
Bagas tidak suka kalau Viano memainkan janji janjinya kemarin kemarin.
"Lo kalau selingkuh minimal diem diem, jangan terang terangan." Bagas kesal.
Bagas dan Selena salah paham dengan Viano. Viano tidak punya selingkuhan sama sekali, Viano tadi cuman asal ngejawab, salahkan mulut Viano.
Viano segera menggeleng, "bukan begitu bang." ucap Viano lirih karena leher Viano sakit.
"Bukan begitu bukan begitu, maksud Lo apa!." Bagas benar benar emosi kali ini.
Menurut Bagas, Viano sudah keterlaluan, kenapa Viano mengungkap kebenaran disaat keadaan Selena masuk sakit. Bagas takut jika nanti akan berdampak dengan kesehatan Selena.
Selena menatap Viano dengan tatapan kecewa. Selena bahkan tidak membela Viano kali ini.
"Ma maaf bang, ta tapi kayaknya Abang sama Selena salah paham." Viano gagap karena kerahnya masih ditarik oleh Bagas. Bagas kalau marah benar benar menyeramkan.
"Salah paham? salah paham apa?! sudah terbukti kalau Lo pasti bakal ngecewain Selena!."
Viano menggeleng. "Gue sama sekali gak pernah ngecewain Selena bang." Viano jujur atau bohong kali ini?
"Lepasin Viano bang, kasian dia kesakitan." Selena meminta abangnya untuk melepaskan tarikan tangannya dari kerah Viano.
Bagas menuruti permintaan dari Selena.
"Coba jelasin kenapa bisa Lo ngomong kalau gue sama Abang salah paham." perintah dari Selena.
Viano menatap Selena dan mengangguk patuh.
"Jadi tadi gue asal ngomong aja, gue gak pernah selingkuh kok." ungkap Viano.
Selena menatap Viano tidak percaya. "Yakin? Lo gak punya simpanan lain?"
Viano menggeleng. "Gue berani sumpah deh kalau gue gak punya simpanan, apalagi selingkuh. Gue gak pernah."
Selena memperhatikan raut wajah Viano, dipandangi terus tapi tidak ada raut raut wajah berbohong. Jadi Viano benar gak punya simpanan?.
"Tapi tadi aku lihat Lo didepan ruang rawat entah itu siapa. Lo ngapain disana? mama Sekar gak sakit bukan? jadi pasti Lo nengok simpanan Lo bukan?" Selena memberondong banyak pertanyaan.
Viano terkejut, jadi Selena melihatnya saat menunggu diruangan rawat Dania?. Kenapa Viano tidak menyadari keberadaan Selena.
Viano terdiam sedang memikirkan kata kata yang pas.
__ADS_1
"Lo ngelihat gue?" Viano bertanya.
Selena mengangguk, "gue tadinya gak yakin kalau itu elo tapi melihat reaksi Lo sekarang gue yakin tadi itu elo."
Viano mengangguk, "iya emang gue, tapi gue gak selingkuh. Gue baru nganter Dania yang pingsan ke rumah sakit. Dan ada teman Dania yang lain kok." ungkap Viano.
Selena sakit hati ternyata Viano masih memperdulikan Dania.
"Ouh yah. Bagus dong kamu peduli banget sama Kak Dania."
Viano memegang tangan Selena, "Len percaya sama gue, gue gak bakalan selingkuh dari Lo."
Bagas jadi kepanasan sendiri karena melihat adegan romantis yang membuat hatinya mencelos.
"ekhem, udah udah jangan romantis romantis. disini dilarang romantis." ucap Bagas.
Selena tertawa, "kasian banget sih, salah sendiri jomblo." Selena meledek Bagas.
Bagas cemberut. "Lo selesain dulu masalah Lo, nanti lanjut ledek gue." ucap Bagas.
"Masalah Gus udah selesai yah." ungkap Selena.
"Hilih belum tuntas tuh masih ada banyak yang disembunyiin laki Lo." Bagas memberi clue.
"Aku sama sekali gak nyembunyiin apa apa." Viano langsung klarifikasi dari pada nanti timbul kesalahpahaman.
Selena berusaha percaya dengan perkataan Viano.
Diruangan rawat Selena, tiga orang itu asik bercanda, Selena bahkan melupakan dirinya yang masih sakit, kalau lagi bercanda Selena kadang lupa.
Sudah hampir tengah malam, Viano ijin untuk pulang. Sebenarnya Viano ingin menemani Selena lebih lama, tapi karena perintah Bagas yang kekeh Viano harus pulang akhirnya Viano mengalah. Selena juga sedih karena ditinggal oleh sang pacar, padahal besok Selena juga bakal bertemu kembali dengan Viano.
Viano menatap kebelakang, Viano menatap wajah cantik kekasihnya. Selena mengangguk menyakinkan Viano bahwa Selena baik baik saja karena ada Bagas yang selalu menemani Selena.
"Hati hati dijalan, jangan ngebut." nasehat dari Selena. Viano mengangguk patuh.
Setelah Viano pergi, kamar jadi serasa sepi.
"Woi jangan kayak janda ditinggal mati suami deh, kenapa galau banget." ucap Bagas.
Selena menatap Bagas tidak suka, apapun suasana jika ada Bagas maka Bagas akan selalu menganggu Selena, entah sampai kapan akan seperti ini terus.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selena sedang sibuk membaca novel diponselnya, pintu kamar Selena terbuka masuklah dua orang.
Selena menatap dengan tak percaya, salah satu dari orang itu mendekat kearah Selena dan langsung memeluk tubuh Selena.
"Bunda." lirih Selena memanggil bundanya yang baru datang.
Bundanya menangis sejadi jadinya, Bunda Irama dan Selena baru bisa bertemu hari ini karena keadaan Irama yang sudah lumayan membaik.
"Ya ampun anak ku, kenapa kamu sampai begini. Kamu gak apa apa?" Bunda Irama bertanya karena dirinya sungguh khawatir dengan keadaan Selena.
Selena mengangguk menjawab pertanyaan dari Bundanya. "Aku udah gak apa apa Bun, cuman yah kadang masih sakit, dan tulang ku ada yang retak."
Mendengar penuturan dari Selena membuat hati bunda Irama hancur, ibu mana yang tidak sedih melihat kondisi putrinya seperti Selena. Ibu mana yang tidak kasihan melihat banyak luka yang melekat dikulit anaknya.
Selena masih memeluk erat tubuh Bundanya. Selena juga menumpahkan rasa rindunya yang berberapa hari tidak bertemu dengan sang Bunda.
Setelah puas berpelukan, Selena melepaskan pelukan dan menatap orang lain yang datang. Laki laki yang tinggi, putih, bijaksana dan rupawan siapalagi kalau bukan Ayahnya, ayah yang selalu Selena rindukan akhirnya datang.
"Ayah." Selena memanggil ayahnya
Ayahnya tersenyum dan merentangkan kedua tangannya sambil mendekat kearah Selena. Selena langsung memeluk tubuh Ayahnya. Selena mencium baru wangi ditubuh ayahnya, dari kecil Selena paling suka seperti ini karena aroma dari tubuh ayahnya membuat hati Selena merasa tenang.
"Gimana keadaan kamu udah membaik?" Ayahnya bertanya.
Selena mengangguk. "Yah sedikit membaik."
"Membaik lah yah, kan disini ada Bagas yang merawat anak kecil ini sampai bisa sembuh." sahut Bagas.
Selena melepaskan pelukannya kepada ayahnya.."Kata siapa? Abang malah suka jail ke Selena bikin Selena sedih juga. Abang gak pernah niat kalau merawat Selena."
Bagas tersenyum karena bisa membuat kesal Selena, hobi Bagas memang selalu menjaili Selena, Bagas juga senang Selena bisa kesal daripada sedih bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Yah kalau mau niat dirawat harus ada money dulu sebagai bayaran." ungkap Bagas.
Baga smata duitan sekali bukan. Padahal merawat adik kandungnya sendiri tapi harus ada bayaran.
"Tuh lihat yah, Bun. Abang tuh mata duitan."
"Dasar tukang ngaduh." Bagas kesal.
__ADS_1
"Yah salah sendiri mata duitan." Selena tertawa melihat wajah kesal dari Bagas.