My Ketos

My Ketos
105


__ADS_3

Selena dan Auzi kekantin, mereka akan makan siang. Selena rindu sekali dengan suasana kantin sekolah.


Selena dan Auzi duduk. Mereka saling pandang.


"Ya ampun gue lupa kalau gak ada baru yang mesenin makanan, jadi hari ini siapa yang mau pesenin?" Selena bertanya.


Auzi berdiri, "gue aja, kalau Lo yang pesenin gue khawatir karena Lo kan masih sakit."


Selena terharu sekali dengan sikap Auzi. Selena beruntung mempunyai sahabat seperti Auzi.


Setelah pesanan mereka datang, Auzi dan Selena segera memakan makanan mereka, mereka makan sekalian bercanda, sepertinya mereka tidak takut keselek.


Datanglah Viano dan kedua temannya. Mereka berjalan menuju kekursi Selena. Agli segera duduk disebelah Selena, tapi Agli diusir oleh Viano. Aglipun duduk bersebelahan dengan Rehan. Memang yah hidup Agli itu tidak jauh jauh dari Rehan.


"Buset mau berduaan aja lu." ucap Agli.


"Maklum gli lagi bucin bucinnya." timpal Rehan.


Viano tidak menghiraukan ucapan kedua temannya. Viano menatap Selena tanpa bosan, yang ditatap pura pura tidak tau. Kalau Selena membalas tatapan Viano takutnya nanti Selena salting sendiri bikin malu apalagi didepan Selena ada Agli dan Rehan yang notabenenya sahabat Viano, makin malu kalau Selena ketahuan salting.


"Lo udah makan?" Viano bertanya.


Selena mengangguk. "Nih Lo lihat sendiri, bakso gue udah mau abis." ucap Selena.


Viano mengangguk anggukan kepalanya.


"Lo udah makan?" kini giliran Selena yang bertanya.


Viano mengangguk. "Gue udah makan pagi dirumah Lo kalau Lo lupa."


"Maksudnya udah makan siang?


Viano menggeleng seperti anak kecil.


"Mau pesen apa? kak Agli pesen gih." Selena menyuruh Agli untuk memesan makanan.


Agli sebenarnya tidak mau tapi karena yang menyuruhnya Selena, Agli jadi mau deh pesenin Viano dan Rehan makanan. Hih dasar Agli sama cewek aja nurut, maklum buaya cap kadal.


"Sebenernya gue gak rela mau mesenin dua buaya ini, tapi karena yang nyuruh ayang beb gue terima deh."


"Btw kalian mau pesen apa, cepet sebelum gue bad mood." lanjut Agli.


"Niat mesenin gak sih Lo. pakai mood mood emangnya lu cewek." cerca Rehan.


"Terserah gue dong, mood mood gue juga Lo gak usah ngatur." ucap Agli.

__ADS_1


Agli sudah seperti perempuan yang sedang pms atau jangan jangan Agli sebenarnya cewek yang menyamar menjadi cowok?


Setelah menyebutkan pesanan mereka, Agli pun berlalu untuk segera memesan makanan. Tidak lama Agli membawa semangkok nasi goreng seafood, soto tauco, bakso, 2 es jeruk dan 1 es teh manis.


Agli meletakan nampan pesanan mereka diatas meja, "nih pesanannya yang mulia." ucap Agli sok dramatis.


"Iya babu, terima kasih yah." karena Agli mulai memainkan drama, Rehanpun jadi ikut ikutan berdrama.


"Sa ae loh beruang kutub Utara."


Walaupun mereka saling mengejek tapi mereka tetap berteman. Viano selalu menjadi penonton ketika Rehan dan Agli bertengkar. Karena lapar mereka memutuskan untuk makan.


Saat sedang makan, datanglah Raen. Raen datang dan duduk dihadapan Selena yang masih kosong.


"Gimana kabarnya Sel? udah baikan?" Raen bertanya dengan tatapan khawatir.


Viano yang disebelah Selena menjadi marah karena Raen yang sepertinya sedang ingin pendekatan dengan Selena padahalkan disamping Selena sudah ada pacarnya yang menatap Raen dengan aura permusuhan yang sangat kental.


"Hemm. sok perhatian." komen Viano.


Selena menatap Viano lucu, tumben sekali Viano cemburu.


"Gue gak apa apa kok kak." jawab Selena.


Raen merasa lega karena Selena baik baik aja.


Walaupun Agli suka menggoda Selena tapi jika Selena digoda orang lain Agli tidak rela. Agli akan mempertahankan hubungan Viano dan Selena.


Raen hanya menatap sekilas Viano.


"Kalau gitu gue pergi dulu yah." ucap Raen.


Raen pergi meninggalkan Selena dan kawan kawan karena kurang nyaman karena Agli terus saja menyindir Raen yang katanya bibit bibit pembinor padahal Agli sedikit bibit bibit pembinor.


"Nanti pulang sama siapa?" Viano bertanya.


"Gak tau." jawab Selena.


Berangkat bersama ya kali pulang gak bersama aneh sekali Viano.


"Lo ada rapat OSIS?" Selena balik bertanya.


Viano menggeleng. "Nanti pulang sama gue yah." Selena menganggukan kepalanya.


Sebelum bel istirahat selesai, Selena dan Auzi kembali kekelas dahulu meninggalkan Viano dan kedua temannya. Selena dan Auzi kembali belajar setelah beristirahat.

__ADS_1


Bel pulang sekolah berbunyi, Selena membereskan barang barang.


"Lo pulang sama kak Viano sel?"


Selena mengangguk.


"Gue doainnya semoga Lo selamat sampai tujuan, gue jadi ketakutan kalau Lo mau pulang." Auzi khawatir jika hal negative akan terjadi kepada Selena lagi.


Selena tersenyum, "jangan berpikiran begitu dong Zi, kalau sama Viano sepertinya aman." ucap Selena berusaha untuk menenangkan Auzi.


"Lagian pas itu mungkin lagi apesnya aku sama Baru Zi." lanjut Selena.


"Ya udah deh hati hati yah." Selena menganggukan kepalanya.


Selena keluar dari kelas langsung menuju ke parkiran. Diparkiran Viano sudah menunggu kedatangan Selena. Viano memberikan helm untuk Selena pakai. Selena segera naik keatas montor Viano. Viano melajukan montornya meninggalkan sekolahan.


"Tumben Vin tadi Lo gak kekelas gue, kenapa?" Selena bertanya karena biasanya Viano selalu menyusul Selena dikelasnya.


"Tadi ketemu Dania, dia minta gue buat pulang bareng." jawab Viano.


Viano tidak akan berbohong kepada Selena, Viano takut jika dirinya tidak jujur Selena pasti akan berpikiran yang tidak tidak.


"Lalu? gimana Lo nolak permintaan Dania?" Selena sebenarnya takut jika Dania semakin ngencar mendekati Viano, karena Viano memberikan peluang.


"Iya gue nolak ajakan Dania. Guekan udah janjian sama Lo."


Hati Selena jadi berbunga bunga mendengar alasan dari Viano. Ternyata Viano masih mengutamakan Selena.


Mereka kembali diam, Selena fokus memperhatikan pemandangan.


"Kita ke Alfa yah, gue mau beli makanan." ucap Viano.


"Iya." jawab Selena.


Vianopun melajukan montornya menuju ke Alfa.


Viano dan Selena masuk kedalam Alfa. Viano segera membeli mie instan, Selena mengekori Viano.


"Kok beli mie instan? Lo suka makan mie instan?"


Viano mengangguk. "Gue bawa buat bekel kalau ada rapat OSIS, disekolahkan kalau anak anak udah pulang kantin udah nutup, kalau kelaperan harus nunggu makanan pesan online lama jadi daripada gitu mending makan mie instan." jawab Viano.


Selena memegang mie instan Viano, Selena menggeleng, Selena tidak mengijinkan Viano makan mie instan.


"Lo jangan kebanyakan makan mie instan, makan mie instan terus terusan bisa bikin sakit, mending Lo beli roti atau gak sereal Vin yang lebih sehat daripada Mie."

__ADS_1


Viano tersentuh dengan perhatian Selena. Viano mengusap rambut Selena.


"Kalau gue beli roti, kan gue gak tau kapan dibutuhinnya roti juga cepat basi, kalau sereal harus dikasih susu hangat dulu, ribet."


__ADS_2