My Ketos

My Ketos
77


__ADS_3

"Vin gue bosen banget disini dengerin bunda cuman cerita sama mama Lo." bisik Selena.


Viano menoleh, menatap wajah Selena yang sudah sendu karena merasa bosan. Viano merasa lucu.


"Mau keluar?" Viano menawarkan.


Selena menatap Viano kemudian Selena mengangguk.


"Kalau keluar dari sini mau kemana?" Viano bertanya kepada Selena.


"Makan atau lain lainnya." jawab Selena.


"Kan kita udah makan Sel, yakin mau makan lagi?" Vaino bertanya.


Selena mengangguk.


"Ya udah ayok." Viano berdiri terlebih dahulu.


"Mau kemana?" Mama Sekar bertanya kepada Viano.


Viano menatap Selena sedetik. "Ada yang bosan disini ma, jadi Viano anter jalan jalan dulu." jawab Viano.


"Ouh begitu, have fun." Mama Sekar lanjut ngobrol bersama dengan bunda Irama.


Selena dan Viano segera keluar dari resto.


"Ih Lo kenapa harus jujur sih kalau gue bosen, gue takut nanti mama Sekar marah karena gue gak asik." ungkap Selena.


Viano menatap Selena kebingungan, "apanya yang gak asik?"


"Yah gue, sebagai calon mantu yang baik, gue seharusnya tetep disana." ucap Selena.


Viano tersenyum. "Berharap banget yah jadi mantunya Mama gue?" Viano menggoda Selena.


Selena menatap Viano kemudian Selena membuang muka, pipi Selena jadi merah karena salting.


"Gue gak berharap tapi anaknya kali yang berharap sama gue." ungkap Selena.


Viano menatap Selena tidak terima. "Dih kata siapa?"


"Jujur aja kali, gimana yah kalau gak ada gue? apa Lo bakal sama Dania?" tiba tiba Selena bertanya.


Viano menggeleng. "Gak." jawab singkat Viano.


"Yakin? bukannya dulu dulu Lo suka sama kak Dania yah?" Selena berusaha mengungkit masa lalu.


Viano menggeleng.


"Gue gak percaya tuh." ucap Selena.


"Gue itu sukanya sama Lo, kalau sekarang kita gak ketemu sebisa mungkin gue bakal cari Lo mau sampai keujung dunia pun bakal gue cari." ungkap Viano sungguh sungguh sambil menatap Selena.


Selena lagi lagi salah tingkat, Selena baper gara gara mendapatkan kalimat yang super romantis dari Viano.


"Gue pengin main itu, yuk Vin kesitu." Selena berusaha mengalihkan atensi Viano.


Selena menarik tangan Viano, Viano mengikuti Selena.

__ADS_1


Selena dan Viano mulai bermain capit boneka.


Selena memulai permainan terlebih dahulu. Selena sedang fokus untuk mencoba mencapit salah satu boneka.


"Plis dapet yok." harap cemas Selena.


Selena tidak mendapatkan boneka yang diinginkan Selena.


"Yah, bukan rezeki gue." Selena lesu karena tidak mendapatkan boneka yang Selena inginkan.


"Mau coba lagi?" Viano menawarkan.


Selena mengangguk.


Selena kembali mencoba untuk mendapatkan boneka itu, tapi Selena gagal kembali. Selena menatap Viano dengan tatapan lesu.


"Susah banget Vin dapetin bonekanya." keluh Selena.


Viano tersenyum, Viano mengacak acak rambut Selena.


"Gak susah loh, Lo aja yang kurang berjuang." ungkap Viano.


Selena menggeleng. "Gue udah berjuang sekuat tenaga kok." ucap Selena.


"Tapi gak dapet dapet, artinya usaha Lo masih sia sia dong, sini biar gue yang main." Viano mengambil ahli permainan.


Viano memulai permainan, Selena begitu fokus menonton permainan yang dimainkan Viano.


Saat capit boneka itu mengenai boneka yang diinginkan Selena, Selena jingkrak jingkrak kesenengan.


"Vin Vin kiri Vin kiri." teriak Selena.


Tapi ternyata boneka yang dicapit terlepas, Selena auto lemes.


"Yah kok gitu sih, licik banget nih capit." Selena jadi kesal sendiri.


Padahal sudah dapet bonekanya eh malah lepas, gak jadi dapet boneka deh Selena.


"Gue mau mencoba lagi." ucap Viano.


Selena mengangguk. "Semangat yang." Selena berusaha memberi semangat.


Viano menoleh menatap Selena, Viano kaget karena dipanggil sayang oleh Selena, Selena hari ini kerasukan apa yah? kok tiba tiba manggil yang?,


"Kenapa?" Selena bertanya karena bingung dengan ekspresi Viano.


"Gak apa apa." Viano menggeleng.


Viano memulai permainan, Selena dan Viano kembali fokus bermain.


Kali ini capitnya berhasil menangkap boneka, tapi bukan boneka yang diinginkan Selena. Tapi keberhasilan Viano tetap diapresiasi oleh Selena.


"Wah bagus bagus, ayo Vin terus." Selena menyemangati Viano.


Viano terlalu fokus dengan permainan sampai tidak mendengar kalimat semangat yang dilontarkan Selena.


Akhirnya Viano berhasil mengeluarkan salah satu boneka, Selena langsung jingkrak jingkrak senang.

__ADS_1


Selena segera memeluk Viano, wah Viano seperti jadi pahlawan kesiangan nih padahal cuman gara gara permainan capit boneka tapi malah dapat pelukan dari Selena.


Viano mengambil boneka itu, kemudian Viano memberikan boneka itu kepada Selena.


"Ini buat kamu." Viano menyerahkan boneka itu.


Dengan senang hati Selena menerima boneka itu.


Selena segera memeluk erat boneka pemberian Viano itu.


"Lo seseneng itu? padahal cuman boneka." ucap Viano.


Selena mengangguk membenarkan perkataan dari Viano.


"Walaupun cuman boneka, tapi gue tetep seneng Vin, buat dapetin boneka ini perlu banyak usaha. Gue seneng akhirnya kita dapetin nih boneka, walaupun boneka ini bukan boneka yang gue mau." ungkap Selena.


Selena menatap boneka yang tadi sangat ia inginkan, Viano mengikuti arah pandangan Selena.


"Lo masih mau boneka itu?" Viano bertanya kepada Selena.


Selena menatap Viano kemudian Selena menggeleng. " Enggak, gue udah dapet boneka ini aja udah syukur banget, apalagi dapetin boneka itu pasti lebih susah. Makasih Vin." ucap Selena.


Viano mengangguk juga tersenyum.


"Sebagai tanda terima kasih seharusnya Lo panggil gue yank kayak yang tadi." tiba tiba Viano jadi alay.


Selena yang mendengar itu langsung menggeleng. "Gak, gue malu kalau manggil Lo dengan sebutan itu." ungkap Selena.


"Emangnya kenapa? kita berdua bukannya pacaran? orang lain juga manggil pasangan mereka romantis, kenapa kita enggak?" Viano bertanya.


Selena menghela nafas. "Biarin, gue maunya kita jalani hubungan ini SE nyaman kita, jangan ikut ikutan sama orang lain, kalau ikut ikutan sama orang lain lalu kitanya gak nyaman gimana? kan jadi gak bisa menikmati momen." ucap Selena.


Viano mengangguk. "Iya terserah Lo deh."


"Habis ini mau kemana?" Viano bertanya.


"Beli baju?" Selena balik bertanya.


"Beneran mau beli baju? kalau beneran mau beli baju yaudah kita langsung ke store-nya aja." ucap Viano.


"Oke. Yuk." Selena dan Viano jalan berdua saling bergandengan tangan.


Selena dan Viano segera masuk kedalam store baju.


Selena segera melangkah meneliti satu persatu baju. Saat mata Selena terpanah oleh salah satu baju, Selena segera mendekat dan mengambil baju itu.



"Menurut Lo baju ini bagus gak?" Selena bertanya kepada Viano.


Viano mengangguk sebagai jawaban. "Kelihatan feminim, kalau Lo yang pakai pasti jadi lebih bagus." puji Viano.


Pipi Selena langsung merona karena dipuji oleh Viano.


"Gue mau pilih yang lain." Selena melangkah menyusuri koridor koridor penuh dengan baju.


Saking bagusnya baju atau gaun yang dijual ditempat ini Selena hampir saja mau memborong se isi toko ini.

__ADS_1


Selena terdiam dikala matanya menatap salah satu gaun.


__ADS_2