
(Masih flashback yaa)
"Tapi apa?! Gue udah muak sama semua perhatian lo! Gue muak sama semua tingkah laku lo! Gue juga muak dengan wajah lo! Dasar wanita murahan!!" Ardo langsung berlalu meninggalkan lapangan basket. Tanpa menyadari hati kecil Rosie terluka karena ucapannya.
Hati Rosie langsung teriris setelah mendengarkan perkataan terakhir Ardo. Hatinya terasa hancur lebur.
"Sebegitu sulitkah menerima perasaanku ini?" tanya Rosie lirih, ia melihat punggung yang mulai menjauh itu.
Seharusnya Rosie sadar, bahwa Ardo tidak mungkin bisa membuka hatinya untuk Rosie. Ardo tidak mungkin bisa ia gapai, Ardo tidak akan membiarkan itu.
Tanpa sadar kaki Rosie melangkah ke tempat terkutuk yang akan disesali nya. Club! Ya, Rosie pergi ke club malam. Tempat para wanita murahan di sana, bukankah dia wanita murahan?
"Kenapa? Kenapa lo gak suka sama gue?".
"Apa karna gue jelek? Enggak! Gue cantik, banyak yang bilang gitu hahaha!"
"Ou atau karna badan gue kurus? hahaha badan gue kurus hahaha!"
"Hikss gue ... gue hikss,"
Rosie yang sedang dalam pengaruh alkohol itu terus meracau, sesekali ia berteriak, tertawa terkadang juga menangis.
"Hai cantik,"
Rosie menoleh ke asal suara. "Ha-hai juga, kenapa? Mau ONS? Ayok! Tapi badan gue jelek gapapa kan?"
"Wah wah. Gue baru aja mau ngajak. Eh udah keduluan,"
Lelaki hidung belang itu pun langsung menyambar bibir Rosie. Dan dimalam itu pula kesucian Rosie menghilang. Dia sudah menunjukkan bahwa dia adalah wanita murahan seperti yang Ardo bilang itu.
***
Setelah 3 minggu kejadian di club, Rosie dinyatakan hamil. Ingin ia meminta pertanggung jawaban, tetapi dengan siapa? Ayah bayi ini? Ia saja tidak tau, yang jelas laki-laki itu sudah tua. Dan mungkin sudah memiliki banyak istri.
Hal itu membuat Rosie sangat frustasi. Keadaan Rosie yang memang sudah buruk semakin memburuk. Anton sampai menangis melihat keadaan adiknya itu.
__ADS_1
Hingga suatu hari, Rosie menghilang. Anton sangat khawatir dengan keadaan Rosie ditambah lagi dengan janinnya. Anton tau Rosie hamil, dan ia juga tau bahwa Ardo yang menghamilinya karena selama tidur Rosie selalu mengigau nama Ardo. Saat itu Anton murka, ia ingin membuat Ardo mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Fikirannya kalut, kakinya melangkah ke mana pun kakinya membawa pergi hingga ia sampai di depan rumah kosong yang jauh dari kota, Anton melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumah itu, ia sangat kenal mobil itu, mobil milik sahabatnya sendiri, Ardo. Seakan tersadar ada yang tak beres pun Anton langsung memasuki rumah itu.
Dan betapa terkejutnya Anton saat melihat Rosie yang sudah bersimbah darah di pangkuan Ardo.
"APA YANG LO LAKUKAN PADA ADIK GUE, BRENGSEK!!!"
'BUGH'
'BUGH'
'BUGH'
Tinjuan bertubi-tubi Anton layangkan pada Ardo.
"Gu-gue bisa je—"
"GUE BENCI LO!! MULAI SAAT INI KITA BUKAN SAHABAT LAGI ADELARDO CETTA VAZQUEZ!!!"
Flashback off
Viola dapat merasakan kepedihan yang sangat mendalam saat melihat mata Anton. Saudara mana yang tidak sakit melihat adiknya menderita? Mungkin Marvel pun juga akan bertingkah seperti Anton jika hal tersebut terjadi padanya.
Viola menggeleng ia tidak percaya dengan semua yang telah terjadi ini. "Tidak ... tidak mungkin," bisik Viola, ia tidak percaya bahwa suaminya adalah seorang pembunuh. Mata Viola sudah hampir menutup ketika Anton mendekat kearah Viola.
"Tapi sekarang ... Ardo akan merasakan apa yang aku rasakan, bahkan lebih dari itu!"
'BRAKKK'
Suara pintu terbanting mengejutkan Anton dan Grace di sana.
"KAMU SALAH PAHAM ANTONIO!" teriak Ardo pelaku pendobrakan pintu tersebut.
"Oh, sang penyelamat sudah datang rupanya,"
__ADS_1
"Kamu salah paham Antonio—"
"GUE ADA DI SANA SAAT LO BUNUH ADEK GUE BANGS*T!!"
"BUKAN SAYA YANG—VIOLA!!" teriak Ardo saat melihat Viola yang sudah hampir tak sadarkan diri dengan banyak luka lebam di pipinya.
'BUGH'
"Itu buat kamu yang bodoh!"
'BUGH'
"Itu buat kesalah pahaman kamu!"
'BUGH'
"Itu buat kamu yang udah nyakitin istri saya—"
"Selamatin Viola! Biar gue yang urus brengsek ini," ucap Marvel tak kalah dinginnya.
Ardo yang baru tersadar cepat cepat menghampiri dan membuka ikatan tali Viola.
"Viola! Viola kamu masih sadar kan?" tanya Ardo khawatir. Viola hanya tersenyum lemah, ia tidak mampu membuka mulutnya lagi.
Ardo mengecup pelipis Viola. Dia hampir mati saat mendengar kabar Viola diculik. Ia bersumpah akan membalas ini pada Anton.
"Kita ke rumah sakit," Ardo menggendong Viola untuk keluar dari ruangan itu.
"Cepat amankan lokasi ini, jangan sampai para polisi tau!" titah Anton pada Reon.
"Baik, Tuan,"
Sedangkan Marvel sudah membabi buta memukul Anton. Anton? Ia tak bisa membalas akibat pukulan mendadak dari Ardo tadi.
"Dan ini pukulan terakhir karna lo udah nyakitin adek gue,"
__ADS_1
Saat Marvel ingin melayangkan pukulannya, suara teriakan diiringi tangisan seseorang membuat Anton dan mereka yang ada di sana mematung seketika.
"JANGAN BUNUH AYAH ANAK GUE!"