
Hari ini hari libur, akhirnya setelah 5 hari sekolah akhirnya Selena bisa merasakan libur juga.
Selena sedang berguling guling diatas ranjang empuknya.
"Apa gue ngajak Viano keluar yah?" Selena bergumam sendiri.
Selena meraih teleponnya, Selena berniat akan menghubungi Viano, tapi Selena tiba tiba mengurungkan niatnya.
"Viano sibuk gak yah?"
"Tapi kayaknya gak sibuk?, atau gue tanya ke mama Sekar yah?" Selena kembali bergumam sendiri.
Selena meletakan handphonenya disamping tubuhnya, Selena ragu apakah akan menelepon mama Sekar atau langsung menelepon kekasih pujaan hatinya.
Dering ponsel menyadarkan lamunan Selena. Selena segera mengambil ponselnya. Pucuk dicinta ternyata yang menelepon Selena adalah Viano, memang yah kalau sudah berjodoh telepatinya kuat banget.
Selena segera mengangkat telepon dari kekasihnya itu.
"Tumben nelepon, ada apa?" Selena tidak ingin kelihatan terlalu menanti panggilan telepon dari Viano.
"Hari ini Lo ada kegiatan? atau cuman duduk duduk santai dirumah?" Viano bertanya ditelepon.
Selena tidak langsung menjawab pertanyaan dari Viano.
"Halo halo sinyalnya bagus kan? denger suara gue gak Len?" Viano bertanya untuk memastikan.
"Iya gue denger suara Lo kok,"
"gue hari ini cuman nyantai dirumah doang. Ada apa emangnya?" lanjut Selena.
__ADS_1
"Syukurlah kalau Lo cuman nyantai, Tante Irama ada dirumah gak?" Viano bertanya.
"Bentar bentar gue check dulu."
Selena membuka pintu kamarnya, Selena tidak mematikan telepon dari Viano. Selena berlari menuruni tangga.
Setelah sampai dilantai bawah, Selena menoleh kesegala arah mencari keberadaan dari sang bunda.
"Bun, Bunda kemana?" Selena berteriak.
Dilain tempat Viano sedang tersenyum karena mendengar teriakan dari Selena.
"Bunda bunda where are you?"
"Ada apa Lena anak bunda? bunda dimeja makan." Bunda Irama berteriak.
Selena yang mendengar teriakan dari sang bunda akhirnya segera berlari menuju sang bunda.
"Kenapa kamu teriak teriak manggil bunda?" lanjut sang Bunda bertanya.
"Ouh iya tadi Viano tanya ada bunda gak dirumah gitu." jawab Selena.
Bunda Irama mengangguk anggukan kepalanya. "Lalu sekarang dimana Vianonya?"
Selena tersadar masih teleponan dengan Viano.
"Ini Bun di ponsel." jawab Selena sambil menunjuk ponselnya.
Bunda Irama memperhatikan Selena, Bunda Irama bingung sejak kapan Viano ada di ponsel?
__ADS_1
"Viano di ponsel? atau kamu sedang teleponan sama Viano?"
"Iya maksudnya Selena sedang teleponan sama Viano Bun." jawab Selena.
Bunda Irama menganggukkan kepalanya. "Sekarang tanyain kenapa Viano tanya tentang keadaan Bunda." perintah dari Bunda Irama.
Selena mengangguk dan langsung menuruti perintah dari sang Bunda.
"Lo denger sendirikan Vin tadi percakapan gue sama Bunda?"
"Iya gue denger. Gue nyariin bunda Lo karena mama Sekar mau ngajak ketemu di mall biasa mereka bertemu. Bunda Lo bisa?" Viano bertanya.
Selena menoleh dan menatap memperhatikan sang Bunda.
"Bunda hari ini sibuk gak? mau diajak ketemuan sama mama Sekar nih bund."
Bunda Irama yang mendengar perkataan dari Selena langsung senang.
"Wah bunda hari ini free free aja tuh, Bunda senang banget kalau ada yang ngajakin bunda pergi, akhirnya bunda bisa keluar dari rumah ini." ungkap Bunda Irama.
"Ih bunda kenapa gitu sih."
Selena kembali fokus teleponan dengan Viano.
"Bunda free tuh dan Bunda mau ketemu sama mama Sekar Vin." jawab Selena.
"Oke kalau begitu ketemunya kata mama jam 11 aja biar agak siangan dikit."
"Dandan yang cantik yah, eh jangan dandan biasa aja takutnya ada yang suka sama Lo kalau Lo terlalu cantik, nanti saingan gue semakin banyak deh." ungkap Viano.
__ADS_1
Selena senyum senyum sendiri. "Apaan sih Vin." tanpa aba aba Selena mematikan telepon secara sepihak karena Selena baper dengan kata kata dari Viano.