
Malam minggu telah tiba. Bagi para jomblo mohon bersabar yah. Selena sudah bersiap siap untuk pergi bersama Viano.
Selena turun kelantai bawah. Bunda Irama menatap Selena kagum.
“Wah anak bunda udah cantik aja, mau kemana nak?” Bunda Irama bertanya.
“Mau keluar bun sama Viano.” jawab Selena.
Bunda Irama mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan dari Selena.
“Hati hati dijalan yah nak, titip salam buat Viano.” ucap Bunda Irama.
“Oke bun.”
Selena sudah berada didepan rumahnya, Selena menunggu kedatangan Viano. Mobil BMW milik Viano terlihat dari kejauhan.
Hujan menguyur bumi, guntur mulai bergemuruh. Selena mengadahkan wajahnya untuk melihat langit, Selena berusaha menikmati hujan. Mobil Viano berhenti didepan Selena. Dan keluarlah pangeran kesiangan dari dalam kuda hitamnya, siapa lagi kalau bukan Viano Alexander Ankara.
Viano membawa payung dan segera membuka payung itu untuk melindungi dirinya dari air hujan. Viano mulai melangkah mendekat kearah Selena. Viano mulai berbagi payung bersama dengan Selena. Mereka berdua baru kelihatan seperti sepasang pasangan yang sedang dimabuk cinta. So sweet sekali mereka berdua.
Mereka berdua sudah masuk kedalam mobil. Karena Selena memakai baju yang tipis, kena hujan baju Selena jadi sedikit menerawang. Viano mengambil jaketnya dan memakaikan jaket ketubuh Selena. Selena kena butterfly efect.
“Eh makasih Vin.” ucap Selena tulus dari hati.
__ADS_1
Selena merasa jika sikap Viano ini pasti ada sebabnya, tidak mungkin hanya karena Selena kedinginan dan Viano inisiatif memberikan jaketnya.
‘Jangan jangan baju gue nerawang nih.’ batin Selena.
Daripada membantin lebih baik Selena mengecek sendiri bajunya, dan benar apa yang dipikirkan Selena adalah benar.
“Kamu tadi lihat yah Vin?” Selena bertanya kepada Viano. Selena merasa curiga kepada Viano.
Viano menyengir menampilkan deretan giginya. “Gak sengaja lihat, keterusan deh dapet tontonan gratis.” jawab Viano.
Selena merasa kesal dan menepuk bahu Viano. Selena memberi peringatan agar Viano tidak melewati batas.
“Eh sel, lo jangan nepuk bahu nanti takutnya mobilnya oleng nabrak pembatas atau mobil lain. Jangan buat gue mati dulu karena gue mau nikahin lo dulu.” ucap Viano.
Selena memilih diam karena memang sedang terbawa perasaan.
Hening menerpa Selena dan Viano. Selena diam karena sedang menikmati pemandangan dari jendela mobil sedangkan Viano sedang fokus mengemudikan mobilnya.
“Kita makan malam dulu yah? dari pada nanti di mall malah kelaperan? gimana mau?” tawaran dari Viano memecah keheningan.
“Lo suka makan apa Sel?” lanjut Viano bertanya.
Selena belum menjawab pertanyaan dari Viano, karena Selena sedang berpikir. Banyak sekali sebenarnya makanan favorit dari Selena, apa Selena harus mengungkapkan semuanya kepada Viano? nanti malah dikira Selena matre lagi kalau mau ini itu.
__ADS_1
“Gue suka banyak makanan sih, tapi lebih suka nasi goreng, rendang, ayam bakar, ikan bakar. kalau bisa sih resto yang ada dessertnya.” ungkap Selena.
Walaupun permintaan Selena banyak tapi Viano jadi merasa senang. Daripada perempuan yang ditanya malah jawab terserah, malah membuat pusing kepala nanti.
“Oke aku cari dulu restonya.”
Mobil Viano berhenti disalah satu resto yang ramai. Viano segera memarkirkan mobilnya. Selena dan Viano segera keluar dari mobil.
Mereka berdua melangkah masuk kedalam resto.
Pelayan resto mendekat kemeja Selena dan Viano.
“Mau pesan apa kak?” pelayan resto itu bertanya.
Pelayan resto itu memberikan buku menu kepada Selena dan Viano.
“Disini ada bolu kak?” Selena bertanya, menatap pelayan dengan mata antusias.
Pelayan itu mengangguk. “Iya kak disini menyediakan bolu.”
“Kalau begitu aku mau pesan nasi goreng, ikan bakar, bolu tiramisu sama jus jeruk dan vanila late.”
“Lo mau pesan apa Vin?” lanjut Selena.
__ADS_1