Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez

Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez
41 (Season 02)


__ADS_3

Viola, Lo jangan bodoh! Samperin dulu, nguping! Siapa tau mereka lagi bicarain lo, ucap Dewi batin Viola.


Viola melawan rasa ser ser dihatinya, ia mencari tempat duduk yang kira-kira bisa menguping pembicaraan mereka. Beruntunglah Viola menggunakan jaket hoodie hingga Ardo dan wanita itu tidak menyadarinya.


"Maksud saya tuh Yang-"


Yang?!


Viola mengepalkan tangannya, sialan! Ardo sialan!


"Kamu maunya di mana? Kenapa baru ketemuan sekarang sih?! Untung aku udah beres!" kesal wanita yang di panggil Ardo 'Yang' itu.


Viola menajamkan telinganya. Ia sudah merekam sejak ia duduk tadi. Kalau Ardo beneran selingkuh kan dia bisa ngebuktiin dari rekaman yang ia punya.


"Ya saya kan baru bisa sekarang, mumpung istri lagi sibuk," jawab Ardo.


Astaga! Jadi, istri lagi sibuk kesempatannya untuk selingkuh, begitu?!


Hidung Viola kembang kempis mendengar ucapan Ardo. Ia masih harus menguping hingga mereka pergi, takutnya jika Viola pergi sekarang maka ia bisa meninggalkan informasi. Prinsipnya, kalo menguping harus tuntas, meski hati terbengkas.


"Ya ampun, aku terharu lho. Jadi, kamunya mau gimana sekarang?" tanya wanita itu.


Viola benar-benar harus memasang pendengarannya saat ini.


"Saya mau seperti dulu, Yang."


Seperti dulu? Atau jangan-jangan wanita ini mantan Ardo? Dasar jin botol! Katanya enggak punya mantan, tapi ini siapa? Mantan saudara?!


"Kita harus perbaiki, yang dulu nuansa romantisnya kurang," jawab wanita itu.


Heleh, romantis *** kucheng!


"Tenang, kamu enggak akan kecewa karena saya sudah berubah," kata Ardo. "Sekarang kita bisa mulai?" tanyanya lagi.


Viola tahan dulu tahan, tapi ia tidak bisa! Ia ingin menggertak pelakor jablay dan juga buaya sinting itu! Ardo nih mentang-mentang badan Viola udah melar sana sini, dia malah bebas cari ulet sana sini.


"Ternyata kamu udah berubah. Biasanya ngomong sepatah dua patah, nah sekarang nyerocos mulu."


Ardo tertawa.


Viola merengut, bisa-bisanya laki-laki itu tertawa disaat dia merana seperti ini.


"Semua ini berkat istri saya," ucap Ardo.


Eh? Istri? Masih ingat punya istri ya Pak?


"Kayanya cinta banget ya kamu sama istri kamu," kata wanita itu.


Viola kembali menajamkan telinganya. Apa nih cinta-cintaan? Ya kalau cinta enggak mungkin lah main serong.

__ADS_1


Di meja sana Ardo tersenyum, menerawang kehidupan rumah tangganya yang selalu membuatnya rindu rumah. "Kalau saya enggak cinta mana mungkin saya bisa sampe pada tahap ini, rasanya semua cinta yang saya milikin udah ada sama dia semua,"


Tiba-tiba pipi Viola bersemu dibalik hoodie nya. Kenapa hatinya yang panas tiba-tiba adem? Mungkin karena bara api itu sudah tersiram air surga hehe.


Eh, tunggu dulu. Terus maksud Ardo nemuin wanita ini tuh apa? Terus kenapa panggil 'Yang' segala? Bukannya 'Yang' itu hanya untuk dirinya?


"Dasar bucin! Gila sih, orang yang dulunya kayak es, sekarang malah jadi bucin," wanita itu menggeleng. "Semuanya udah beres, Do. Tinggal kamu aja, bisa enggak nambahin nuansa romantis. Soalnya waktu kamu ngelamar istri kamu di pantai itu rasanya kurang romantis deh, karena menurut aku hal yang paling romantis itu saat berdua aja,"


Mata Viola terbelalak, jadi Ardo mau melamarnya lagi? Viola melting dong dibuatnya, ternyata Ardo sedang merencanakan lamaran lagi, jadi mereka menikahnya double dong. Artinya Ardo enggak selingkuh, dia cuma janjian merancang sesuatu sama perempuan itu.


Tapi, kok manggilnya 'Yang'?


"Kamu benar, saya kan cuma minta aturin tempatnya. Kalau masalah mesraan sama istri, masa saya minta bantu kamu? Ya enggak lah," ucap Ardo. "Eh, ngomong-ngomong kamu diem ya? Ini tuh rahasia, saya sengaja bikin surprise anniversary buat istri. Biar dia makin klepek-klepek sama saya," ucapnya.


Ardo Ardo, andai kamu tau. Istri kamu udah nguping, jadi bukan surprise lagi.


Tiba-tiba Viola merasa bersalah telah menguping pembicaraan Ardo. Tapi, seru juga ya kita tau mau dibikin surprise, Viola terkikik kecil seraya menutup mulutnya.


Eh bentar, tadi Ardo bilang anniversary? Astaghfirullah! Viola lupa! Hari ini kan tanggal 3 Mei, tanggal pernikahan mereka. Kenapa Viola bisa lupa sih? Terus, Viola juga enggak punya apa-apa buat jadiin hadiah? Atau dia harus beli sekarang ya?


Viola bergegas pulang, ia harus mencari kado buat anniversary pernikahan mereka. Biarin deh Ardo bicara apa lagi sama wanita itu, yang terpenting ia sudah tau Ardo tidak selingkuh. Ia percaya Ardo, tapi ya kalau kebetulan ketemu seperti tadi emang seharusnya dia curiga.


***


Ardo sudah tidak sabar lagi menantikan malam ini. Rasanya ia ingin segera pulang untuk mengurung Viola dalam kamar, merayakan anniversary. Itu lebih romantis ketimbang membuat kejutan seperti ini, menurutnya.


Tapi kata temannya, wanita itu perlu sesuatu yang romantis. Ya, karena kebetulan istrinya juga wanita, jadi dia harus menyiapkan hal yang romantis juga.


Mengenai Varo dan Keo, Ardo sudah menyuruh mama Lia mengungsikan mereka. Ardo ingin hari ini menjadi hari yang spesial untuk mereka berdua.


Ardo terkekeh mendengar voice note yang dikirim Viola untuknya, ia sengaja membalas singkat chat wanita itu dengan alasan membuat wanita itu kesal. Dan ternyata berhasil.


Sekarang sudah hampir Maghrib, setelah sholat ia akan bersiap untuk mengambil pesanan bunga untuk Viola.


***


Ting tong


"Permisi! Eyke datang dari khayangan!"


Viola yang berada di ruang tamu langsung menghampiri pintu depan, tak lupa ia melihat cctv. Takutnya yang datang itu adalah penjahat.


"Ya?"


Viola menatap orang di hadapannya ini, seorang pria gemulai dengan beberapa koper di tangannya.


Hei, di sini bukan kontrakan, Mas.


"Hai cantik, masih ingat eyke?" tanya waria itu.

__ADS_1


Viola mengernyit, rasanya ia pernah melihat orang ini, tapi dimana ya?


"Masa lupa sih sama kembaran sendiri, cyin?" kembali waria itu bersuara. Kembaran? Kok Viola enggak ingat ya dia punya kembaran?


"Haduh, gimana sih cantik? Eyke Angel, ei en ji i el, Malaikat," ucapnya.


"Angel? Karyawan tante Ana?" tebak Viola. Ia ingat tempat mama Lia memesan gaun pengantin itu di butik tante Ana, dan salah satu karyawan nya bernama Angel ini.


"Betul sekali, ayo deh masuk. Kaki eyke udah pegel nih," Angel langsung masuk menyeret koper yang tadi ia bawa.


"Eh, eh, Mas?!-"


Angel melotot mendengar Viola memanggilnya 'mas'.


"Eh, em maksud aku, Angel. Ngapain kamu masuk? Mau ngapain?" tanya Viola.


Angel memutar bola matanya.


"Ya mau dandanin situ lah."


"Aku?"


"Jadi duta shampo lain? Ha ha ha ha," cakap Angel meniru iklan shampo yang ada di tipi tipi itu. "Yaiyalah situ, emang sapose lagieh? Masa eyke mau dandanin rumah?" jawab Angel.


"Hah? Kan aku enggak--"


Tiba-tiba Viola teringat sesuatu, ia terkikik. Oh mungkin ini suruhan Ardo, yaudah si ikutin aja. Pura pura enggak tau aja, biar Ardo seneng. Lagi-lagi Viola terkikik.


"Eh, cyin. Jangan ngikik gitu dong, kan bulu idung eyke jadi gemeteran."


Viola tertawa, masa iya bulu idung gemeteran?


"Kalau aku sih bukan bulu idung yang gemeteran," ucap Viola.


"Terus?"


"Bulu gigi."


Angel tertawa. "Kembaran eyke bisa aja, yuks cyin kita cekidong biar cas cus selese, ente bisa jadi barbie, berkat jari jemari Angel,"


Lagi-lagi Viola tertawa, gini nih kalau ada orang modelan Angel didekat kita. Dia enggak ngomong pun kita udah ketawa liatnya, apalagi ngomong. Agusssss!!! Lihat Agus enggak, Mbak?


Hahaha.


***


Tungguin aja yaa guys, masih bersambung. Soalnya kalau mau ditulis semua di sini takutnya kalian bakal bosan bacanya. Insya Allah kalau selesai malam ini saya bakal up lagi, ya kalau enggak besoknya saya pasti update.


Untuk kesesesesekian kalinya saya ingetin, VOTE, KOMEN, JEMPOL jangan sampe lupa okayyyyy???

__ADS_1


Sini Angel mau ketjup duluuhh😚😚


__ADS_2