Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez

Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez
08 (Season 02)


__ADS_3

Sebelum baca pastikan Anda sudah mengklik tombol ini 👍


Happy Reading :)


***


Viola tersenyum puas saat melihat empat setengah orang laki-laki yang sedang berjualan bubur pedas di depan kafenya ini. Banyak sekali para pengunjung yang datang terutama para wanita. Wajar saja ramai pengunjung mereka sebenarnya tidak begitu menikmati santapan tetapi lebih menikmati wajah para suami dan bujangan yang menyajikan bubur pedas tersebut.


"Kamu kayaknya lagi ngerjain mereka deh," ucap seseorang di sampingnya, orang itu berucap sambil menyuapkan bubur tim pada bayinya itu.


Viola terkikik, ternyata ada juga yang menyadarinya. "Sekali-sekali ngerjain mereka nggak papa lah ya," ucap Viola.


"Kamu tau nggak ekspresi Anton ketika Ardo nelpon dia buat jualan bubur?" tanya Prilly karena ia juga dipaksa ikut untuk menemani suaminya jualan bubur pedas itu.


Empat orang setengah itu adalah Ardo, Dion, Marvel, dan juga Anton dan setengahnya lagi si Varo. Anak itu juga maksa ikut ayahnya jualan. Mereka semua di telpon Ardo pagi-pagi buta, bukan meminta tolong tetapi lebih ke perintah. Taulah kalau Ardo itu jiwa bossy nya melekat kuat.


"Gimana?" tanya Viola, ia sudah bisa membayangkan gimana terkejutnya Anton di telpon pagi buta seperti tadi, karena Ardo sungguh tidak manusiawi dalam hal meminta pertolongan.


"Udah kayak nggak dikasi jatah tiga bulan aja! Bener-bener tuh suami kamu," Prilly menggeleng pelan. Ia mengecup pipi anaknya karena makanannya sudah habis.


Viola lagi-lagi tertawa. "Ya maap ini ide aku, sebenernya buat ngerjain mas Ardo sama Dion doang si, tapi malah ngajak yang lain."


"Tapi aku salut loh sama Ardo, mau gitu di suruh kayak gini,"


"Ya mau lah orang aku bilang keinginan ni Bocil," Viola mengelus perutnya yang menonjol itu.


"Udah berapa bulan, La?"


"Jalan empat," jawabnya. "Ke sana yuk, ngawasin mereka," ajak Viola, Prilly mengangguk lalu merekapun mendatangi abang-abang jualan bubur pedas.


"Bubur pedasnya laris, Pak Unggal?" tanya Viola ketika mereka sudah sampai di sana.


Note: Pak Unggal adalah panggilan untuk anak laki-laki tunggal dari suku melayu di daerah saya.


Ardo mendelik. "Nggak usah ngeledek, kamu belum tau ya selain ganteng keluarga Vazquez juga memiliki daya pikat ekonomi yang kuat, jual bubur pedas kayak gini mah kecil," sombong Ardo.


Viola mencibir, tingkat kepedean Ardo mulai muncul lagi pagi hari ini.


"Unda, Unda lapal? Bial Alo ikin ubul-ubul das," ucap Varo. Bocah itu membawa mangkuk berisi semangka yang wajib ia makan setiap harinya.

__ADS_1


Viola mendudukkan anaknya di bangku kosong. "Bunda udah kenyang, sayang," katanya sambil mengelap mulut Varo yang belepotan karena semangka itu.


"Eh, Viola? Ketemu lagi," ucap seseorang. Viola menoleh dan mendapati Reynald sedang berdiri tak jauh darinya, ia tidak sendiri melainkan dengan seorang wanita, Viola tidak tau siapa itu.


Viola melirik ke arah Ardo yang memasang wajah datar, nampak sekali bahwa Ardo tidak menyukai kehadiran sang mantan dari istrinya ini.


"Eh iya," jawab Viola gugup, iyalah gugup orang aura di sini tuh udah kayak buka kulkas freezer seketika dingin.


"Ramai ya bubur pedasnya, baru buka kayaknya soalnya kemarin-kemarin belum ada."


"Iya, ini suamiku yang buka," jawab Viola.


Ardo lagi-lagi mendelik ke arah Viola, nggak bisa ya Viola itu diem gitu. Kok kayaknya Viola ngomong gini seperti mau ngejatuhin pekerjaan Ardo di depan mantannya yang dokter ini ya?


"Suami kamu nggak kerja kantor lagi ya? Sayang banget padahal--"


"Kamu nggak jadi dokter lagi ya? Udah di pecat dan jadi peramal? Sok tau banget gitu saya udah nggak ngantor lagi," ketus Ardo. Enak aja di Donald ini ngomong sembarangan, emang Ardo udah bangkrut, iya? Kalau nggak keinginan si Bocil dia mah bakal nyuruh si Dion aja yang jualan dan dia cuma jadi bos yang tinggal ongkang ongkang kaki.


Viola tersenyum tak enak hati pada kedua orang di depannya itu. Kenapa pula mulut pedas Ardo itu muncul sekarang, kan Viola jadi malu sendiri.


"Ayah, maga-maga abish Alo au agi," ucap Varo memecahkan aura es yang berada di sini.


Dion mendatangi Ardo tergopoh-gopoh, ia sedikit memandang Reynald dengan pandangan bingung. "Apa Mas?"


"Ambilin anak saya semangka, nggak usah banyak-banyak dikit aja karena saya takut anak saya jadi buaya kayak orang itu tu," ucap Ardo.


Dion mengernyit, apa hubungannya dari makan semangka jadi buaya? Ada-ada saja si Mas kalo lagi cemburu, batin Dion.


"Varo mau Uncle gendong atau jalan sendiri?" tanya Dion pada Varo yang duduk anteng di kursi itu.


"Alan cendili, malu ama Yaya kalo Alo di endong,"


Dion terkekeh mendengar ucapan ponakannya ini, dari kecil saja sudah nampak bibit playboy yang ia tanamkan sejak dini itu. By the way, Yaya adalah Zelia anak dari Anton dan Prilly.


Ardo lagi-lagi mendelik tidak suka. "Kamu jangan racunin otak anak saya, Dion! Kalau anak saya jadi buaya kayak orang itu kamu bakal saya imigrasi ke Afrika!"


Dion menyengir, lalu membimbing Varo mengambil semangka. Namun sebelum itu ia membisikkan sesuatu ke Ardo, "awas Mas, itu si Reynal bakal pepet kak Viola dari kamu. Yang aku denger sih dia udah cerai," bohong Dion yang sengaja membakar api cemburu sepupunya itu.


Ardo semakin belingsatan mendengar ucapan Dion. Ternyata si Donald ini udah duda? Dan dia dokter yang lumayan lah kalo dilihat dari bentuk muka, tapi masih jauh sih di bawah Ardo, tentu saja membuat wanita ngejar Reynald. Tapi Ardo tidak akan membiarkan Viola juga jatuh dalam pelukan buaya ini, dan ia percaya bahwa Viola tidak akan meninggalkannya karena cinta mereka yang begitu kuat. Awas aja Viola sampai kepincut lagi, nggak akan Ardo biarin! Ardo bakal hamilin Viola terus pokoknya!

__ADS_1


"Itu anak kalian ya? Lucu ya, dari kecil aja wajahnya udah tampan--"


"Anak saya memang sangat tampan karena bapaknya saya, coba bapaknya orang lain pasti nggak setampan itu," potong Ardo. Di saat seperti inu bolehkan dia mengumbar ketampanan yang tiada duanya yang ia miliki ini?


Viola hanya terdiam menahan tawanya, ternyata Ardo cemburu itu sangat lucu. Rasanya ia ingin lebih lama menyaksikan drama ini.


Reynald hanya mampu menggaruk tengkuknya. "Anakku perempuan baru satu tahun, kayaknya kalau dijodohin--"


"Jodohin apa? Kamu mau jodohin anak saya sama anak kamu? Jangan mimpi! Saya nggak sudi besanan sama kamu," lagi-lagi Ardo memotong ucapan Reynald. Apa dia bilang? Mau jodohin? Mau jodohin anaknya atau emaknya? Enak aja!


Viola terkikik tanpa suara di samping Ardo sehingga laki-laki yang masih berdebat itu tidak menyadari kikikan nya. Semakin ke sini ternyata Ardo menuruni sifat mama Lia yang blak-blakan. Dan ternyata sifat dingin itu hanya kamuflase dari sifat bar-barnya itu.


Reynald berdehem, ternyata niatnya ingin menjodohkan sang anak dengan anaknya Viola dan Ardo pupus sudah melihat ada banteng besar yang menghalanginya siapa lagi kalau bukan sang ayah calon mantunya.


"Yaudah kalau gitu, aku pamit dulu. Sampai--"


"Pergi aja sana! Nggak usah sampai jumpa sampai jumpa, saya nggak mau ketemu kamu lagi!" kata Ardo.


"Aku kan ngomong sama Viola, sampai jumpa Viola," ucap Reynald berlalu dan ternyata ia sengaja agar si suami mantannya itu semakin belingsatan.


Ardo menggeram. Ia memandang kepergian mantan Viola itu dengan garang. "Apa sih yang kamu suka dari dia dulu itu?! Masih bagusan aku dimana mana," katanya. Ia juga heran mengapa Viola bisa jatuh cinta sama orang seperti Donald itu. Tapi sekarang ia bersyukur karena Viola sudah berada dalam dekapan orang yang sangat tepat dan tentu saja orang itu adalah dirinya. Ehe.


Viola mengusap bahu Ardo. "Dulu itu aku lagi terperosok aja, sekarang aku udah masuk ke dalam rumah yang benar," ucap Viola. Ia tersenyum pada sosok yang paling ia cintai setelah kedua orang tuanya ini.


Ardo dibuat terbang oleh Viola, rasanya ia ingin memakan Viola saat ini juga.


Ardo menoleh ke kiri dan ke kanan. "Yang, udah sepi tutup aja yuk! Aku mau bawa kamu,"


Dahi Viola mengernyit. "Kemana?"


Ardo menarik tangan Viola. "Ranjang," bisiknya.


"TEAM! TUTUP KEDAI, SAYA MAU NYELESAIKAN PROYEK DULU!"


***


See u chapter selanjutnya :) moon maaf jika terdapat kata-kata yang menyinggung atau sebagainya. Karna saya di sini hanya untuk menghibur Anda semua.


Vote, jempol, dan komentar jangan lupa❤

__ADS_1


Semoga suka sama chapter ini😘


__ADS_2