My Ketos

My Ketos
60


__ADS_3

Selena merebahkan tubuhnya setelah membersihkan diri. Tubuh Selena dan pikiran Selena hari ini benar benar lelah.


Dering ponsel menyadarkan Selena. Selena segera meraih ponselnya.


Viano ternyata menelepon Selena.


"Halo ada apa?" Selena bertanya.


"makasih untuk hari ini." Viano mengungkapkan perasaannya ditelepon.


Selena tersenyum mendengar ucapan dari Viano. Padahal cuman suara Viano tapi bisa membuat hati Selena meleleh.


Selena hampir meleyot.


"Sama sama Vin." jawab Selena.


"Jangan lupa untuk istirahat."


"ini juga sebenarnya baru aja mau tidur, eh Lo nelfon jadinya gue gak jadi tidur deh." ungkap Selena.


"Maaf ganggu waktu Lo."


"Gak apa apa kok."


"kalau begitu good night." Viano memutuskan panggilan telepon.


Selena menaruh ponselnya didada Selena. Entah kenapa jantung Selena berdetak semakin cepat. Apakah ini efek jatuh cinta?.


Selena guling guling diatas ranjangnya. Selena senang sekali hari ini.


...----------------...


Selena bangun dan segera bersiap siap untuk pergi kesekolah. Setelah selesai bersiap siap, Selena segera turun menuju kelantai bawah.


Diruang tamu sudah ada Viano yang menunggu Selena.

__ADS_1


"Lo kok udah disini?" Selena bertanya.


"Iya karena udah waktunya sekolah." jawab Viano.


Selena menatap ke Viano.


"Udah sarapan? mau sarapan bareng?" Selena menawarkan sarapan kepada Viano.


"Gue nanti mau makan sama reven sama agli." jawab Viano.


"Yaudah kita langsung berangkat aja. Gue mau ngomong sama Bunda biar makanannya dibekelin." ungkap Selena.


Viano menggeleng. "Jangan. Gak baik kalau Lo belum sarapan. Nanti lemes disekolah."


"Yah kalau gak baik. kenapa juga Lo nunda nunda sarapan?" Selena bertanya kepada Viano.


"Kan nanti gue sarapan dikantin sekolah."


"Terserah."


"Pasti nanti bakal diem dieman nih. Salah gue apa lagi coba." gumam Viano.


Viano menunggu diruang tamu sendirian. Sepertinya Selena sedang sarapan.


Setelah 15 menit Selena datang dengan mula cemberutnya.


'Pasti marah nih perempuan' batin Viano.


Selena dan Viano berjalan keluar rumah. Viano segera mengendarai motornya, Selena juga ikut membonceng.


Diperjalanan Selena cuman diam padahal sudah diajak bicara Viano.


Montor Vianopun sudah terpakir tapi diparkiran. Ternyata Agli dan Reven sudah menunggu kedatangan Viano.


Viano dan Selena melangkah mendekat kearah Agli dan Reven.

__ADS_1


"Eh pacar ku baru dateng sama selingkuhannya yah." ucap Agli.


Mendengar kata kata itu Viano segera menatap tajam kearah Agli. Agli gak ada takut takutnya yah padahalkan sudah jelas Selena itu milik Viano.


Reven menabok kepala Agli.


"Sakit banget. Temen laknat." Agli marah kepada Reven.


"Salah sendiri mancing mancing emosi orang lain." ungkap Reven.


"Yah mangap."


"Maaf kali gli. Lo kok gak pernah lurus otaknya."


Agli tidak menanggapi perkataan dari Reven.


"Lo kok tumben berangkat jam segini, bukannya kita janjian dari sepuluh menit yang lalu?" Reven bertanya.


Viano tidak menjawab tapi mata Viano seperti mengisyaratkan bahwa keterlambatannya karena perempuan yang berada disamping Viano.


"Ouh ternyata karena dia." mulut Reven membentuk bulatan.


"Yok man langsung ke kantin aja." Agli langsung mendekat kearah Viano. Agli juga merangkul pundak temannya itu.


"Cantik ku aku pinjam ganteng mu dulu yah." ungkap Agli untuk Selena.


"Oke kak. Kalau begitu Selena langsung kekelas yah." Selena melangkah menjauh dari perkumpulan Agli.


Viano dan 2 bestienya sudah berada dikantin. Mereka bertiga janjian untuk sarapan dikantin.


"Woi gue denger denger Raen ngembat Selena. Bener gak tuh?" Reven bertanya kepada Viano.


Viano menggeleng. "Walaupun dia ngebat, Selena maunya sama gue." jawab Viano


Agli segera mengusap dadanya. Agli pura pura sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2