My Ketos

My Ketos
76


__ADS_3

Selena sudah siap. Selena hari ini sudah rapi dan akan pergi bersama Bundanya menemui kekasih Selena dan calon mama mertua Selena.


Selena bahkan memoleskan make up diatas wajahnya, Selena ingin terlihat cantik didepan Viano. Selena jadi tidak sabar bertemu dengan Viano.


Selena segera keluar dari kamarnya, Selena berjalan menuruni tangga.


Selena mencari keberadaan sang Bunda.


Akhirnya Selena menemukan keberadaan sang Bunda.


"Bunda udah siap belum?" Selena bertanya.


Bunda Irama menatap Selena kemudian tersenyum. "Bunda udah siap, kamu gak sabar yah mau ketemu Viano?" Bunda Irama menggoda sang anak.


Selena menggeleng. "Gak lah Bun, Selena biasa aja tuh."


"Yakin?, tapi kenapa kamu make up?" Bunda Irama masih saja menggoda Selena.


"Yah kan biar kelihatan fresh dan gak pucet, bundakan tau sendiri Selena kalau kelelahan keliling mall pasti pucet." jawab Selena berbohong padahalkan niat make up untuk dilirik oleh Viano.


"Iya deh terserah kamu."


"Udah mau jam sebelas mendingan kita langsung otw ke mallnya aja Sel, takutnya nanti kejebak macet." lanjut Bunda Irama.


Selena mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilain tempat ada tiga orang yang sedang berkumpul.


"Kayaknya Viano udah nyelidikin kasus itu deh."


Satu orang teralihkan atensinya dari ponsel.


"What! benerkah? gawat dong kalau sampai dia tau kalau semua itu perbuatan kita?"


"Heh bukan kita yah, gue cuman ikut ikutan aja disuruh sama noh dia," (sambil menunjuk satu temannya yang masih diam menyimak obrolan teman temannya)


"Gimana dong kali ini?"


Pelaku utama menatap semua teman yang membantunya.


"Gue kan dah bilang tenang aja gak usah ribut, Viano gak bakalan ngelaporin ini ke pihak sekolah, mungkin nanti kalau pun kita bakal ketangkep yah pasti cuman dikasih peringatan sama Viano,"


"Kalau sampai Viano ngelaporin ini ke pihak sekolah dan pihak luar sekolah ada yang mendengar ini dan imbasnya buruk, Viano sendiri yang akan rugi. Viano itu mikirnya sampai teliti jadi percaya aja sama gue." ungkap pelaku utama.

__ADS_1


"Gue kan udah bilang juga ke elu jangan terlalu pede, kalau nanti Viano bakal ngasih hukuman gimana?"


"Ya udah terima aja."


Salah satu dari ketiga orang itu menggebrak meja, membuat pengunjung diresto itu kaget dan sontak menoleh kearah mereka.


"Lo yah yang jadi dalang utama, jadi Lo yang harus tanggung jawab sama nanti nasib kita berdua ditangan Viano. Awas aja kalau Lo cerita kalau kita berdua yang jadi dalangnya!" salah satu mengancam pelaku utama.


"Apaan sih Lo juga yang bantu gue yah, walaupun gue dalang tapi Lo juga niat kok pas bantuin gue." si dalang utama tidak mau kalah.


Pelayan dari resto itu mendekat kearah tiga orang itu.


"Maaf kakak kakak jangan membuat keributan disini yah, kalau kakak kakak mau ribut mending diluar aja. Silakan" ucap pelayan itu.


Pelaku utama pergi meninggalkan dua orang lainnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selena segera turun dari mobil milik Bundanya. Bunda Irama juga ikut turun.


"Hati hati yah bang, semoga selamat sampai tujuan jangan belok kemana mana yah." teriak Selena.


Bagas melambaikan tangannya. "Bye bye dek, gue mau ketemu cewek juga nih disini." Bagas malah ikut turun juga dari mobil.


Mata Selena mendelik. "Abang mau ketemu sama cewek bang? kok gak ngajak Selena? kan Selena mau kenalan juga sama calonnya Abang." ungkap Selena.


"Yah karena gue mau berduaan aja, gak diikuti sama Lo." ungkap Bagas.


Selena jadi sedih karena tidak bisa ikut.


"Tapi Selena penasaran bang, cewek seperti apa sih yang suka balik sama Abang." ucap Selena.


Bagas menatap Selena tidak terima. "Enak aja, dia suka gue duluan yah, gue terima deh daripada diejek jomblo terus sama Lo." ungkap Bagas.


"Yah artinya Abang gak suka sama cewek itu dong? kasian dong bang kalau begitu."


Bagas terdiam, benar apa yang dikatakan Selena, Bagas belum mempunyai perasaan sedikitpun kepada calon pacarnya.


"Kalau masalah cinta itu belakangan aja Sel, Abang yakin kok nanti juga bakal timbul benih benih cinta." jawab Bagas.


"Jangan gitu bang, kasian tau dia udah berusaha mencintai Abang eh tapi abangnya gak cinta."


"Udah sana, Tante Sekar udah dadadada tuh." Bagas menunjuk salah satu resto.


Benar yang dikatakan Bagas, ternyata mama dari Viano sudah melambai lambaikan tangannya.

__ADS_1


"Oke kalau begitu Selena kesana dulu yah bang. good luck." Selena melangkah masuk kedalam resto.


Viano tidak berkedip sama sekali karena terpukau dengan kecantikan Selena. Bukan cuman hari ini saja Viano terpukau dengan kecantikan Selena, hari hari biasanya pun Viano tetap terpukau dengan kecantikan Selena.


"Selamat siang Tan." Selena menyapa Mama Sekar.


"Selamat siang Selena. Silakan duduk jeng, Selena ayok duduk." Mama Sekar mempersilahkan Selena untuk duduk.


Selena mengangguk kemudian duduk disebelah Viano, sedangkan Bunda Irama duduk disebelah Mama Sekar.


"Gimana kabarnya jeng?" Mama Sekar bertanya.


"Baik baik aja sih, gimana kalau kabar kamu jeng? baik juga?"


Mama Sekar mengangguk.


"Syukurlah kalau semuanya baik baik aja."


"Yok kita langsung pesen makanan aja." ucap mama Sekar.


Tidak lama makanan datang, Bunda Irama, mama Sekar, Viano dan Selena segera menyantap makanan yang sudah dipesan.


"Selena gimana sekolahnya masih suka bandel gak Vin?" Bunda Irama bertanya kepada Viano.


Viano menatap Selena, yang ditatap memberikan sinyal peringatan agar Viano tidak jujur kepada sang bunda, Selena takut dimarahi oleh sang Bunda. Sang Bunda itu sabarnya kebangetan tapi kalau satu kali marah wah marahnya juga nyeremin bikin takut.


"Selena disekolah baik baik aja tuh." jawab Viano.


"Syukurlah, Tante khawatir banget kalau Selena dapet masalah disekolah." ungkap Bunda Irama.


"Yah emang Selena udah dapet masalah Bun." ucap Selena tiba tiba.


Bunda Irama tentu kaget.


"Masalah apa Sel?" Bunda Irama bertanya karena khawatir dengan keadaan Selena.


Viano sudah was was mendengar Selena mempunyai masalah, apakah Selena akan mengungkapkan masalah yang terjadi kemarin kemarin? bukannya Selena sendiri yang meminta Viano untuk menutupi kejadian itu dari Bagas dan Bunda Irama, tapi mengapa sekarang Selena mau mengungkapkan kasus itu.


"Yah masalah banyak Bun kalau disekolah, ada masalah pekerjaan rumah, ada masalah pertemanan ada masalah tentang banyak lah gak bisa Selena sebut satu satu,"


"Sekolah tuh walaupun terlihat asik tapi banyak rintangannya Bun, oleh karena itu gak mudah buat orang orang." lanjut Selena.


Bunda Irama dan mama Sekar mengelus dada.


"Kirain kenapa Sel, ternyata cuman gara gara itu." mama Sekar tertawa. Selena ikut tertawa tapi kemudian Selena kembali normal.

__ADS_1


Viano lega karena Selena tidak mengungkapkan kejadian yang lalu lalu. Biarlah menjadi rahasia di orang orang tertentu.


__ADS_2