
Para siswi iri Selena bisa jalan dengan Viano. Mereka iri karena Selena bisa jalan dengan cowok sepopuler Viano,dan seganteng Viano, mereka tidak terima Selena jalan dengan Viano yang lumayan dikagumi banyak siswi di High school.
Terdengar dering dari ponsel milik Selena, Selena langsung meraih ponsel yang ada disakunya, Selena menghentikan langkahnya, Viano juga ikut ikutan menghentikan langkahnya.
“Iya ada apa kak?” Selena menjawab telepon, Viano sedikit demi sedikit mendekat ke Selena karena ingin mendengarkan percakapan Selena dengan sipenelepon.
“Oh oke gue bakalan kesana.”
“Tunggu yah kak, gue lima menit bakalan selesai.”
Viano sudah dekat dengan tubuh Selena tapi masih saja tidak bisa mendengar percakapan antara Selena dan sipenelepon.
“Oke kak.”
Selena memasukan ponselnya setelah selesai teleponan, Viano langsung menatap Selena dengan raut wajah kebingungan.
“Yang nelpon siapa?” Viano bertanya karena dari tadi penasaran.
“Kak Jae.” respon Selena.
“Dia nelpon kamu mau apa?” tanya Viano.
Selena terdiam sebentar, “katanya dia udah nunggu gue pulang, jadi gue mau pulang bareng dia.” jawab Selena.
“Lo mau pulang bareng dia?” Viano tidak terima dan kesal karena keputusan dari Selena.
“Iya.” Selena dengan gampangnya menjawab, padahal tau jika Viano sedang marah.
Viano berusaha menahan emosinya. “Tadi ditawarin pulang bareng gue kenapa gak mau?, giliran sama combre lo mau?”
‘Viano beneran marah gak sih?’ batin Selena bertanya tanya.
“Gue lagi gak mood deket deket sama lo.” jawab Selena.
Selena langsung meninggalkan Viano tanpa sekata apapun, Viano menatap kepergian Selena dengan perasaan kesal, perasaan dendam kepada Jae pun tersulut.
Selena sudah sampai dihalte bus, disana sudah ada Jae yang menunggu kedatangan Selena, Selena berjalan sambil menatap sekelilingnya, banyak siswi dari sekolahnya menatap kagum ke Jae. Selena tidak cemburu, karena Jae hanya sebatas teman.
“Kak Jae.” Selena meneriaki nama Jae.
Jae pun menoleh kearah Selena. “Hello, what’s up.”
Selena berhenti didepan Jae, “udah lama nunggunya kak Jae?” Selena bertanya.
Jae menggeleng. “Enggak kok, cuman setengah jam aja.”
Selena melotot kaget. “Setengah jam itu termasuk lama kak.”
__ADS_1
“Enggak tuh menurutku, gue nunggu satu tahun buat lo juga gak apa apa.” ungkap Jae.
Selena menggelengkan kepalanya tidak percaya Jae menggodanya. “Udah yuk kak pulang, takut kesorean.” Jae mengangguk dan memberikan helm kepada Selena, Jae naik kemontor ninjanya dan menyalakan montor, Selena naik kemontor Jae. Jae langsung menjalankan montornya membelah jalanan yang ramai.
Diperjalanan ada canda tawa dari Selena dan Jae, Selena dan Jae bercanda sepanjang perjalanan, mood Selena jadi lumayan baik gara gara bercanda dengan Jae. Selena sedikit melupakan tentang nilainya yang kurang bagus.
“Jalan jalan naik montor gini ternyata seru juga yah kak.” ungkap Selena.
“Iya memang seru, apalagi kalau kita berdua naik montor ini jalan jalan kepegunungan, pasti lebih seru lagi.” ada maksud tersembunyi dari perkataan Jae tetapi Selena sepertinya tidak menyadari maksud dari Jae.
“Bener juga yah apa yang dikatain kakak, kalau jalan jalan pake montor kepegunungan pasti bakal lebih seru.” sahut Selena.
“Emangnya lo gak punya montor Len?” Jae bertanya.
Selena terlihat dari spion sedang menggeleng. “Selena gak punya montor. tapi nanti Selena mau minta montor deh.”
Hening menerpa Selena dan Jae tapi tidak berlangsung lama karena Jae membuka obrolan kembali.
“Kapan kapan lo bisa jalan jalan sama gue? kita jalan jalan kedaerah pegunungan naik montor ini.” Jae menawarkan ajakan untuk pergi bersamalah.
Selena diam karena sedang menimbang nimbang pilihannya, ‘Hem pilihan yang sulit, tapi kayaknya bakal seru deh.’ batin Selena.
“Kalau lo naik mobil, view yang terlihat gak langsung karena terhalang jendela, sedangkan kalau naik montor pasti bisa lihat langsung.” ucap Jae.
“Gimana lo mau?” lanjut Jae bertanya.
“Jadi kita mau pergi kapan kak?” Selena bertanya.
“Besok sudah libur yah?” Jae bertanya untuk memastikan.
“Iya besok udah mulai libur kak.” jawab Selena.
“Oke. kalau begitu gimana kalau kita jalan jalannya besok aja?” tawar Jae.
Selena mengangguk dan setuju dengan tawaran Jae. Sekalian Selena akan refreshing otaknya.
Montor sport milik Jae berhenti didepan rumah Selena. Jae memandang rumah Selena, Jae terkagum karena tema rumah Selena yang elegan, simple dan bercat putih, membuat yang memandangnya menjadi merasa aman dan damai. Selena melepaskan helm milik Jae, sebelum masuk Selena tidak lupa mengucapkan terima kasih karena sudah diantar sampai rumah.
“Terima kasih yah kak.” ucap Selena.
“Sama sama.” Jae tersenyum.
“Jadi besok kita berangkat jam berapa kak?” Selena bertanya untuk memastikan.
“Kayaknya lo gak sabar yah mau jalan jalan baru gue?” Jae menggoda Selena, sontak membuat kedua orang itu tertawa.
“Enggak kak, biasa aja sih.”
__ADS_1
“Oke maaf yah,”
“Kita berangkat jam sembilan aja, biar pulang tidak kesorean.” lanjut Viano.
Selena langsung senang mendengar perkataan dari Jae itu. “Oke kak.”
“Gue pamit dulu yah, maaf yah gak bisa mampir.” ucap Jae.
“Jangan lupa lo harus makan dan tidur.” timpal Jae.
Jae kembali menyalakan montornya dan meninggalkan kediaman Selena, Selena masuk setelah Jae pulang.
Selena yang masih fokus nonton drakor terganggu karena ketukan pintu.
“Woi adik gue yang paling cantik.” Bagas berteriak.
Selena melangkah dan membuka pintu untuk melihat Bagas. “Ada apa bang?”
“Viano mau ketemu lo tuh.” jawab Bagas.
Selena kaget Viano berkunjung kerumahnya tapi kenapa tidak ada kabar dari Viano dari sepulang sekolah, dan kenapa juga jam 7 malam tiba tiba Viano berkunjung.
Selena keluar dari kamarnya, dan melangkah kelantai bawah. Mata Selena menemukan keberadaan Viano. Viano ternyata sedang bermain game dengan Bagas.
“Lo udah diambilin minum sama kembaran kadal belum?” Selena bertanya.
Viano tersenyum melihat kedatangan Selena.
“Belum.” jawab Bagas.
“Lo sebagai calon istri yang baik dan sabar harusnya yang buatin dong.” timpal Bagas.
Selena memandang Bagas tidak terima. “Bilang aja lu males buatin minuman buat dia.”
“Lah itu lo tau, artinya lu bener bener adik gue.”
“Dih apaan sih.” Selena meninggalkan Bagas dan Viano yang masih saja bermain game. Katanya Viano ingin bertemu dengan Selena, tapi masih saja sibuk bermain game, jadi sebenarnya niat Viano datang itu buat apa?.
Selena masuk kedalam dapur untuk membuat jus jeruk kesukaan Viano, dan akan mengambil beberapa makanan ringan.
Selena duduk dan menaruh nampan yang sudah terisi makanan dan minuman.
“Kok lo main sih katanya lo kesini karena mau ketemu gue?” ucap Selena.
~~
Jadi keinget mau jalan jalan sama seseorang kepegunungan, belum juga tercapai eh udah putus aja.
__ADS_1
Sad juga ternyata.