
Selena ingin melepaskan tangan Viano, tapi tidak bisa. Selena diam, marah kepada sikap Viano yang seenaknya saja. Viano yang curiga sikap Selena yang sedari tadi diam akhirnya menatap Selena.
“Marah yah?” Viano bertanya kepada Selena.
Sudah tau dirinya salah eh malah balik bertanya kepada Selena, Viano sungguh tidak peka sekali.
“Ini siapa yang mau bayar bajunya?” Viano bertanya.
Bertanya membuat Viano menjadi bertambah salah dimata Selena.
Selena masih diam, dan tidak mau berbicara dengan Viano.
“Len, jangan marah dong.” ucap Viano sambil bergelayutan manja ditangan Selena sudah seperti anak kecil. Tapi Selena tetap tidak terpengaruh sama sekali.
Akhirnya yang membayar dress Selena adalah Viano. Viano dan Selena pulang kerumah. Diperjalanan menuju rumah Selena, Selena tetap diam dan tidak menjawab perkataan perkataan atau sekedar menanggapi ucapan dari Viano. Viano jadi pusing sendiri deh.
Mobil Viano sudah berada didepan rumah Selena. Setelah mematikan mesin, Selena langsung pergi begitu saja tanpa menunggu Viano.
Mereka berdua masuk kedalam rumah Selena. Saat sampai diruang keluarga, Viano langsung duduk disofa ruang keluarga. Disamping Viano sudah ada Selena yang dari tadi cuman diam saja.
Bagas datang. Perasaan Bagas sedikit curiga dengan ekspresi Selena, “woi dek lo kenapa diem begitu?” Bagas bertanya.
Selena memandang Bagas, “gak tau.” cuek Selena.
Bagas balik menatap Viano, Bagas merasa bahwa Viano telah berbuat kesalahan kepada Selena. “Hayo lu apaain adek gue kecebong?” Bagas menatap Viano penuh selidik.
__ADS_1
Viano menghela nafas, “kayaknya dia marah sama gue gara gara dress bang”
Bagas hanya menggeleng gelengkan kepalanya karena memang pusing dengan sikap Selena. Lebih baik Bagas tidak ikut campur dari pada nanti Selena jadi marah kepada Bagas.
“Maaf yah bro gue gak bisa bantu lo.” ucap Bagas ikut pasrah dengan sikap Selena.
“Len jangan marah terus dong, kalau lo masih marah sampai besok, gue bakal nikahin lo.” ucap Viano.
Selena kaget mendengar ucapan dari Viano. Selena langsung menatap tajam kearah Viano.
‘Bisa bisanya dia bicara kayak gitu.’ batin Selena
“Gak yah gue gak mau nikah sama lo.” ungkap Selena.
Bagas tersenyum penuh arti. “Lagian kalian berdua kalau pun marahan pasti ujung ujungnya juga bakal nikah kok.” ucap Bagas.
Selena menatap Bagas, apa yang diucapkan Bagas sepertinya memang benar. Terbukti saat Selena pernah jauh dengan Viano, eh sekarang masih tetap bersama dengan Viano.
“Yaudah nih, gue menyerah,”
“Besok gue ajak lu lagi ke mall beli dress kesukaan lo mau sampai jam berapa pun. Besok malam yah.” lanjut Viano
Bagas mengerlipkan matanya. “Malam minggu yah besok? pasti modus yah lo?” Bagas berusaha menggoda Viano.
Viano mengkode Bagas agar diam saja. Kalau Bagas menggoda Selena pasti Selena memilih untuk tetap marah kepada Viano.
__ADS_1
“Jangan marah yah Sel,”
“Nanti dress ini biar sekalian jadi kado buat mama dari gue. Besok kamu boleh pilih kado sendiri deh, gue bebasin lo.” lanjut Viano.
Selena menatap Viano antusias. “Beneran?” Selena bertanya untuk memastikan.
“Iya.” Viano mengangguk menanggapi pertanyaan dari Selena.
Selena akhirnya tidak marah kepada Viano lagi. Selena menatap Viano sambil tersenyum. Padahal tadi pertengkaran cuman gara gara masalah sepele, tapi kenapa ujung ujungnya makin parah yah? untung Viano dapat meengantisipasi agar Selena tidak ngambek berhari hari.
“Kalian mau makan apa nih?” Bagas bertanya setelah melihat adegan ending ngambek dari Selena kepada Viano.
“Selena mau makan pizza bang.” jawab Selena.
Bagas mengangguk menanggapi, “kalau lo mau apa Vin?” Bagas bertanya kepada Viano.
“Burger aja bang.” jawab Viano.
“Oke. gue pesenin dulu.”
~~
Attention please
Author bakal update lebih pendek dari sebelumnya, dikarenakan Author susah membagi waktu dengan dunia real life yang sibuk ini. Dimaklumi yah guys.
__ADS_1