My Ketos

My Ketos
74


__ADS_3

Viano tertawa mendengar respon dari Selena.


"Lo gendut juga tetep gue bakal cinta kok." ungkap Viano.


Selena menatap Viano kaget karena perkataan dari Viano.


"Ente kadang kadang ente, jangan suka bohong deh. kebiasaan jadi cowok kok sukanya ngibul." ucap Selena.


"Gue beneran dari hati itu ngomongnya." ungkap Viano.


Selena menggeleng tidak percaya ucapan ucapan dari para buaya darat.


Selena dan Viano kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari cari jajanan yang menurut mereka menggugah selera.


Selena melangkah mendekat ke stand bakso dan sosis bakar.


Viano mengikuti langkah dari Selena.


Selena menoleh kearah belakang.


"Vin bakso sama sosis kayaknya enak yah."


Viano mengangguk. "Yah, kalau gak enak gak mungkin Lo mampir kesini." jawab Viano.


Selena menatap Viano kesal, Selena tidak setuju dengan ucapan dari Viano.


"Gue bukan suka yah, tapi gue mau coba aja kelihatannya enak." ungkap Selena.


"Nanti kalau gak suka dan gak kemakan malah mubazir Len." ucap Viano.


Selena menatap Viano.


"Jadi Lo gak ngijinin gue buat beli makanan ini? katanya suruh beli apa aja tapi kok gak dibolehin, Lo lagi bokek yah?" Selena menebak nebak.


Viano langsung menggeleng.


"Gak lah, gak mungkin bokek."


"Ya udah Lo ngebolehin gue beli kan?" Selena bertanya kepada Viano.

__ADS_1


Viano mengangguk daripada nanti ujung ujungnya Selena marah, malah jadi berabe.


"Lo juga mau Sosis ini?" Selena menawarkan sosis kepada Viano.


Viano menggeleng. "Buat Lo aja."


"Yakin Lo gak mau?"


Viano kembali mengangguk.


"Ya udah."


Selena memesan sosisnya.


Setelah sosis matang, Selena dan Viano kembali melanjutkan perjalanan mereka berdua.


"Setelah ini yang enak apa yah?" jari telunjuk Selena berada di dagu.


Selena memandang sekitar.


"Vin yuk beli cilor sama maklor." ungkap Selena.


Viano dan Selena menuju kesalah satu penjual cilor dan maklor.


Selena dan Viano segera memesan. Setelah matang Selena kembali melanjutkan belanja jajan jajan kembali.


"Udahan?" Viano bertanya kepada Selena.


Selena menggeleng artinya masih banyak jajanan yang akan dibeli Selena.


Selena beli bakso mercon, udang bakso, martabak mini, es jeruk, es coklat, es kopyor dan tidak lupa krepes makanan lezaattt dan bergiji.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selena dan Viano masuk kedalam rumah Selena.


"Halo bang." Selena menyapa Bagas.


Bagas menatap Selena tapi hanya beberapa detik karena atensi Bagas tertarik dengan barang bawaan dari Selena.

__ADS_1


"Apaan tuh?" Bagas bertanya barang apa yang dibawa oleh Selena.


Selena mengikuti arah pandang Bagas. Mengetahui jika Bagas kepo dengan barang bawaannya, Selena segera memeluk kresek berisi jajan jajanan itu.


"Ada deh." jawab Selena.


Bagas berganti menatap Viano, Bagas memberi kode kepada Viano untuk menjawab pertanyaannya yang tadi.


"Jajan bang semacam bakso mercon dan lain lain." ucap Viano.


Mata Bagas membelalak, perut Bagas tiba tiba bergejolak menginginkan jajanan yang dibawa oleh Selena.


Selena menatap Viano tidak terima karena telah membocorkan rahasia.


"Vin." ucap Selena.


"Udah lah biarin bang Bagas tau, lagian bukannya tadi Lo juga beliin bang Bagas makanan?"


Selena mengangguk lesu, yah gak jadi jailin abangnya.


Selena mendekat kearah kursi dan meletakan barang bawaannya.


"Semua makanan ini milik gue selain roti bakar. Jadi roti bakar buat Abang." ucap Selena.


Bagas menatap Selena kebingungan.


"Roti bakar aja? gak ada yang lain?" Bagas berusaha menawar.


"Untung masih Selena beliin, mau apa enggak?"


Bagas langsung mengangguk dan menggeledah plastik kresek. Bagas akhirnya menemukan sebungkus roti bakar, roti bakar saja sudah tidak apa apa yang penting masih bisa dimakan.


"Makasih adiku tersayang." Bagas tersenyum sambil makan roti bakar.


"Habisin dulu rotinya, gak boleh ngomong saat makan." nasehat dari Selena.


Bagas mengangguk anggukan kepalanya.


"Siap."

__ADS_1


Viano ikut bahagia melihat interaksi dari Bagas dan Selena, Viano jadi ingin punya adik. Viano merasa sepi karena Viano anak tunggal. Kalau minta adik kepada orang tuanya juga pasti bakal kena marah mama Sekar, nanti malah dijawab begini " mama kan udah tua, jadi kamu aja yah yang jadi anak mama satu satunya."


__ADS_2