Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez

Mr. Vazquez & Mrs. Vazquez
04 (Season 02)


__ADS_3

Selamat membaca, semoga suka🤗


***


"Kamu mau ke mana?" tanya Ardo saat melihat Viola menenteng bantal dan selimut ketika mereka ingin tidur.


"Tidur," jawab Viola.


Alis Ardo mengerut. "Tidur? Tidur ke mana?"


"Kamar tamu, Mas kan lagi ngambek, pastinya enggak mau tidur bareng aku, jadi aku tidur di sana aja," katanya lagi.


Sok tau! "Yaudah! Tidur aja sana! Awas kamu kalo balik lagi!"


Ardo langsung menutup pintu kamar dengan kesal. Sok tau banget sih Viola, kan Ardo pengen ndusel di dada istrinya itu. Dasar istri enggak peka, cibir Ardo dalam hatinya.


"Biarin, awas aja kalo dia balik lagi! Aku enggak akan bukain pintu! Biar tau rasa dia enggak bisa kelonan," gerutu Ardo.


Ardo mulai memejamkan matanya dengan kekosongan di sisinya.


Sedangkan Viola sedang berada di kamar mama Lia, ia ingin melihat anak sulungnya itu. Varo emang tidur di kamar Opahnya, karena papa Martin lagi keluar kota jadi mama Lia tidur sendiri.


"Varo udah tidur, Ma?"


"Udah, udah habis sebotol susu sama semangka empat potong langsung tidur pules dia," jawab Mama Lia.


"Oh gitu, yaudah deh Ma aku mau tidur dulu, tadi cuma mau liat Varo aja. Piringnya aku bawa ya," Viola lalu mengambil piring bekas semangka Varo tadi. Entah kenapa anak itu sudah menjadi maniak semangka oh tidak, maga maga.


"Iya bawa aja,"


***


Setelah membawa piring kotor itu Viola minum segelas air dulu baru setelah itu ia menuju ke kamar tamu.


Ia merebahkan tubuhnya di sana, sebelum tidur ia memainkan game Hago yang tadi pagi ia download, seru juga ternyata main domba domba itu.


Waktu masih menunjukan pukul 9 malam, masih terbilang awal. Sebenarnya ia juga tak tega membiarkan Ardo tidur sendiri, ia tau kebiasaan Ardo yang suka ndusel di dadanya itu. Tapi ia ingin sedikit mengerjai Ardo, pria itu selalu ngambek enggak jelas padahal udah mau jadi Bapak, tiga lagi buntutnya. Tapi sifatnya malah makin jadi.


Biarkan saja, kita tunggu beberapa saat lagi Ardo pasti nggak tahan dan nyusul Viola ke sini, Viola kan udah kayak obat tidur Ardo kalo enggak ada Viola mana bisa Ardo tidur.


Ceklek


Pintu terbuka, Viola menoleh dan mendapati seseorang menenteng bantal dengan wajah yang ditekuk. Nah kan, perkiraan Viola enggak pernah meleset.


Viola menahan senyumnya dan berusaha memasang wajah datarnya.


"Kenapa?" tanya Viola ia masih memainkan game tersebut.


"Nggak usah geer, aku cuma lewat aja."


"Cuma lewat? Tapi kok masuk ke sini? Bawa bantal lagi," cibir Viola.


Ardo terlihat gelagapan. "Cuma mastiin kamu punya bantal enggak, kan aku suami perhatian," elak Ardo lagi.


Halah, ngelak aja terus makin Viola pepet nih.


"Kan tadi Mas udah liat aku bawa bantal?" kaya Viola lagi.


Bodoh, rutuk Ardo dalam hatinya. "Siapa tau bantalnya kurang,"


"Bilang mau tidur bareng aja susah," cibir Viola.


"Aku enggak mau tidur bareng kamu kok, nggak usah geer. Ngapain kamu geser? Nanti kamu jatoh gimana?" tanya Ardo ketika Viola menggeser tubuhnya.


"Mau tidur sini enggak?" Viola menepuk sisi sebelah kanannya.


"Enggak usah, aku tidur sendiri." Tolak Ardo.


Viola tersenyum mengejek. "Yaudah--"


"Ck! Kamu nih maksa banget, aku kan enggak mau tidur bareng kamu."


Namun meskipun begitu Ardo tetap saja naik ke kasur lalu berbaring di sisi Viola.


Viola terkekeh. "Gayanya enggak mau tidur sama aku,"


"Kan aku udah bilang enggak mau, kamu aja tuh maksa terus, enggak usah pura-pura lupa deh."


"Iya deh iya, aku yang salah."


"Yang, berhenti dong mainnya," rengek Ardo ketika Viola masih saja memainkan kambing kambing itu.


"Iya nih udah berhenti, liat kan." Viola lalu meletakkan handphonenya ke atas nakas.


Ia membuka dua buah kancing piyama yang ia kenakan lalu baring menyamping menghadap Ardo.


"Sini,"


Ardo senyum penuh kemenangan, ia langsung menyerukkan kepalanya di dada Viola.

__ADS_1


"Masih ngambek? Masih marah sama aku?" tanya Viola sambil mengusap surai lebat milik Ardo.


Ardo menggeleng. "Kan aku nggak bisa lama marah sama kamu, Yang."


"Ini aja aku udah kesiksa banget," lanjutnya.


"Salah sendiri, kenapa ngambek-ngambekan segala,"


"Gara-gara kamu, kenapa juga harus ketemuan sama mantan!"


"Awh Sakit, Mas!" Viola meringis ketika Ardo mengisap kulit dada Viola kesal. "Aku tutup nih ya!" ancam Viola.


"Jangan! Kamu belum jawab pertanyaanku lho, Yang."


"Ketemuan gimana? Dia tuh dokter di sana, tentu aja kita ketemu, itupun enggak sengaja tau!"


"Yaudah! Besok-besok kita check up nggak usah di situ lagi, aku nggak mau kamu ketemu sama mantan kamu!"


Viola memutar matanya malas. "Iya iya, terserah kamu aja deh," kata Viola. "Oh iya, ngomongin mantan, aku penasaran deh, mantan kamu siapa, Mas? Selama ini aku nggak pernah dengar kamu ceritain mantan-mantan kamu,"


Ardo mendongak melihat wajah istrinya. "Emang wajah aku kayak playboy ya?" tanyanya.


"Enggak juga sih, tapi wajah kamu kan lumayan, enggak jelek-jelek amet, masa enggak ada mantan? Atau kamu enggak doyan wanita?"


"Sembarangan! Kalau aku enggak doyan, mana ada si Varo sama si Ucil ini."


Gila aja si Jefry nggak usah diremehin, sekali tancep doang langsung berhasil. Eggak percaya? Bukti udah terpampang nyata yaitu Alvaro Zeusares Vazquez dan Alvarasya Athena Vazquez. Jadi enggak usah diremehin!


"Ya kali aja, terus cerita dong tentang mantan kamu,"


"Aku enggak punya mantan," jawab Ardo.


"Masa?"


"Enggak percayaan banget jadi istri,"


"Ya bukan gitu," Viola tuh nggak percaya aja, maksudnya enggak percaya kalau Viola adalah yang pertama dan insya Allah terakhir bagi Ardo, yah semoga aja.


"Aku jadi kepikiran, ciuman kita di kantor kamu dulu, itu yang pertama?"


Ardo menggeleng.


"Kata kamu enggak punya mantan?"


"Emang ciuman hanya sama mantan?"


Viola menggeleng. "Ya enggak juga sih,"


Viola menatap Ardo bingung. "Kata kamu ciuman kita di kantor itu bukan yang pertama, tapi seingat aku itu adalah yang pertama kita ciuman."


Ardo mengangguk. "Itukan seingat kamu, emang kamu ingat aku ciumin kamu waktu tidur?"


"Hah?! Jadi kamu sering ciumin aku waktu aku tidur?" Dasar Ardo, masa iya dia curi start dulu?


Ardo menyengir, lalu mengangguk. "Dari malem pertama kita sih, hehe."


Viola menjambak pelan rambut Ardo. "Dasar mesum,"


"Sifat alami laki-laki, Sayang."


Viola memutar bola matanya malas. "Suka suka kamu,"


"Mas, Grace ke mana ya?" tanya Viola lagi. Soalnya ia takut aja Grace kembali menyakiti keluarganya.


"Di penjara,"


"Di penjara? Siapa yang menjarain?"


"Aku,"


"Serius?"


"Kamu tuh enggak percayaan banget sih? Mau aku gigit ya ini," kata Ardo menunjukkan dada Viola.


"Yey itu mah mau kamu aja, tapi sukur deh kalau dia di penjara. Kalau perlu penjara seumur hidup,"


"Emang di penjara seumur hidup kok, kejahatan yang dia lakukan udah berat. Udah ah nggak usah ngomongin si uler itu, aku males, jadi pengen makan kamu," cengir Ardo.


Viola merona. " Apaan sih, enggak nyambung. Udah ah tidur,"


"Ngapain kamu mandang aku kayak gitu?" tanya Viola karena Ardo memandangnya tanpa berkedip.


"Kamu ... cantik," puji Ardo.


Sialan, lagi-lagi Viola merona. Ini Ardo kenapa sih?


"Yang, ada yang mau ketemu kamu."


Dahi Viola mengerut. "Malem gini?"

__ADS_1


Ardo mengangguk.


"Siapa?"


"Jefry,"


Lalu Ardo membungkam mulut Viola dengan ciumannya, jadilah mereka bermain dengan Jefry hingga dini hari.


***


"Assalamualaikum!!"


Terdengar suara teriakan nyaring dari arah depan rumah.


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikum salam, Marvel? Ayo masuk,"


Marvel menyengir, lalu ia masuk ke dalam rumah mertua adiknya itu. "Orang rumah mana, Tan?" tanya Marvel, karena ia melihat rumah ini sunyi senyap.


"Ada kok, Viola lagi ngasi Varo makan. Ardo sama om kamu belum pulang," Jawab Mama Lia. "Kapan kamu pulang? Bukannya lagi dj Amerika?"


"Semalem sih, Tan. Aku kangen Varo aja makanya mampir sini," kata Marvel.


"Siapa, Ma?" tanya Viola.


"Uncleeee!" Varo langsung berlari mendatangi Marvel.


"Hallo captain! Kangen Uncle nggak?"


Varo mengangguk semangat. "Uncle, hadiah?" tanya Varo, ia menengadahkan tangan mungilnya itu.


"Ada dong, di rumah Opah Nia banyak mainan dan buah semangka, katanya Varo suka semangka?" tanya Marvel.


"Iye! Alo cuke ame maga maga, sedaaappp, acam ayam goleng, ye kan Opah?"


Viola hanya menggelengkan kepalanya, ia duduk di samping Mama Lia. "Enggak usah terlalu dimanjain, nanti dia minta terus sama kamu," jawab Viola.


"Enggak apa-apa lah. Kan Varo anak uncle juga, iya enggak Varo?"


Varo menggeleng. Ia menggerakkannya jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan. "No no no, Alo anaknye Unda Olav ame ayah Dodo!" kata bocah itu.


"Iya deh iya, Varo anaknya Bunda Viola sama ayah Ardo."


"Ish ukannn, Unda Olav ame ayah Dodo," bantah si kecil Varo.


Marvel memutar bola matanya. "Iya deh terserah Varo aja," kata Marvel.


"Permisi, paket!" teriak seseorang dari luar.


"Mama ada beli barang?" tanya Viola.


Mama Lia menggeleng. "Enggak ada, kamu kali."


Viola juga menggeleng. "Enggak ada, Ma. Atau mungkin mas Ardo?"


"Mungkin, yaudah kamu tunggu sini, biar Mama aja yang ngambil." Mama Lia langsung beranjak dari sana.


"Kalo mau minum ambil sendiri aja, Bang. Aku lagi males gerak,"


"Hih dasar kerbau, males terus. Nanti makin tambah buntel kamu,"


Viola mendelik. "Awas aja kalau istri kamu hamil, aku doain biar kayak sapi bunting,"


"Viola ih, jahat banget sama Abang sendiri," bela Mama Lia sambil membawa kotak persegi yang ia bawa dari kurir tadi.


"Biarin, Ma. Buat siapa?"


"Buat kamu, buka gih. Mama penasaran, kok ringan banget." Mama menggoncang pelan paketan itu.


Viola menerima dan langsung membuka paket itu, ia juga penasaran dengan isinya.


Jantung Viola rasanya ingin copot sekarang juga, seketika itu rasanya Viola ingin pingsan dibuatnya.


***


Bersambung ...


Hayoloh, kira kira apa ya isi paketan itu?


A. Foto (dari novel yang sering saya baca sih foto, tapi ini nggak tau yaa😁✌)


B. Barang mevvah.


C. Celana dalem.


D. Isi sendiri.


Ayoo kita maen tebak tebakan, tapi nggak ada hadiahnya hehe.

__ADS_1


Komentar sebanyak-banyaknya dn jempol sebanyak-banyaknya, kalo nggak saya nggak akan update😁✌


Vote cerita ini dong, saya pengen cerita ini berada di sepuluh besar hehe. Vote yaaa kalo nggak saya ngambek nih :(


__ADS_2