
"Tumis udang, ayam sambel matah, capuccino sama latte. semuanya jumlahnya satu." ucap Viano.
Pelayan itu menganggukan kepalanya.
"Mohon ditunggu kak." ucapnya.
Pelayan itu meninggalkan Viano dan Selena.
Bosan sekali menunggu makanan datang, Selena memilih untuk bermain ponselnya begitu juga dengan Viano. Mereka berdua sibuk dengan ponsel masing masing, padahal mereka sedang ngedate tapi fokus mereka tertuju kepada ponsel.
Selena menatap Viano, Selena menghembuskan nafasnya, kenapa sekarang pertemuan Selena dengan Viano terkesan dingin? apakah karena renggang gara gara masalah lampau?.
"Vin." Selena memanggil Viano.
Viano menoleh menatap Selena, "ada apa? kamu butuh sesuatu?"
Selena menggeleng. "Lo lagi apa sih? kok kaya sibuk banget sama ponsel?" Selena bertanya karena jujur saja Selena penasaran apa yang dilakukan Viano.
"Gue lagi chat Dania." jawab Viano santai.
What! Viano chatan dengan Dania? dan Selena yang berada didepan Viano sekarang dianggurin? kenapa Viano chat Dania didepan Selena? wah wah apakah Viano membalas perasaan Dania? Hari Selena yang kecil mungil sakit hati.
"Vin kok lu tega sih chatan bareng Dania, padahalkan gue ada didepan Lo." Selena terus terang tidak suka Viano dekat dengan Dania.
"Emangnya kenapa? gue chatan sama Dania perihal rencana acara purna sama perpisahan. gak ada chatan yang lain kok."
"Beneran?" Selena bertanya dengan tatapan butuh keyakinan.
Viano mengangguk.
__ADS_1
"Oke baiklah tapi Lo jangan fokus sama ponsel terus dong. kita berdua itu sedang ngedate yah gue sama Lo yang ngedate bukan Lo sama ponsel Lo." padahal tadi Selena juga fokus ponsel.
Viano meletakan ponselnya setelah mendengarkan ucapan dari Selena.
"Iya sayang ku, nih ponselnya udah gue taruh." ucap Viano.
Hari ini Selena benar ketemu Viano atau jelmaan Viano? kenapa Viano berubah jadi raja gombal.
"Vin, Lo beneran gak sakit?" Selena bertanya karena masih merasa aneh dengan sikap romantis yang diberikan oleh Viano. Viano tuh serba salah gak romantis dikira cuek ketika romantis malah ditanya sakit enggak, memang yah perempuan itu makluk yang tidak gampang dimengerti.
"Tadikan udah gue jawab, kenapa tanya lagi?" Viano balik bertanya.
"Yah karena gue merasa aneh aja Lo bersikap romantis seperti ini, kayak bukan Lo aja." ungkap Selena.
Viano tersenyum, tiba tiba Viano mengengam tangan Selena. "Gue mau jadi cowok yang buat Lo selalu bahagia, jadi gue mau gombalin Lo biar Lo selalu tersenyum." ucap Viano tulus dari hati.
Selena menggeleng, Selena memang merasa bahagia tapi Viano jangan merubah sikapnya, Selena tidak mau Viano berubah menjadi romantis karena Selena.
Makanan yang dipesan oleh Selena dan Viano sudah datang. Selena yang kelaparan langsung memakan pesanannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selena menyemprotkan parfum ke bajunya, hari ini Selena berangkat bersama Bagas karena Viano berhalangan menjemput Selena.
Selena segera keluar dari kamarnya, Selena melangkahkan kakinya.
"Abang Selena udah selesai nih. Selena mau sarapan dulu yah." ucap Selena.
"Udah kamu bawa bekal aja Len, ini udah mepet jamnya takut macet." cegah Bagas.
__ADS_1
Selena menatap Bagas, "gak ah, Selena harus sarapan, kalau Selena gak sarapan Selena takut pingsan nanti."
"Tapi ini udah mepet. gak takut telat?" Bagas bertanya.
Selena menggeleng, "Selena mah udah biasa telat bang."
Selena makan dengan santai tidak melihat dan menghitung waktu.
Bagas segera berdiri setelah menatap jam tangannya.
"Wah telat beneran." Bagas heboh.
Bagas menatap adiknya, Bagas segera meraih tangan adiknya. Selena yang sedang makan roti menjadi kebingungan kenapa dengan Bagas, bahkan roti Selena masih menancap dimulut Selena.
Bagas segera menyuruh Selena masuk kedalam mobil, Bagas berlari entah kemana ternyata Bagas berlari untuk mengambil tas, sepatu dan ponsel Selena.
Bagas segera masuk ke mobil. Bagas mengendarai mobil dengan nafas yang tersegal segal.
"Kamu kenapa bang?" Selena bertanya sambil makan roti selainya.
Bagas menatap Selena malas, "lihat jam, kalau terlambat jangan salahin Abang."
Selena menatap jam yang melingkar ditangannya seketika mata Selena membola, Selena bergitu kaget karena Selena sudah terlambat.
Bibir Selena mengerucut. "Abang kenapa bisa terlambat sih?!"
Bagas menggelengkan kepalanya, "kan dari tadi Abang juga udah bilang kalau udah mepet waktunya eh kamu malah santai santai makan. salah mu sendiri."
Kakak beradik itu malah berdebat disaat waktu sudah mepet sekali. Selena diam karena marah dengan bagas sedangkan Bagas diam karena malas dengan Selena yang membuatnya terlambat. Salah Selena sendiri tapi kenapa marah kepada Bagas?
__ADS_1
Akhirnya mobil Bagas berhenti didepan gerbang sekolah yang sudah tertutup. Tanpa sepatah kata Selena keluar dari Mobil Bagas.
Selena menatap pos satpam. "Pak satpam pak satpam, helow ada orang kah?" Selena berteriak.