My Ketos

My Ketos
78


__ADS_3

Selena menghentikan langkahnya, ketika netranya menatap salah satu gaun panjang.


Selena melangkah mendekat kearah gaun itu.



"Gaunnya cakep banget." Selena terpana dengan kecantikan gaun itu.


Selena menoleh menatap Viano. "Vin gaunnya cantik yah motif tie die warna Lilac lagi." ucap Selena.


"Heem bagus." komentar dari Viano.


"Beli atau enggak?" Selena bertanya.


"Beli aja kalau suka." jawab Viano.


"Ya udah." Selena segera mengambil gaun tersebut.


Selena dan Viano kembali berjalan bersama.


"Udah gitu aja? mau kembali ke resto?" Viano bertanya kepada Selena.


Selena menatap Viano. "Gak mau."


Viano menatap Selena kebingungan. "Beli baju udah, sekarang mau kemana lagi? kalau Lo gak mau balik ke resto?" Viano bertanya.


Selena menggeleng. "Gue masih pengin jalan jalan Vin, kalau pun diresto pasti ibuk ibuk itu masih sibuk ghibah." jawab Selena.


"Lalu kita mau kemana setelah ini?" Viano bertanya.


"Gimana kalau kita main ke time zone?" Selena bertanya untuk memastikan.


Viano menatap Selena dengan tatapan kebingungan. "Time Zone? mau main?"


"Ya kali ke time zone mau goyang dumpret. pastinya ke sana mau main lah." ucap Selena.


"Lo masih punya kartunya kan Vin?" lanjut Selena bertanya.


"Yah gue punya kartu time zone, gue punya banyak kartu sih." Viano menyombongkan diri.


" Dih sombong loh. Nanti kartu lo gak ada isinya." ucap Selena.


Viano mengacak acak rambut pacarnya, " kartu ini saldonya masih banyak, jangan khawatir gue gak bakal bikin malu pacar ku tercantik ini kok."


Selena jadi salting sendiri karena dipuji cantik, kenapa sih Viano selalu bikin setiap detik Selena bisa jatuh cinta kepada Viano.


" Yok langsung aja kesana." Viano mengandeng tangan Selena.

__ADS_1


Selena dan Viano melangkah menuju kedalam time zone.


Selena ingin mencoba permainan bola basket terlebih dahulu.


"Vin, gimana kalau kita berdua battle?" Selena menantang Viano.


"Dengan senang hati." Viano memilih ring disebelah Selena.


"Oke siap, satu dua tiga." ucap Selena. Selena dan Viano sudah memulai pertandingan basket.


Selena senang sekali dan berharap dirinya lah yang akan menang karena Selena sudah merasa jago bermain basket.


Selena memperhatikan skor permainannya.


"Skor ku lima puluh, Lo berapa Vin?" ucap Selena. Selena memperhatikan ring Viano, mata Selena terbelalak karena skor Viano lebih tinggi dari skor miliknya, itu artinya Selena kalah.


" Kok bisanya skor Lo lebih banyak sih Vin ! Lo pasti curang yah?" Selena curiga.


Skor milik Viano adalah tujuh puluh lima, Selena ketinggalan jauh sekali.


"Gue gak pernah curang dalam bertanding." ucap Viano.


Selena menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Gue gak percaya, Lo pasti curang pas gue lagi fokus maen." Selena masih merasa curiga.


Viano menggeleng. " Gue beneran gak curang Len, Lo lupa atau gimana? gue kan wakil ekskul basket yah pastinya gue jago main basket." sepertinya Viano sedang menyombongkan diri.


Viano sepertinya harus mempunyai banyak stok sabar untuk menghadapi Selena.


"Lagi pms yah?" Viano bertanya menebak nebak kenapa Selena hari ini moodnya tidak bisa ketebak.


Selena menatap Viano, Selena menatap Viano seperti ingin melahap habis habisan semua bagian tubuh Viano tanpa terkecuali.


"Kalau gue pms emangnya masalah buat Lo?!" Selena jadi berubah galak bukan berubah seperti seorang putri. Sepertinya Viano salah baca mantra nih.


'Mampus singa dilawan sih.' batin Viano ketar ketir.


' Yah kalau Lo pms gue jadi bingung harus bersikap bagaimana. Lain kali kalau pms bilang yah.' Viano mengucapkan kalimat ini dalam hati, Viano tidak berani jika harus mengungkapkan isi hatinya, bisa bisa Viano akan mendapatkan cubitan super sakit dari Selena, dan Selena bisa ngambek berhari hari.


" Enggak kok mau Lo lagi biasa aja, mau Lo pms gak ada masalah sama gue." jawab Viano.


"Gue hari ini ngaku kalah, Lo menang,"


"Mungkin tadi nih mesin rusak jadi kedoble skornya." lanjut Viano.


mendengar penuturan dari Viano membuat Selena beralih fokus dan menatap permainan basket.


"Emangnya mesin permainan ini bisa rusak?" Selena bertanya kepada Viano.

__ADS_1


'Syukurlah udah pindah topik pembicaraan.' batin Viano senang.


"Yah bisa dong sayang ku, namanya juga mesin pasti bisa rusak." ucap Viano menjawab.


Selena menatap Viano dengan tatapan jijik.


"Kenapa?" Viano bertanya karena merasa jika Selena jijik.


" Hari ini Lo kenapa sih Vin? Lo salah minum obat? kok Lo beda banget, gak kayak biasanya." Selena jadi curiga.


' jadi play bot salah jadi good boy juga salah. memang yah cowok itu selalu salah Dimata cewek.' batin Viano.


" Bukannya gue sikapnya udah kayak gini yah?" Viano jadi bingung sendiri harus bagaimana.


Selena menggeleng. " Gak gak sikap Lo itu gak begini, Lo itu pas awal ketemu sama gue itu cuek bebek dan galak banget." Selena jadi mengingat tentang pertemuan pertamanya dengan seorang Viano Alexander Ankara.


" Itu cuman sikap yang dibuat buat biar adkel pada takut, sifat asli gue kayak sekarang." ungkap Viano.


Selena menatap Viano.


"Terserah deh, gue gak mood mau bahas itu lagi." Selena auto ngambek.


Viano mengusap usap dadanya. 'Ya tuhan ku kasih aku kesabaran sebanyak banyaknya.' batin Viano.


Tiba tiba ada anak kecil yang mendekat kearah Viano dan Selena.


"Kakak kakak udah selesai berantemnya? kalau udah selesai kakak kakak minggir dong. kita mau main nih." ucap anak kecil berjenis kelamin laki laki.


Selena dan Viano menatap anak kecil itu bergantian.


"Dari tadi aku lihatin kakak terus berantem, udah yah berantemnya gak baik loh saling berantem." nasehat dari anak kecil itu untuk Selena dan Viano.


Selena mendekat ke anak kecil itu, Selena mengacak gemas rambut sang anak kecil.


"Maafin kakak yah, kakak bakal ingat nasehat kamu kok. makasih." Selena jadi gemas sendiri.


Anak kecil itu tersenyum sampai giginya kelihatan, jadi super kiyowo.


"Gitu dong kak dari tadi, kasian kakak itu karena kelihatan bingung banget tadi." yang dimaksud anak kecil itu adalah Viano. Jadi dari tadi momen debat Selena dan Viano diperhatikan anak kecil ini, wah wah Selena dan Viano mempertontonkan tontonan yang tidak boleh untuk anak kecil.


"Maafin kakak yah." Selena selalu mengungkapkan kata maaf.


"Kakak harusnya minta maaf sama kakak ganteng itu."


Apakah anak kecil ini dibayar oleh Viano? kenapa selalu membela Viano sih?. Selena menatap Viano malas, kemudian Selena menatap anak kecil tadi.


"Iya nanti kakak bakal minta maaf sama kakak ganteng itu kok." mengatakan Viano ganteng adalah hal yang mustahil untuk dikatakan Selena, tapi sekarang Selena malah mengatakan jika Viano ganteng.

__ADS_1


Viano sudah senyum senyum bangga sendiri.


__ADS_2