
Selena benar benar tidak percaya jika Auzi melakukan itu.
"Lo beneran minta ijin sama yang punya? Lo gak nyolong kan?,"
"Untung gue tanya dulu Lo itu bawa apa, kalau gue gak tanya mungkin gue taunya Lo beli. tapi ternyata Lo nyolong punya orang." lanjut Selena.
Auzi tertawa, "negative thinking aja terus. gue sih awalnya mau nyuri aja, tapi karena takut Lo makan dan tambah sakit karena buah gue gak berkah jadinya gue minta ijin deh."
Kepala Selena geleng geleng.
"Lo cuman bawa buah buat gue aja? Lo gak bawa buat Baru?" Selena bertanya.
Auzi menggeleng, "gue bawa juga buat baru, tuh ada didalam tas. tenang aja bagian Lo lebih banyak kok." Auzi tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi cengo Selena.
"Udah udah itu dijamin halal, kalau gak percaya gue bisa nganter Lo buat kerumah yang punya jambu."
Selena menghela nafas yah beginilah sifat Auzi. Padahal Auzi cantik tapi ternyata Auzi prik juga yah.
Bunda Irama yang dari tadi hanya menyimak obrolan Auzi dan Selena tersenyum.
"Bunda juga boleh kok makan jambu itu." ucap Auzi mempersilahkan Bunda Irama untuk menyicipi jambu.
"Terima kasih zi."
Selena dan Bunda Irama menyicipi buah hasil Auzi meminta izin.
"Gimana Sel? enak gak buahnya?" Auzi bertanya.
Selena mengangguk. "Lo emang bakar banget nemuin buah buahan milik orang." pujian dari Selena. Sebenarnya pujian atau sindiran yah?.
"Lo gak mau makan nih? enak loh."
Auzi dengan cepat ikut bergabung makan buah jambu. Mereka bertiga makan buah jambu sambil bercerita kadang mereka juga tertawa tawa.
"Eh Lo mau ke Barunya kapan?" Auzi bertanya.
"Mau sekarang?" Selena balik bertanya.
Auzi terdiam sedang mempertimbangkan keputusannya.
"Boleh, tapi Lo udah bisa jalan normal?" Auzi bertanya karena khawatir dengan keadaan Selena.
"Gue udah lumayan bisa jalan sih walaupun masih sedikit sakit."
"Mau pakai kursi roda?" tawar Auzi.
Selena menggeleng menolak tawaran dari Auzi.
__ADS_1
"Walaupun ada tulang retak tapi gak apa apa kok Zi, Lo jangan terlalu khawatir gitu." ucap Selena menenangkan Auzi.
"Ya udah yuk."
Selena dan Auzi berpamitan kepada Bunda Irama terlebih dahulu. Bunda Irama sebenarnya keberatan jika Selena keluar, tapi melihat wajah Selena yang murung membuat Bunda Irama menjadi sedih, jadi dengan berat hati Bunda Irama mengijinkan Selena untuk menemui Baru.
* Selena dengan tertatih tatih melangkah, Auzi juga membantu Selena berjalan. Auzi tadi sudah menyarankan apakah Selena naik saja dikursi roda? tapi Selena menolak saran dari Auzi.
"Loh sih tadi ditawari naik kursi roda sama suster suster gak mau. padahal jalan aja udah kayak gak ada tulang gini." Auzi jadi kesal sendiri.
Selena menatap Auzi kesal. "Lo tuh yah bukannya bantuin temen Lo yang kesusahan malah sibuk ngomel dari tadi, berisik tau gak sih."
"Iya iya deh. salah gue semua."
Auzi diam karena takut Selena memarahinya.
Mereka sudah sampai didepan ruang rawat Baru, mereka masih bingung ingin masuk atau tidak.
"Yuk masuk." ajak Auzi.
Selena mengangguk. Selena dan Auzi mengetok pintu ruangan Baru. Setelah mendapat izin masuk, Selena dan Auzi masuk kedalam ruang rawat Baru.
Selena sedih melihat Baru yang sedang tertidur lemas diatas tempat tidur.
"Baru. Lo gak apa apa?" Auzi bertanya.
Selena hampir saja tertawa, Auzi gimana sih? udah lihat Baru hanya bisa tiduran eh malah ditanya gak apa apa. Capek deh.
Auzi tersenyum, "ya maaf, maklum tadi refleks ngomong begitu."
Auzi menyerahkan plastik kresek. "Bar ini untuk Lo yah, khusus buat Baru biar cepat sembuh."
Baru menatap plastik kresek dengan kening berkerut, Baru bingung apa yang dibawa oleh Auzi. "Bawa apa tuh?" Baru bertanya karena penasaran.
"Bawa buah jambu biji, enak loh." jawab Auzi.
Baru tersenyum mendengar jawaban dari Auzi. "Gue mau dong, tolong kupasin."
Auzi langsung gerak cepat mengkupas buah jambu. "Lo mau gak Sel?" Auzi menawarkan.
Selena menggeleng, "gue udah tadi makan jambu."
"Ya udah." Auzi lanjut mengkupas buah jambu.
Setelah selesai dengan perjambuan, Auzi segera menyajikan jambu itu untuk Baru.
Didalam ruangan rawat Baru, mereka tertawa dan kadang membahas sekolah, mereka sedih karena masih belum bisa berangkat sekolah.
__ADS_1
"Tenang aja yah, kalau kalian berdua sekolah, gue bakal ngasih catatan gue kok,"
"gue sekarang rajin nulis catatan." lanjut Auzi.
Yah, semenjak ditinggal Selena dan Baru, Auzi jadi semakin rajin karena Auzi takut jika dirinya ketinggalan pelajaran dan kedua sahabat butuh bantuannya dalam pelajaran, Auzi takut jika Auzi tidak bisa apa apa nantinya. Oleh karena itu, Auzi jadi rajin dan berusaha untuk paham dengan pelajaran yang sedang dipelajari.
Selena dan Baru beruntung mempunyai Auzi yang setia kawan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selena sudah sampai diruangan rawatnya, Auzi juga sudah pulang kerumah. Didalam ruangan rawat hanya ada Selena dan Bunda Irama.
Kenapa Viano belum mengunjungi Selena yah? padahalkan waktu pulang sekolah sudah dari tadi, bahkan Auzi saja sudah mampir.
Melihat kegundahan Selena, membuat Bunda Irama penasaran. "Ada apa nak?"
Selena menatap bundanya. "Selena cuman kepikiran aja sih Bun." jawab Selena.
Bunda Irama semakin penasaran. "Kepikiran apa nak?"
"Kepikiran kenapa Viano belum kesini."
Bunda Irama tersenyum, "gak apa apa, mungkin Viano masih sibuk, dimaklumi aja."
Selena mengangguk anggukan kepalanya.
Sampai akhirnya Selena tertidurpun Viano belum menampakan batang hidungnya.
* Selena membuka matanya, Selena segera duduk. Selena menatap sekelilingnya, sepi sekali keadaan ruang rawat Selena.
"Bun, Bundaa." Selena mencari keberadaan sang Bunda.
Tidak ada jawaban atau sahutan, kemana nih bunda Irama?
"Bunda ninggalin gue sendiri disini?" gumam Selena.
Bulu kuduk Selena meremang, aduh masih pagi lagi apakah hantu yang biasa eksis diruangan sebelah akan menyapa Selena pagi ini? Jangan sampai deh, Selena masih belum bisa berlari.
Selena menatap sekelilingnya berharap jika sang bunda sedang mengajaknya main petak umpet, tapi setelah ditelusuri sang bunda memang tidak berada didalam ruangan rawat Selena.
Selena mulai menangis karena merasa takut. Bundanya kemana? kenapa tega sekali meninggalkan anaknya yang lucu ini sendirian.
Ada seseorang yang membuka pintu, orang itu kebingungan karena Selena menangis. Orang itu segera mendekat dan mendekap tubuh Selena.
"Dek, dek Lo kenapa?" Bagas bertanya dengan nada khawatir.
Selena menghentikan aksi nangisnya, "Bunda kemana bang? kok ninggalin Selena sih."
__ADS_1
"Ouh bunda, bunda kembali kerumah mau ambil baju baju. kenapa emangnya?" Bagas kembali bertanya.
"Selena tadi cariin bunda, tapi gak ketemu ketemu. Selena takut bang kalau setan yang kemarin nongol lagi." ungkap Selena.