
“Manggil gak sopan marah. giliran dipanggil pakai kesopanan malah bingung, maunya dipanggil apa sih?. Maunya dipanggil sayang yah?” Selena ujung ujungnya menggoda Viano.
Viano jadi senyum senyum sendiri karena salting. ‘Padahal tadi cuman perkataan tapi kok sampai kena dihati sih.’ batin Viano.
Viano menggelengkan kepalanya, kalau Viano salting bisa bahaya nanti karena Viano sedang mengendarai mobil.
‘Mampus kan dia baper sendiri.’ batin Selena senang.
Sebenarnya pipi Viano sudah memerah karena salting, tapi tidak kelihatan oleh Selena.
Akhirnya kurang dari satu jam perjalanan mobil milik Viano sudah terparkir didepan cafe yang lumayan ramai pengunjung. Cafe itu terletak dipinggir jalan hutan, Cafe itu memiliki konsep outdoor, Selena senang berasa dicafe ini karena sejuk cuacanya.
Mereka berdua memilih tempat duduk, setelah menemukan tempat yang pas Selena dan Viano langsung duduk.
Viano menatap Selena, “Lo mau pesan apa?” Viano bertanya.
Selena membaca buku resep terdahulu, “enaknya apa yah?” Selena malah balik bertanya kepada Viano.
“Yah gue enggak tau. gue baru pertama kesini.” jawab Viano.
Selena memberikan Viano daftar menu. “Pilihin dong yang menurut lo menu terbaik disini.” perintah Selena untuk Viano.
Viano menggeleng dan mengembalikan daftar menu ke Selena. “Lo pilih sendiri aja.” balas Viano.
Selena ingin marah karena Viano menolak perintahnya, sebelum memarahi Viano, meja Selena dan Viano kedatangan pelayan.
“Maaf kak, saya menganggu waktunya.” ucap pelayan itu.
“Iya ada apa yah kak?” Selena bertanya karena kebingungan karena disamperin pelayan.
“Maaf kak ada pengunjung resto baru, jadi saya mau ambil daftar menunya, apa kakak sudah memesan makanan?” tanya pelayan itu kepada Selena yang merespon pertanyaan pelayan.
Selena jadi gugup dan langsung mengambil langkah untuk memesan makanan.
“Saya pesan nasi goreng sama es jeruk yah kak.” ucap Selena.
“Baik kak.” Pelayan itu mencatat pesanan Selena.
“Kalau kakak yang satunya mau pesan apa?” kini pelayan bertanya kepada Viano yang dari tadi diam saja.
__ADS_1
“Saya samain sama dia aja kak.” ucap Viano.
Pelayan itupun meninggalkan tempat Selena dan akan memberikan pesanan Selena dan Viano.
Karena Viano merasa makanan akan datang masih lama, akhirnya Viano bangkit dari kursinya. Selena menatap Viano dengan tatapan kebingungan. “Mau kemana?” Selena bertanya karena penasaran.
“Gue mau ketoilet sebentar.” setelah mendapat anggukan dari Selena akhirnya Viano bisa ketoilet sebentar.
Dari arah belakang tubuh Selena ada seseorang yang mengenali tubuh dari Selena. Orang itu merasa bahwa Selena adalah seseorang yang dia kenal.
“Kayak kenal dia.” gumam orang itu yang didengar temannya.
Temannya memandang orang itu kebingungan. “Kenapa bro?, kenal apa?” temannya bertanya.
“Ehh engak engak.” orang itu menggeleng dan tidak akan menjawab karena takut jika teman temannya meledeknya.
Daripada penasaran akhirnya orang itu akan menghampiri Selena. Ide jail pun muncul dari benak orang itu. Selena yang masih melamun pun menjadi sasaran kejailan orang itu.
“Woi.” teriak Jae yang berhasil membuat Selena kaget.
Selena hampir saja membuang ponsel yang ada ditangannya karena kaget, tapi tidak jadi karena masih merasa sayang duit.
“Buset gue kaget tau gak.” latah Selena yang membuat Jae tertawa senang.
“Hai.” Jae menyapa Selena.
“Eh ternyata Kak Jae yang ngagetin gue, Selena kira orang gila.”
“Yakali orang ganteng ganteng gini dikira orang gila.”
“Kan Selena gak tahu kak.”
Jae masih berpikir mau mencari topik obrolan, agar Jae bisa berbicara dengan Selena.
“Hehe lo disini mau apa?” dengan bodohnya Jae menanyakan ini kepada Selena, padahal Jae tau jika Selena dicafe pasti mau makan atau nongkrong. Jae mengigit bibirnya karena menyadari kebodohannya.
“Kelihatannya kak Jae, Selena mau apa disini?” Selena malah bertanya kepada Jae.
“Lo pasti disini mau makan kan?, lo disini sama siapa?” Jae bertanya.
__ADS_1
Jae menatap kesekelilingnya, sejak Jae datang kecafe ini seperti Selena masih duduk sendirian, apakah Selena datang sendirian kecafe ini?, kesempatan nih buat Jae untuk berduaan dengan Selena.
“Yah pasti Selena disini mau makan kak. dan Selena kesini sama temen kak. emangnya kenapa kak?”
Dan Jae hanya menanggapi jawaban Selena itu hanya dengan ‘oh’. Selena jadi emosi, sudah jawab panjang lebar eh cuman dijawab oh doang.
Dari belakang tubuh Jae, Viano sudah dari lama memperhatikan Selena dan Jae. Selena tidak menyadari keberadaan Viano karena fokus menjawab pertanyaan Jae. Viano diam karena malas untuk bergabung dengan Jae, tapi karena takut Selena diambil Jae akhirnya Viano mendekat dan langsung duduk pas disamping Selena. Jae kaget karena teman Selena adalah Viano. Mereka bertiga tiba tiba menjadi canggung, tapi Selena berusaha untuk merubah suasana.
“kak Viano baru datang yah?” padahal Selena sudah melihat bahwa Viano baru datang, tapi kenapa harus ditanya, Selena berusaha basa basi agar bisa mencairkan suasana.
Tidak ada jawaban dari Viano, Viano menatap Jae dengan tatapan seperti pemangsa yang akan memakan mangsanya, Selena jadi takut deh.
“Kalian berdua gak mau kenalan?” Selena menawarkan Viano dan Jae untuk saling berkenalan, seperti orang baru bertemu yang akan berteman.
Viano dan Jae malah saling pandang, Selena menatap mereka berdua secara bergantian, Selena bingung kalau mereka berdua tidak ada yang menjawab Selena, mending Selena pulang saja deh dari pada dikacangin.
“Kita udah saling kenal.” Jae menjawab.
Memang Jae yang saat ini bisa diandalkan Selena untuk menjawab.
Selena kebingungan, kata Jae, mereka berdua saling kenal tapi kenapa mereka seperti punya jarak yang memisahkan?.
“Kalian beneran saling kenal?” pertanyaan Selena yang langsung diangguki oleh Viano.
“Tapi kok jaga jarak?, kalian gak bohongkan sama gue?” Selena merasa ada yang disembunyikan darinya.
“Kita memang saling kenal, tapi saling kenal itu belum tentu dekat.” Viano menjawab.
Viano dan Jae saling menatap, tapi tatapan mereka mengisyaratkan kebencian yang terlalu dalam. Nyali Selena ciut deh dan tidak akan bertanya lagi tentang hubungan diantara Viano dan Jae.
“Kalau begitu kak Jae ikut makan bareng kita gimana?, mau gak kak?” Selena menawarkan kepada Jae tanpa meminta pendapat dari Viano.
Tawaran Selena kepada Jae itu membuat Viano marah. “Gak, gue gak setuju kalau dia ikut makan bareng kita.” jawab Viano datar.
Yang mendapat tawaran aja belum jawab, tapi kenapa malah keduluan Viano.
“Kok gitu sih katanya saling kenal.” Selena tidak setuju dengan jawaban Viano.
Viano jadi semakin emosi karena Jae dibela oleh Selena, padahal Selena tidak membela kedua pihak, Selena hanya menyarankan untuk makan bersama.
__ADS_1
~~
Kalian nunggu kelanjutannya gak nih?