
"Yah walaupun ribet kan lebih sehat Vin."
Viano kembali meraih mie instan yang diambil oleh Selena.
"Gak apa apa sayang ku." ucap Viano.
Blush pipi Selena menjadi merah merona. Kenapa sih Selena cepat sekali baper dengan ucapan Viano.
"Udah deh Lo jangan makan mie ini, kalau gue bilang gak usah yah gak usah." Selena masih kekeh dengan pendiriannya.
"Yah kalau gak makan mie instan makan apa? kalau gue kelaparan gimana?" Viano sok dramatis.
"Yah makan lainnya yang lebih sehat lah."
"Makan kamu?" ucap Viano tiba tiba.
Selena menatap tajam kearah Viano. Selena memukul Viano menggunakan mie instan yang dipegangnya.
"Apa apaan sih gaje banget." ketus Selena. Lain dimulut lain dihati, dimulut Selena tidak suka tapi dihati Selena dag Dig dug karena perkataan Viano yang tidak difilter itu bikin panas dingin.
"Udah tuh bayar mie instannya, kalau sakit salah Lo sendiri." Selena memberikan mie instan.
Viano tertawa terbahak bahak, jarang sekali Viano terlihat tertawa seperti ini.
"Bercanda Len, nanti deh gue makan Lo kalau udah sah." setelah mengatakan ini Viano berlari menjauh dari Selena, Viano takut terkena amukan Selena.
Selena mendekat kearah Viano. "Mau beli apa lagi?"
"Coffe sachetan, biskuit sama Chiki Chiki." jawab Viano.
Selena mengangguk anggukan kepalanya. "Itu aja?"
Viano mengangguk, "Lo mau sesuatu? ambil aja."
Selena tersenyum girang, Viano peka juga ternyata, Selenakan suka gratisan.
"Vin kalau gue beli skincare disini gak apa apa?" Selena bertanya karena takut jika Viano keberatan.
Viano mengangguk, "gak apa apa selagi skincarenya berguna." ucap Viano.
Selena senang, Selena segera memeluk tubuh Viano. Selena melupakan jika dialfa ada cctv, biarlah mas mas Alfa nanti iri dengan keromantisan anak SMA ini.
Hati Viano berdebar, tumben sekali Selena memeluknya tidak dipungkiri jika Viano senang sekali.
Selena segera melepaskan pelukannya dengan Viano, tidak sampai disitu Selena berulah dengan mengecup pipi Viano. Selena sudah seperti cewek simpanan yang baru ditransfer berjuta juta.
"Gue langsung ke rak rak skincare yah. makasih." Selena tersenyum manis.
setelah ditinggal Selena, Viano memegang dadanya. Jantungnya berdetak lebih cepat, hampir saja Viano mau guling guling karena salah tingkah. Viano memutar mutarkan badannya sambil bernyanyi.
"I loved you dangerously
More than the air that I breathe
Knew we would crash at the speed that we were going
Didn't care if the explosion ruined me
Baby, I loved you dangerously
Mm, mm
__ADS_1
I loved you dangerously"
Viano bahagia sekali. Viano tidak tau jika kegiatannya banyak dilihat oleh orang orang.
"Mas mas , masnya gila?" tanya adek kecil.
Viano menghentikan nyanyiannya, Viano baru sadar jika dirinya pasti terlihat gila karena nyanyi nyanyi sendiri.
"Gak dek, saya masih waras kok." ucap Viano.
Adek kecil itupun meninggalkan Viano.
Viano mencari Selena. Setelah berkelana Viano berhasil menemukan Selena.
"Udah Nemu skincarenya?" Viano bertanya.
Selena mengangguk.
"Cuman dua?" Viano kembali bertanya.
Selena menatap Viano malas, "cuman dua itu udah termasuk mahal Vin, kalau gue beli enam apa tujuh udah pasti harganya jutaan."
"Ouh begitu." Viano hanya ber o ria.
Selena kembali menyibukkan diri dengan barang belanjaannya.
"Mau beli apa lagi?"
"Udah kayaknya emang dua ini yang lagi aku pengin." jawab Selena.
Viano menganggukan kepalanya.
Viano dan Selena sudah selesai belanja, Viano pergi kekasir untuk membayar barang barangnya.
Viano mengambil 2 cup mie instan itu.
"Mas sekalian ini." ucap Viano.
Selena dan Viano keluar dari Alfa. Selena eh dak menuju ke motor Viano, tapi langkah Selena dihentikan oleh Viano.
"Kenapa Vin?"
"Makan ini." Viano mengeluarkan dua bungkus cup mie instan
Selena menganggukan kepalanya, Selena menunggu Viano didepan Alfa didepan Alfa ada tempat nongkrong cocok untuk berduaan.
Viano dari dalam Alfa keluar membawa dua bungkus cup yang sudah dimasak. Viano memberikan sebungkus cup untuk Selena.
"Dimakan." perintah dari Viano.
Selena segera memakan mie instan itu. Selena dan Viano menghabiskan waktu bersama dengan makan mie instan. Memang yah bahagia itu sederhana, menghabiskan waktu berduaan dengan pasangan itu sudah bikin bahagia.
"Kamu kapan purna tugas jadi ketos Vin?" Selena bertanya.
"Kenapa emangnya? Lo udah gedek karena gue udah gak punya waktu berduaan sama Lo?"
Selena menggeleng, "bukan begitu, gue entah kenapa khawatir aja."
Viano tertawa, "khawatir gak ada yang hukum Lo?"
"Enak aja, gue sekarang udah jadi anak baik yah, cuman pas awal awal aja gue suka nyobain hukuman, kalau sekarang mah beda." ucap Selena.
__ADS_1
"Syukur deh kalau Lo udah jadi lebih baik."
Hening menerpa.
"Lo kapan lulus dari sekolah?" Selena bertanya dengan nada lirih. Selena menjadi sedih jika teringat Viano akan berbeda sekolah dengan Selena.
"Sekitar tiga bulan lagi, gue juga udah mulai daftar universitas." jawab Viano.
Selena mengangguk anggukan kepalanya.
"Ujian juga sebentar lagi yah?"
Viano mengangguk. "Iya, doain yah semoga gue lulus."
Selena dan Viano kembali melanjutkan makannya. Setelah selesai mereka berdua segera pulang.
*Hari ini hari libur, Selena masih setia merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk, rasanya Selena enggan terbangun.
Tok...tok...tok
Suara ketukan pintu membuat Selena membuka matanya.
"Ada apa?" dengan suara khas bangun tidur Selena bertanya.
"Ada yang Dateng tuh, cowok lo." suaranya saja Selena kenal, kenapa sih Bagas tidak pernah membiarkan Selena tenang.
"Apaan sih bang."
"Udah dibilang cowok Lo Dateng."
Selena menatap pintu sebentar kemudian mata Selena tertutup lagi.
Tok tok tok
Sura ketukan pintu terdengar lagi.
"Apaan sih ini masih pagi loh." Selena berteriak.
"Gue Dateng." ucap seseorang
Mendengar suara itu membuat Selena langsung terbangun. Selena segera berdiri dan menuju mendekat kearah pintu.
"Vin ini beneran lo?" Selena bertanya.
"Iya. katanya Bagas Lo belum bangun padahal udah jam enam pagi."
is is Bagas membuat Selena malu saja. tangan Selena menutup wajahnya.
"Gue sebentar lagi turun, Lo tunggu diruang keluarga aja." ucap Selena.
"Oke."
Selena langsung berlari menuju ke kamar mandi. Selena segera mandi, Selena mengeluarkan sabun banyak, biar tubuh Selena wangi agar bisa memikat Viano. Ciah memikat padahal Viano sudah terpikat.
Setelah selesai Selena segera memakai dress selutut berwarna pink, Selena terlihat imut saat memakai dress pink.
Terakhir Selena menyemprotkan parfum.
"Hemm selesai." ucap Selena.
Selena segera keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang keluarga.
__ADS_1
Ternyata Viano sedang sibuk dengan Bagas, mereka sedang bermain PlayStation.
"Woi lu jangan nyengol nyengol dong." teriak Bagas.