
Permintaan terakhir saya di S2 ini adalah, Vote, Komen, dan Jempol SEBANYAK2NYA
Happy Reading :)
***
Westlife - Beautiful In White
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will heaven hold you
You look so beautiful in white
And from now to my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white, Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this scream I
Say to the world
You're my every reason you're all that I believe in, With all my heart I mean every world
So as long as I live I love you
Will heaven hold you
You look so beautiful in white
And from now to my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white, Tonight
*
And if our daughter's what our future holds
I hope she has your eyes
Finds love like you and I did
Yeah, I wish she falls in love and I will let her go, I'll walk her down the aisle
She'll look so beautiful in white
You look so beautiful in white, Tonight
***
"Kamu mau bawa aku kemana sih? Ini acara apa juga?" tanya Viola. Ia terkikik dalam hati, pura-pura aja dah, biar Ardo seneng.
"Nanti kamu bakal tau sendiri, jangan buka dulu ikatannya," ucap Ardo.
Tadi ia sempat menutup mata Viola dengan kain hitam.
Viola manut doang, sebisa mungkin ia menormalkan ekspresi agar tidak menyemburkan tawanya.
__ADS_1
"Mas?" panggil Viola, sebab tidak ada suara atau yang Ardo yang membimbingnya lagi.
"Mas Ardo?" panggilnya lagi.
"Buka ikatannya, sayang."
Viola pun membuka ikatannya, ia mengerjapkan mata untuk menormalkan penglihatannya.
"Mas Ardo," lirih Viola, di depannya terlihat Ardo berlutut dengan sebuket bunga mawar besar. Tidak tanggung-tanggung, Ardo membuat dataran tinggi ini seperti taman bunga mawar.Β
"Happy anniversary, sweety," ucap Ardo.
Viola mengusap air matanya yang sudah terjatuh, meskipun ia sudah tau tetapi tetap saja ia terharu dengan surprise yang Ardo buat ini.
Ardo memasangkan Viola cincin berlian yang sudah ia pesan jauh-jauh hari.
Lalu lantunan piano dengan nada Westlife Beautiful in white mengalun indah.
"Dance with me?" tanya Ardo.
Viola mengangguk, masih dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Ardo mengusap air mata itu, ia menangkup wajah Viola.
You look so beautiful in white, tonight~
"It's you," ucap Ardo, ia mengecup kening Viola.
Viola mengecup tangan Ardo yang masih menangkup wajahnya.
"I like and love you so much," ucap Viola.
"Tanpa perlu aku ucapin kamu pasti tau bagaimana perasaanku," jawab Ardo.
Mereka berdansa dibawah sinar rembulan, bintang bertaburan seakan mendukung suasana romantis malam ini. Hiruk pikuk kehidupan kota sangat jelas terlihat dari ketinggian seperti ini.
"Mas, aku mau bilang sesuatu," ucap Viola ditengah dansa mereka.
"Apa?"
"Aku udah tau kalau kamu mau bikin ini," ucapnya. Viola tertawa hingga matanya menyipit.
Ia mengecup hidung bangir Viola.
"Aku juga tau kamu menguping pembicaraanku bersama Hayang," ucap Ardo.
"Kok tau?"
"Siapa yang enggak tau dengan aroma istri sendiri?" Ardo mencubit hidung Viola. Struktur wajah Viola yang sangat ia suka dari yang paling ia suka adalah hidung.
"Apalagi kamu pake hoodie yang couple sama aku," lanjutnya.
Viola tersipu malu, ia langsung mengecup sudut bibir suaminya. "Aku enggak nyangka kamu sebegitu kenalnya sama aku," ucap Viola.
"Hanya lihat rambut kamu aja aku udah tau, sayang."
"Mas Ardo gombal terus," ucap Viola.
Ardo tertawa. "Aku enggak gombal, sayang. Ini tuh fakta."
Viola mengangguk. "Aku percaya."
"Ayo kita makan dulu," ucap Ardo. Ia menggiring Viola ke meja yang sudah tersedia itu.
Meja dengan nuansa putih dihiasi bunga mawar dan juga lilin yang berada di dalam mangkuk kecil.
"Mas tau perasaanku sekarang?" tanya Viola.
"Coba katakan."
"Aku sangat bahagia, meskipun setiap harinya aku bahagia bersamamu. Tetapi hari ini kebahagiaanku berlipat-lipat," ucapnya.
"Kamu mau tau perasaanku?" tanya Ardo juga.
Viola mengangguk seraya mengunyah makanan.
"Aku ingin mengurungmu di kamar, aku enggak tahan ngeliat kamu cantik kayak gini," ucap Ardo.
__ADS_1
Viola memutar bola matanya. "Mas ih, masa suasana romantis gini kamu rusak sih," kesal Viola. Udah romantis gini, eh malah bicara soal kamar. Haish! Laki-laki ya emang gitu enggak pernah lepas dari benda itu.
Ardo tertawa. "Tapi kamu terharu enggak?"
"Sangat," ucap Viola. "Oh! Aku lupa hadiahku,"
"Enggak perlu hadiah, cukup kamu dan anak-anak berada di sampingku aja itu udah hadiah paling besar untukku," ucap Ardo.
"Enggak, masa kamu udah ngasi aku cincin, kalung, sepatu super duper mahal, dress mahal, sama dekor tempat ini tapi aku enggak nagsi apa-apa? Enggak adil dong," ucapnya.
Viola mengambil hadiah yang ia taruh di dalam tas miliknya.
"Aku udah bilang--"
"Shut! Diem, ini buat kamu. Aku enggak tau kamu suka atau enggak, soalnya ini enggak semahal hadiah dari kamu, tapi aku harap sih Mas suka," ucap Viola, ia memberikan sebuah kotak kepada Ardo. Ia tidak beli tetapi bikin sendiri.
"Apa sih Yang? Semua dari kamu pasti aku suka."
Ardo langsung membuka kotak yang memiliki banyak lakban itu.
Ardo tertawa. "Niat banget kamu ngerjain aku."
Hingga lilitan terakhir Ardo melihat bekas kotak salah satu lipstik milik Viola.
Ardo membuka kotak itu, lalu mengambil isinya.
"Sayang," Ardo berucap lirih, ia masih melihat benda itu. Meskipun tidak beli, tetapi ia sangat sangat bahagia. "Beneran?"
Viola mengangguk. "Kamu bakal jadi ayah lagi."
Ardo berdiri, ia langsung mendekap Viola. "Rasanya aku adalah orang paling bahagia di dunia ini," ucap Ardo. Ia berlutut menghadap perut Viola yang masih rata.
"Halo Cil lagi? Ini ayah," sapa Ardo. "Kamu yang sehat ya? Nanti kita sapa abang-abang kamu," ucap Ardo lagi.
Ia tidak menyangka bahwa Viola hamil lagi, teryata dia beneran topcer dalam menyetak tim kesebelasan.
"Tapi kamu mampu enggak Mas ngebiayain aku dan anak-anak nanti," canda Viola.
"Meskipun anak kita ngalahin gen halilint*r, aku masih sanggup ngebeliin mereka semua mobil Lamborghini, Sayang," ucap Ardo.
Viola tertawa, sungguh ia tidak tau ia akan sebahagia ini menikah dengan Ardo. Dari dulu impian Viola adalah menikah dan memiliki banyak anak, dan sekarang ia sudah menikah, memiliki banyak anak, dan juga jangan lupa, ia bahagia. Bahagia menjadi Mrs. Vazquez.
"I love you, Mr. Vazquez."
"I love you too, Mrs. Vazquez."
Kisah ini diakhiri oleh ciuman manis dari keduanya, disaksikan oleh ribuan bintang, kesunyian malam. Mereka bahagia, tentu saja. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari kisah yang happy ending.
Tidak ada pernikahan yang tidak memiliki konflik, semakin berat konflik itu semakin besar juga cinta yang harus ditumbuhkan. Inti dari semuanya adalah, Kepercayaan. Kepercayaan kepada pasangan sendiri akan membuat sebuah hubungan selalu harmonis.
Tamat.
***
Beneran tamat guysπ’ Alhamdulillah, cerita ini tamat dengan pembaca sekitar 3Mππππππ
Untuk yang nanya S3, mon maap belum ada kepikiran sampai situ, kalau misalnya ada pun saya bakal ngasi tau lagi.
Untuk yang nanya gimana kisah Marvel sama Kevin, nanti bakal saya selingi di cerita Dion. Sekali lagi, cerita Dion bukan di sini.
Dan untuk yang nanya cerita Dion kapan update, maka akan saya jawab NANTI. Karena prioritas saya adalah di MangaToon dulu. Mohon pengertiannya.
Saya minta maaf kalau ada typo, kesalahan dalam penyebutan, enggak seru atau bagaimana. Saya cuma manusia biasa yang juga punya banyak kesalahan, mohon untuk pembaca agar menegur kesalahan sayaππ
Terima kasih buat pembaca setiaku dari S1 sampai S2, terima kasih sebanyak2nya. Berkat kalian novel ini mungkin tidak akan jadi seperti ini, I LOVE YOU SO MUCH ALLπ
Jaga kesehatan kalian yaa, kita akan bertemu lagi di Novel2 saya selanjutnya. Mohon doa dan dukungan agar saya sukses di dalam dunia kepenulisan π€π€π€πππ
Rada sedih sih ceritanya udah tamatππ
Oh iya satu lagi, kalau mau tanya2 tentang kontrak novel atau sebagainya bisa masuk grup chat saya, bisa juga DM di IG @ptrmylllnπ kalau ada kuota pasti saya balesππ thank you
Salam dari Author : ptrmyllln
.
.
__ADS_1
.
Ketapang, 30 Maret 2020.