My Ketos

My Ketos
72


__ADS_3

"Gue gak ngerasa kalau salah satu perempuan ini gak asing. gue malah kayak gak kenal mereka berdua." ungkap Reven


Agli menatap Reven. "Gak mungkin gue sama Viano merasa gak asing, kenapa Lo beda sendiri? jangan jangan Lo bukan sahabat kita nih." Agli jadi merasa curiga.


Reven mendelik menatap Agli. "Enak aja gue real sahabat kalian yah, cuman gue ngerasa asing aja sama punggung orang ini." ungkap Reven.


"Heh gue sama Viano itu ngerasa gak asing artinya gue biasa nongkrong sama Viano kalau Lo ngerasa asing sama orang ini artinya Lo gak biasa nongkrong sama kita berdua." ucap Agli.


Reven memukul Agli. "Apa hubungannya dodol."


Agli membalas pukulan dari Reven. "Yah pasti ada hubungannya dodol Garut."


Viano berdehem membuat kedua orang yang sedang berdebat itu terdiam dan langsung menatap Viano.


"Jadi sekarang rencana Lo apa Vin?" Reven bertanya.


Viano terdiam sebentar. "Gue mau nyelesaiin kasus ini secara hati hati dan pelan pelan biar semuanya bener bener tuntas, kalau nanti gegabah takutnya salah tangkap pelaku." jawab Viano.


Agli memberi tepuk tangan untuk Viano. "Gue setuju dengan pemikiran Lo. Emang yah pemikiran seorang ketos gak usah diragukan."


Viano geleng geleng kepala melihat kelakuan temannya yang satu itu.


"Gue mau balik kekelas dulu. Kalian masih mau disini?" Viano bertanya kepada kedua sahabatnya itu.


Agli dan Reven menganggukkan kepala mereka berdua.


"oke." Viano mulai melangkah menjauh dari sahabatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selena bersiap untuk mengikuti ekskul basket.


" Kira kira hari ini latihannya tentang apa yah?" Auzi bertanya kepada Selena.


Selena menatap wajah Auzi. "Gue bukan pelatih yah ataupun ketua eskul jadi gak ada gunanya Lo tanya sama gue." jawab Selena.


"Kan Lo punya pacar ketua basket plus ketua OSIS pastinya dia tau dong hari ini kita latihan apa, kenapa Lo gak coba tanya aja ke kak Viano?"


"Males tanya, kayaknya dia lagi sibuk." ungkap Selena.


"Yaudah deh terserah loh."


Auzi meninggalkan Selena sendiri.


Selena menatap kepergian Auzi dengan tatapan curiga. Sekarang sikap Auzi mengapa berbeda? apakah Selena pernah punya salah? Selena jadi bingung sendiri dengan sikap Auzi saat ini.


Selena keluar dari ruang ganti. Selena melangkah menuju lapangan basket, disana sudah ada pelatih.


"Sudah berkumpul semuanya?" pelatih itu bertanya dengan suara lantang.


"Sudah pak." jawab semua siswa.


Pelatih basket itu mulai mengamati semua siswa yang hadir.


"Baiklah hari ini kalian akan berlatih tentang dribel bola (maaf jika salah karena author bukan pemain basket dan kurang tau) kalian akan terus diasah cara mendribel bola." ungkap pelatih itu.

__ADS_1


"Baik pak." jawab semua siswa.


"Oke kalau begitu langsung saja kita mulai latihan."


Semua siswa membubarkan diri dan mulai berlatih cara mendribel bola.


Selena sedikit kesusahan karena memang mempertahankan bola untuk tetap ditangan kita itu susah. Seperti hal nya mempertahankan seseorang.


Viano tersenyum melihat pacarnya kesusahan, bukannya dibantu malah ngelihatin aja, dasar cowok.


"Lucu." Viano bergumam sendiri.


"Wah mas Viano ngomong lucu ke aku? lucky banget aku." dengan tiba tiba sekali Agli nimbrung.


Sontak perkataan Agli bisa didengar oleh siswa lain. Sontak mereka pada ribut termasuk Selena.


Viano menatap Agli dengan tatapan penuh amarah.


'Wah gue gak ikut ikut.' batin Reven


'Semoga Agli selamat.' lanjut Reven.


Ayo berdoa semoga Agli selamat tanpa babak belur.


"Bukan buat Lo." ucap Viano.


Para siswa langsung meneriaki Agli yang pedenya kebangetan.


"Huuhhhhh." teriak para siswa.


"Dasar Viano jahat banget sama ane." Agli auto alay.


"Sudah sudah semuanya lanjut latihan." ucap pelatih.


"Siap pak." semua siswa melanjutkan latihan, kalau mereka bercanda, nanti takutnya dihukum suruh menggelilingi lapangan sebanyak 5 kali.


Akhirnya eskul basket sudah selesai, Selena baru keluar dari ruang ganti.


"Udah selesai?" pertanyaan dari seorang lelaki itu membuat kaget Selena.


"Ya ampun ngagetin aja. Untung gak punya riwayat penyakit jantung." ucap Selena.


Viano tersenyum kemudian tangan Viano mengacak acak rambut Selena.


"Sorry." ungkap Viano.


Yang diacak acak rambutnya eh yang teracak malah hatinya.


Selena tidak menjawab ataupun menanggapi permintaan maaf dari Viano.


Selena melangkah terlebih dahulu dan meninggalkan Viano.


Viano mengejar langkah Selena.


"Lo marah?" Viano bertanya kepada Selena.

__ADS_1


Selena tetap kekeh tidak menjawab perkataan dari Viano.


"Jangan marah Sel. Gue kan udah minta maaf." lesu Viano.


Viano tiba tiba memegang tangan Selena, dan kemudian Viano mengecup punggung tangan Selena.


Waow ada pemandangan romantis apa nih? kok author gak diajak sih.


Selena menghempaskan tangannya sendiri.


"Iuh jijik." ungkap Selena.


Viano menghembuskan nafas lega karena akhirnya Selena mau berbicara.


"Di cium orang ganteng kok jijik." ucap Viano.


Wah wah sepertinya akan ada kelanjutan perang dunia nih.


"Kalau yang cium Suho EXO gue sih mau banget, dicium seribu kali juga gue mau mau aja, tapi kalau yang cium Lo. gue gak mau yah." ucap Selena.


Viano menggeleng gelengkan kepalanya. "Halu terus halu."


Selena menatap Viano dan akhirnya Selena melangkah terlebih dahulu meninggalkan Viano. Kemarahan Selena sepertinya jadi double.


'Salah lagi. memang yah jadi cowok itu gak enak karena salah terus.' batin Viano.


Viano berlari mengejar langkah Selena.


Didalam mobil menuju pulang, Selena masih berdiam diri padahal biasanya juga Selena suka ngoceh.


'Apa gue tanya Mbah google aja yah? cara agar cewek gak mudah ngambekan itu gimana, kalau gini kan pusing.' batin Viano.


Percuma dari tadi Viano mengajak bicara Selena namun tidak Selena dengarkan, Viano sudah seperti berbicara dengan patung.


Memang yah kalau cewek udah ngambek maka akan sulit terbuka hatinya untuk para cowok.


"Disekitaran sini ada pasar malem. Lo mau kesana?" Viano bertanya basa basi sih lebih tepatnya.


Selena menatap Viano kemudian Selena memutar kepalanya tidak menjawab penawaran dari Viano.


Kalau bukan lagi berkendara sudah pasti Viano akan memukul setir mobil karena terlalu frustasi menghadapi cewek yang sedang ngambek.


"Kita kesana yah, mumpung masih sore." Viano berucap sendiri.


Mobil Viano pun berjalan menyusuri jalanan padat kendaraan.


Mobil Viano berhenti diparkiran pasar malam.


"Udah sampai." ucap Viano.


Viano membuka pintu tidak lupa menutup pintu mobilnya, setelah itu Viano berjalan menuju kearah pintu sebelahnya.


Viano membuka pintu disamping Selena.


"Ayo turun, disana rame." ucap Viano.

__ADS_1


Selena menggeleng tidak menuruti perkataan Viano.


"Disana banyak jajan loh Len. Ada bakso bakar sosis bakar, baby crab, kebab Turki dan ada banyak lagi. Lo gak ngiler kalau hanya gue yang makan makanan itu?"


__ADS_2