
"What! ngomong apa tadi?" Selena bertanya
Viano menggeleng langsung salah tingkat. Viano kira Selena gak akan mendengar ucapan dari Viano. Ternyata telinga Selena masih normal.
"Enggak jangan dipikirin yang tadi." ucap Viano .
Selena mengangguk setuju. Selena dan Viano masuk kedalam ruang yang telah disiapkan untuk pesta ultah Mama Sekar.
Selena terpanah saat baru pertama kali menginjakan kaki diruangan tersebut. Kalau dilihat pesta ultah Mama Sekar benar benar megah. Selen jadi kepingin kalau nanti saat Selena ulang tahun, selena akan mendekorasi tema pesta sama seperti milik mama Sekar sekarang.
Banyak pasang mata yang menatap Selena dan Viano dengan tatapan takjub. Mereka sangat terpesona dengan ketampanan Viano dan juga kecantikan dari seorang Selena.
Mereka berbisik bisik ada yang menghujat Selena dan juga ada yang setuju Selena berdampingan dengan Viano.
"Kalau dilihat Viano itu cocoknya sama yang model model cantik. kalau sama perempuan itu gak cocok." seru ibu ibu sosialita didekat Selena.
Selena mendengar bisik bisik dari ibu ibu itu.
'What! enak aja gue gak cocok sama Viano '
Viano mengelus tangan Selena yang berada didekat pinggang Viano. Viano memberikan isyarat bahwa semuanya akan baik baik saja melalui elusan tangan Viano.
Selena merasa hatinya menghangat karena Viano peduli dengan Selena.
Selena dan Viano menuju ke Mama Sekar yang sedang berbincang bincang dengan tamu undangan.
"Ma." Viano memanggil Mama Sekar.
Mama Sekar menengok kearah Viano dan Selena.
"Eh ada Selena, cantik banget kamu nak." Mama Sekar juga terpanah dengan kecantikan Selena.
Selena tersenyum malu malu. "Makasih Tante, tapi Tante Sekar juga cantik kok. Always cantik lagi."
"Iya namanya juga perempuan pasti cantik." Selena dan Mama Sekar tertawa bersama sama.
Teman Mama Sekar melihat kedekatan Sekar dan Selena menjadi penasaran, ada hubungan apa Sekar dengan perempuan yang dibawa Viano?
"Ouh yah jeng kenalin ini anak dari Irama." Mama Sekar mengenalkan Selena kepada teman temannya .
"Selena." Selena tersenyum sambil berkenalan dengan teman teman Mama Sekar.
"Cantik yah, udah punya pacar belum?" salah satu teman Mama Sekar bertanya.
Selena mengangguk. "Selena pacar saya Tan." Viano langsung memperkenalkan Selena sebagai pacarnya. Selena menatap wajah Viano dengan tatapan kaget, tidak menyangka Viano memperkenalkan Selena sebagai pacarnya.
"Wah langgeng yah kalian berdua. kalau Selena belum punya pacar udah saya jodohin sama anak saya." ungkap teman Mama Sekar.
"Kalau begitu saya sama Selena pamit dulu." Viano pamitan dengan teman teman Mama Sekar.
Viano mengajak Selena untuk duduk disalah satu kursi.
"Pestanya megah banget yah." ungkap Selena.
__ADS_1
Viano tersenyum menanggapi perkataan Selena.
"Siapa yang punya ide dekorasi pestanya Seperti ini?" Selena bertanya.
"Mama sendiri kayaknya yang punya ide." Viano menjawab.
Tiba tiba datang Dania. Dania duduk disebelah Viano.
"Halo Vin." Dania menyapa Viano seperti tidak ada malu padahal gara gara kejadian kemarin bukannya Viano sudah mengatakan agar Dania menjauh dari Viano.
Viano tidak menjawab sapaan dari Dania.
"Eh kok Selena datang sih?" Dania bertanya.
Selena tersenyum mengangguk. "Iya kak aku datang, maklum aja yah kak aku kan pacarnya Viano sudah pasti Dateng dong. Tapi kalau kakak kenapa bisa diundang? atau jangan jangan Dateng karena inisiatif sendiri?"
Savage, Dania merasa kesal kepada Selena. Kenapa Selena dengan gampang berbicara seperti itu.
'Awas aja nanti. Viano bakal gue rebut dari lo.' batin Dania.
Karena kesal Dania langsung berdiri dan melangkah menjauh dari Viano dan Selena.
Dania mendekat kearah Mama Sekar.
"Halo Tan." Dania menyapa Mama Sekar.
Mama Sekar otomatis menengok kearah sumber suara.
"Eh iya, Dania yah teman Viano?"
Dania senang ternyata mama Sekar masih ingat dengan Dania. Dania akan membuat mama Sekar memihaknya dan membuat Mama Sekar menjodohkan Viano dengan Dania. Semoga saja harapan Dania dapat terkabul.
"Dateng sama siapa?" Mama Sekar bertanya
"Sama papa Tan." Jawab Dania.
"Dimana papa kamu?"
" Lagi ketemu teman lama Tan." jawab Dania.
"Kalau udah selesai temui saya yah, udah lama Tante belum pernah bincang bincang sama papa kamu." ungkap Mama Sekar.
"Tentu dong Tan."
"Kalau begitu Tante pamit dulu mau menemui teman teman Tante." Dania mengangguk.
Selena menatap kedekatan Dania dan Mama Sekar dengan tatapan iri.
'Kira kira mama Sekar bakal punya pikiran buat deketin Viano sama Dania gak yah?' Selena jadi over thinking sendiri.
Viano mengikuti arah pandang Selena.
"Kenapa? Lo mau berbicara sama mama?" Viano menawarkan kepada Selena.
__ADS_1
Selena memandang Viano kemudian menggeleng.
"Enggak. Tadi cuman terpesona kok bisa mama kamu secantik itu." Selena berbohong. Tidak mungkin Selena jujur kalau Selena sedang iri dengan Dania.
"Ya udah."
Selena dan Viano kembali menikmati hidangan yang tersaji.
Viano ijin meninggalkan Selena karena memang acara inti akan dimulai. Viano harus selalu berada disamping orang tuanya terumatama Mama Sekar yang sedang berulang tahun.
Selena mengangguk mengijinkan Viano meninggalkannya.
Sudah hampir 20 menit Selena ditinggal Viano. Selena merasa bosan dan akhirnya Selena bangkit, berjalan jalan untuk membunuh rasa bosan.
"Eh itu yang pacarnya Viano bukan?" ada salah satu ibu ibu yang sedang berbicara dengan seorang gadis. Gadis yang berbicara dengan ibu ibu itu adalah Dania.
Dania tidak mengiyakan perkataan ibu ibu itu. Karena dalam hati Dania tidak setuju jika Selena banyak dikenal sebagai pacar Viano. Dania tidak rela.
"Selena yah itu namanya." ucap tamu pesta yang sedang berbincang dengan Dania.
Mata ibu ibu itu memandang Selena. Tidak lama kemudian salah satu ibu ibu itu memanggil Selena.
Selena mendekat kearah ibu ibu.
"Iya ada apa Bu?" Selena bertanya karena kebingungan kenapa ibu ibu itu memanggil Selena.
"Kamu kok sendirian? dimana pacar mu itu?"
Selena tersenyum, "pacar saya sedang bersama orang tuanya Bu." jawab Selena.
...Ibu ibu itu meneliti tubuh Selena dari atas sampai...
bawah. Ibu ibu itu juga meneliti tubuh Dania dari atas sampai bawah. Selena jadi merasa takut apakah Selena akan dibanding bandingkan dengan Dania? seperti lagu saja.
(wong kok ngene kok dibanding bandingkan
Saing saingke Yo mesti kalah) asek. Back to the Topic.
"Kalau dilihat lihat kayaknya Viano lebih cocok sama Dania gak sih?" ibu ibu itu mulai berbicara.
Selena memandang ibu ibu itu malas tapi Selena masih bisa tersenyum. Diluar Selena baik baik saja tapi kalau didalam hati Selena merasa sakit.
"iya yah Dania lebih cocok." komentar ibu ibu yang lain.
'Apaan sih ini orang tua.' batin Selena.
Dania tersenyum dalam hati sangat senang. Ternyata banyak yang mendukung Dania dengan Viano.
"Jangan kayak gitu Tan. Kan Selena itu pacar Viano jangan dibanding bandingin sama Dania yang cuman sahabatan sama Viano." Dania mengucapkan kata kata yang membuat Selena muak.
'Jujur aja Lo kalau seneng didukung ibu ibu.' batin Selena.
...Guys tau gak sih ini aku ketik gak sesuai naskah. Aku juga ngetiknya diponsel gak dilaptop. Kalau dilaptop nanti malah gak update terus karena saya males....
__ADS_1
Dukung terus karya karya saya yah.
Love you sekebon sawit.