
Bunda Irama dan Selena sudah sampai dicafe itu sebelum mama Sekar dan Viano. Selena langsung memesankan kursi dan memesankan makanan ringan terlebih dahulu.
Tidak lama Mama Sekar datang dan juga dibelakangnya ada Viano. Selena tersenyum senang karena Viano ikut.
“Eh maaf yah jeng tadi macet jadi lama deh.” ungkap Mama Sekar.
Bunda Irama mengangguk memaklumi. “Iya gak apa apa jeng.”
Bunda Irama menatap orang yang ikut mama Sekar, “nak Viano ikut juga jeng?” Bunda Irama pura pura tidak tau, padahalkan Bunda Irama sudah meminta Sekar untuk datang bersama dengan Viano, ini hanya akal akalan Bunda Irama saja.
Viano salim tanda hormat kepada Bunda Irama. “Iya Bun.” jawab Viano.
“Udah fasih banget yah anak mama panggil Bunda ke tante Irama.” puji mama Sekar kepada Viano.
“Halo ma.” kini giliran Selena yang memberi salam kepada Mama Sekar.
Mama Viano menyambut salam Selena dengan tersenyum.
Viano dan Selena hanya bisa diam karena tidak ingin ikut campur diperbincangan orang tua mereka.
“Jeng tidak lama lagi kan anak anak udah mulai masuk sekolah lagi yah?” mama Sekar bertanya untuk memastikan.
“Gimana kalau kita liburan bareng jeng?” tawar mama Sekar kepada Bunda Irama.
Bunda Irama masih diam karena sedang mempertimbangkan ajakan dari calon besannya itu.
“Kita udah gak pernah liburan bareng lo jeng, sekali kali kita liburan bareng.” ucap mama Sekar.
Mama Sekar beralih menatap kearah Selena, “sekalian anak anak diajak jeng. biar tambah rame.”
Bunda Irama menganggukan kepalanya, “boleh jeng, mau kapan perginya jeng?”
“Gimana Vin?, kamu kan suka pergi, rekomendasi tempat wisata yang bagus sekitaran sini ada vin?” Mama Sekar bertanya kepada Viano.
Viano mengangguk, “ada bun, di Bandung.”
“Kalau besok kita pergi ke Bandung, gimana jeng?” usul mama Sekar.
“Viano juga harus ikut loh. jangan banyak alasan dan harus ikut.” timpal mama Sekar.
Viano menganggukan kepalanya tanpa banyak bicara karena Viano tau kalau Viano menolak ajakan itu pasti mamanya akan langsung memotong uang harian Viano.
“Saya sih mau mau aja jeng, tapi saya ikut kalau Selena bakal ikut.” ungkap Bunda Irama.
__ADS_1
“Gimana Selena sama kamu?, mau ikut atau tidak?”
“Selena mau mau aja sih bun, tapi Bunda harus ngajak abang Bagas.” pinta Selena yang langsung diangguki oleh Bunda Irama.
Kedua ibu ibu itu melanjutkan kegiatan ngerumpi mereka, ibu ibu melupakan anak mereka yang masih menunggu diajak ngobrol, ibu ibu malah asik dengan obrolan mereka sendiri.
Lama menunggu ibu ibu selesai ngerumpi, Viano berdiri karena bosan. Selena menatap kearah Viano.
“Mau kemana Vin?” Selena bertanya.
Viano menatap balik wajah Selena, “cari makan.” jawaban dari Viano.
Selena kebingungan dengan jawaban dari Viano, “bukannya ini cafe yah kan udah tersedia makanan, kenapa lo malah cari makan lagi?”
“Mau ikut gak lo?” Viano menawarkan Selena, tentunya saja Selena langsung sumringah karena akan terbebas dari ibu ibu ngerumpi, dari pada Selena sendirian dan tidak ada yang mengajak ngobrol, Selena lebih baik ikut Viano.
Selena langsung berdiri dan memposisikan tubuhnya disebelah Viano.
“Ma.” Viano memanggil Sekar.
Mama Sekar menoleh kearah Viano, “ada apa?”
“Ma, Viano ijin pergi sama Selena yah ma, kita pergi sebentar aja kok.” ungkap Viano.
“Kalau begitu Viano pamit dulu ma.” Viano salam kepada Bunda Irama dan Mamanya, diikuti Selena juga salam kepada Bunda dan Mama Viano.
Selena dan Viano melangkah pergi meninggalkan cafe itu, Selena seidkit kesusahan menyamai langkah Viano yang panjang.
“Vin, jangan cepat cepat dong jalannya.” usul Selena.
Viano menoleh kebelakang dan tersenyum jail. “Makanya tinggi itu keatas bukan kesamping. lo sih pendek jadi jalannya lambat.” Viano mengejek Selena.
Selena kesal, “lo aja tuh yang tingginya melampaui batas.”
Viano terdiam sebentar, “selain tinggi gue yang melampaui batas, cinta gue ke elu juga melampaui batas juga.” ungkap Viano.
Selena menganggap bahwa perkataan yang barusan dilontarkan Viano adalah candaan. Kasian sekali Viano, padahal yang diungkapkan Viano benar benar perasaanya dari lubuk hati yang paling dalam.
Diperjalanan menuju parkiranpun didominasi keheningan, Selena dan Viano canggung memulai percakapan gara gara perkataan Viano. Viano juga menyesal telah mengungkapkan rasanya tanpa persiapan apapun.
Sampai dimobil Viano, Selena dan Viano langsung masuk kedalam mobil Viano. Mereka berdua masih dilanda rasa canggung. Sampai akhirnya mobil BMW milik Viano berhenti didepan toko es cream, Selena langsung kegirangan, dan langsung melangkah turun meninggalkan Viano. Selena berlari untuk masuk kedalam toko es cream, Selena baru ingat jika yang mengajaknya adalah Viano, Selena membalikan badannya dan melangkah langsung menarik tangan Viano untuk cepat cepat masuk kedalam toko es cream tersebut.
‘Gemes.’ batin Viano merasa gemas dengan tingkah Selena.
__ADS_1
Selena dan Viano langsung memesan es cream didepan kasir. “Vin lo mau pesan rasa apa?”
“Enaknya rasa apa?” Viano malah balik bertanya.
“Menurutku sih rasa vanila toping oreo.” jawab Selena.
“Oke kalau begitu aku pesen coklat toping oreo.” ucap Viano.
Mata Selena terbelalak sempurna, padahal tadi Viano bertanya rasa apa yang enak tapi kenapa malah pilih rasa yang lain.
Selena segera memilih menu rasa es cream. “Lo mau pilih rasa apa?” Viano bertanya.
“Lo gak boleh tau.” Selena langsung menjauh dari Viano, efek ngambek kepada Viano.
Selena bisik bisik dengan pelayan toko es cream itu, pelayan itu mengangguk dan menatap kearah Viano, pelayan itu merasa iri dengan jalinan kasih asmara antara Selena dan Viano.
Mereka berdua duduk paling pojok, pojokan adalah tempat paling nyaman jika makan atau minum disuatu restoran.
Pesanan Viano dan Selena pun sudah diantarkan oleh pelayan. Viano hendak akan makan es cream itu tapi dicegah oleh Selena, “eits jangan dimakan dulu.” cegah Selena.
“Kenapa kok gak boleh dimakan dulu?” Viano bertanya.
“Gue mau foto es cream ini.” jawab Selena.
Selena menjepret foto es cream itu. “Giliran kita berdua yang foto.” Selena mengarahkan kamera ponselnya untuk foto Selfie. Selena memandang Viano yang seperti belum siap difoto.
“Senyum dong.” ucap Selena.
“Oke.” Viano pun tersenyum menuruti permintaan Selena.
Selena tersenyum melihat hasil jepretan selfienya. Viano tampak ganteng dan Selena tampak imut perpaduan yang sempurna.
“Gue mau upload foto ini di instagrm. ijin tag lo yah.” ucap Selena meminta ijin kepada Viano.
Viano mengangguki permintaan dari Selena.
~~
Menurut kalian cocokkan Selena sama siapa nih?
Kalian penumpang couple yang mana?
btw, kalau author buat kelanjutan dari novel idol on my heart kalian pada setuju ngak?
__ADS_1