo sadari ucapannya itu melukai hati kecil Viola. Benarkah Ardo tidak ingin memiliki anak darinya? Padahal tadi sudah terlintas di fikiran nya untuk memperkosa Ardo. Tapi apa? Ternyata Ardo enggak mau punya anak darinya, apakah dalam waktu dekat ini Viola akan menjanda kembang?
Marvel yang sudah sangat geram dengan adik iparnya itu langsung memukul Ardo lagi.
Bugh
Lagi-lagi Ardo tersungkur, saat Ardo ingin membalas pukulan itu. Suara cempreng Viola menghentikan aksi pukul-pukulan itu.
"CUKUP!!" Dua lelaki itu memandang Viola yang sudah berderai air mata.
"Kekanakan! Enggak ada yang hamil dan enggak ada yang selingkuh!!" kata Viola tegas, sungguh dua pria matang ini suka banget adu jotos tanpa tau kebenarannya.
"Duduk dulu. Intinya semua ini salah paham," Viola mendekati Ardo.
"Ayo ku bantu berdiri," Ardo menepis tangan Viola lalu berdiri sendiri duduk ke sofa di sana.
"Jelaskan, kenapa kamu bilang nggak hamil tapi gelagat kamu kayak orang hamil," ucap Marvel dingin.
"Masa iya si gue hamil tapi nggak ngasi tau? Gue laper tau nggak, makanya gue elus perut," jelas Viola lalu memandang Marvel. "Lu kan tau kebiasaan gue kalo lagi lapar," lanjutnya.
Seketika Marvel ingat kebiasaan Viola yang satu itu, Marvel menghembuskan nafas nya kasar. Pupus sudah harapan ia untuk menjadi Uncle tampan. Sebenarnya selain rindu, dia juga ingin mendengar kabar bahwa Viola hamil. Tapi apalah daya semua itu hanya harapan dari bujang lapuk itu saja.
__ADS_1
Kini pandangan Marvel menuju ke Ardo yang juga memandangnya.
"Dan lo! Kenapa lo nuduh Viola selingkuh dan hamil bukan anak lo!? Ya misal Viola beneran hamil ya pasti anak lo lah, emang lakinya siapa?" tanya Marvel dingin.
Ardo menaikkan sebelah alisnya. "Saya memang suaminya, tapi saya tidak pernah membuatnya," ucap Ardo.
Mata Viola dan Marvel membulat sempurna mendengar ucapan Ardo kelewatan santai itu.
Dasar Ardo bodoh! Mulut asal nyerocos aja! batin Viola mengumpat kesal. Diem apa kek, kan Viola pengen cepet bikin, eh?
"Be-beneran? Jadi, selama kalian menikah kalian belum pernah melakukan 'itu'?" tanya Marvel sambil menatap pasutri itu.
Ardo diam dan Viola mengangguk membenarkan.
Marvel mengusap wajahnya frustasi.
"Oh Astaga. Kalian— Argghh" Marvel langsung berdiri dengan kesal.
"Abang mau kemana?" tanya Viola.
"Pulang," jawabnya.
"Anda tidak mau minta maaf setelah melakukan ini kepada saya Tuan Marvel terhormat?" sinis Ardo.
Marvel mendekati Ardo, lalu berbisik. "Gue gak akan minta maaf sama lo, itu pantas buat lo yang udah nyakitin hati adek gue," Ardo mengernyit bingung. "Jangan lupa minta maaf pada istrimu adik ipar," lanjutnya, kemudian Marvel berlalu setelah pamit pada Viola
__ADS_1
***