My Ketos

My Ketos
97


__ADS_3

Selena kesal sendiri. Bagas tidak menuruti janjinya.


"Katanya tadi cuman dua jam, tapi ini udah empat jam lebih belum pulang, kemana sih? apa terkena pelet sama mbak mbak karaokean?" gumam Selena mulai khawatir dengan Bagas.


Walaupun Selena suka bertengkar dengan Bagas tapi tetap saja Selena menyayangi Bagas sepenuh hati.


Tiba tiba ada yang membuka pintu ruang rawat Selena. Masuklah Bagas. Selena mengira jika yang masuk adalah Viano.


Bagas meletakan plastik berisi makanan dan minuman. Bagas menatap wajah Selena yang murung.


"Kenapa?" Bagas bertanya karena penasaran.


Selena mengerucutkan bibirnya, "kenapa yang dateng Abang? Selena kira yang dateng Viano."


"Kenapa? kamu gak suka Abang yang dateng?"


Selena mengangguk, "yah. karena Abang gak nepatin janji, katanya mau pulang setelah dua jam, tapi kenapa udah empat jam baru pulang." ungkap Selena.


"Maaf tadi ada meeting dadakan, dan Abang harus datang kalau gak datang Abang bakal dipecat." jawab Bagas.


Selena berusaha untuk memaklumi jika memang Bagas terlambat karena alasan itu.


Bagas membuka plastik yang dibawanya, Bagas mengeluarkan makanan, tidak lupa Bagas membagi makanan itu kepada Selena. Mereka berdua makan bersama sama.


Setelah selesai makan, Bagas segera membersihkan sisa sisa makanan, karena takut jika ruangan Selena kotor maka akan banyak virus dan bakteri yang menghambat kesembuhan Selena.


Bagas menatap sekelilingnya. Matahari sudah terbenam tapi kenapa orang itu tidak menemui Selena?.


"Sel, Viano udah kesini?" Bagas bertanya.


Selena menggeleng tanda bahwa Viano belum menemui Selena.


"Viano gak memberitahu kamu gitu?"


lagi lagi Selena hanya bisa menggeleng.


"Kayaknya Viano lagi sibuk deh, mungkin dia lagi ngurus osis. sebentar lagi prajabatan, mungkin lagi sibuk sibuknya." ucap Selena berusaha positif thinking.


Viano mengangguk anggukan kepala setuju dengan perkataan Selena.


"Ya udah kamu istirahat, Abang mau mandi dulu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 jam yang lalu


jam sudah menunjukan waktunya pulang sekolah, hari ini Viano tidak ada agenda rapat dengan para anggota OSIS. Viano membereskan beberapa buku yang tercecer diatas meja. Merasa mejanya bersih dari buku buku dan bolpen, Viano keluar dari kelasnya.


Langkah Viano terhenti mendengar suara gaduh. Ternyata ada siswi yang pingsan, Viano berniat membantu. Viano mendekat kearah orang orang yang ikut mengantar siswi itu.

__ADS_1


Viano menatap wajah siswi yang pingsan. Deg, jantung Viano rasanya berhenti, melihat Dania yang lemas.


"Biar saya yang bawa." Viano segera mengendong Dania.


Viano berlari menuju ke UKS, sampai di UKS dokter yang bertugas ternyata sudah pulang karena memang jam kerja sudah habis. Viano kelimpungan sendiri, takut jika kondisi Dania semakin parah.


"Vin, Dania bawa kerumah sakit aja. kasian dia dari tadi belum siuman." ungkap salah satu teman Dania.


Viano mengangguk tanpa pikir panjang. Viano dan teman Dania membawa Dania menuju rumah sakit.


Viano lari membawa Dania masuk kerumah sakit. Viano benar benar khawatir dengan keadaan Dania.


Dania segera dibawa ke UGD, Viano menunggu Dania diluar ruangan. Tidak lama dokter datang menemui Viano dan beberapa teman Dania. Viano segera mendekat kearah sang dokter.


"Bagaimana keadaan teman saya dok?"


"Teman anda mengalami dehidrasi dan kecapean, untungnya segera dibawa kesini, kalau telat sedikit sudah dipastikan nyawa melayang, pasien harus beristirahat."


Viano mengangguk mengerti.


Dania akan dipindahkan diruang rawat.


Viano memandang Dania melewati kaca, walaupun Viano membenci Dania tapi Viano masih khawatir dengan Dania, karena Dania teman Viano.


Viano menghirup udara, Viano menyugarkan rambutnya. Viano bersyukur sekali Dania masih bisa diselamatkan.


Teman Dania mendekat kearah Viano.


"Ada apa?" tanya Viano.


"Gue sama Tania mau pergi dulu kekantin yah, perut kita keroncongan."


Viano menganggukan kepalanya.


Teman teman Daniapun mulai meninggalkan ruangan rawat Dania.


* Bagas menjaga agar Selena tidak limbung. Bagas dan Selena keluar dari ruang rawat Selena, karena Selena merasa bosan. Akhirnya Bagas berinisiatif mengajak Selena untuk berkeliling disekitar rumah sakit.


"Seru yah bang, rumah sakit ramai juga." ungkap Selena.


Bagas mengangguk setuju dengan perkataan Selena.


"Kalau dilantai dekat dengan resepsionis, sepertinya bakal ramai."


"Kamu mau pakai kursi roda?" lanjut Bagas menawarkan.


Selena menggeleng, "Selena masih bisa berjalan walaupun sakit sih, tapi lebih baik Selena tidak usah memakai kursi roda, biarin yang pakai buat yang membutuhkan saja." jawab Selena.


Bagas senang karena adiknya mementingkan orang lain. Selena benar benar baik.

__ADS_1


Selena menatap sekelilingnya, namun netranya menemukan seseorang yang berada didepan ruang rawat.


'Viano?' batin Selena bertanya tanya.


Selena mengucek matanya tapi tubuh orang itu masih ada disana.


'dia bener Viano atau hanya angan angan ku saja?' batin Selena.


Selena menoleh kebelakang dimana terdapat Bagas.


"Bang." Selena memanggil nama Bagas.


Bagas menatap Selena, "kenapa? kamu butuh sesuatu?" Bagas bertanya.


Selena menggeleng, "Selena cuman mau ngomong ,itu yang ada disana Viano bukan sih? kalau dilihat lihat seperti Viano bang." Selena menunjuk dimana ada Viano.


Bagas mengikuti arah dari jari Selena, Bagas sudah menemukan keberadaan Viano.


"Iya dek, itu kayaknya bener Viano, dia kenapa disitu? apa tersesat yah? salah masuk ruang?"


"Dia ngehubungi kamu gak?" lanjut Bagas bertanya.


Selena menggeleng artinya Viano tidak menghubungi Selena sama sekali.


"Kok bisa sih?, kita kesana aja atau mau gimana?"


Selena menggeleng dan mengengam tangan Bagas, "udah bang biarin aja kalau Viano tersesat biarin dia cari sendiri ruangan rawat Selena, Selena mau jail sama Viano." Selena masih berpikiran baik ternyata.


Bagas mengangguk, "ya udah kita tunggu Viano ke kamar kamu yah."


Bagas dan Selena berjalan menuju ke ruang rawat Selena.


* "Vin." Tania memanggil Viano.


Viano menoleh, "ada apa?"


"Lo gak mau masuk jaga Dania?"


Viano diam entah akan menjawab apa dengan pertanyaan dari teman Dania.


Viano memilih bangkit dan ikut masuk kedalam kamar ruang rawat Dania. Dania masih belum sadar, Viano tadi tidak lupa menghubungi orang tua Danai, dan mereka akan menuju kesini sebentar lagi.


Viano duduk disalah satu sofa, diikuti dengan teman Dania.


"Kayaknya Dania pingsan karena kecapekan dan shock gara gara dipanggil kepala sekolah deh." ucap Tania.


"Dia kayaknya kepikiran gak sih sampai kesehatannya sendiri ngedrop." sahut teman Dania yang lain.


Tania teman Dania menatap Viano. "Vin Lo tau pasti penyebab Dania diskores? sama orang tuanya dipanggil bukan? gue tau Lo tau."

__ADS_1


Viano menatap Tania malah, "walaupun gue tau, gue gak bakalan ngasih tau kalian, ini privasi sekolah kita." jawab Viano.


Tania mencibir Viano, "Lo itu udah mau purna tugas deh, gak usah baik baik in sekolah."


__ADS_2