My Ketos

My Ketos
96


__ADS_3

Bagas membuka ruangan rawat Selena. Selena sibuk bermain dengan telepon genggamnya.


"Helo? Abang mu baru aja kembali kenapa gak disambut?"


Selena menatap Bagas malas.


"Buat apa sih disambut? emangnya Abang tuh tuan yang terhormat gitu?"


"Yah sebagai adik yang baik seharusnya kamu tuh menyambut kedatangan Abang satu satunya kamu."


Selena menirukan gaya bicara 'nye Nye Nye' meledek Bagas.


Bagas membuka salah satu plastik, Bagas mengeluarkan makanan yang baru tadi Bagas beli. Bagas memberikan makanan itu kepada Selena, karena memang makanan itu pesenan Selena.


"Nih gue beliin seperti kemauan adik ku tercinta." Bagas lebay.


Takut membuat Bagas marah, lebih baik Selena tidak berdebat lagi. "Terima kasih Abang ku tercinta." Selena mulai memakan makanannya begitu pula dengan Bagas.


Setelah selesai sarapan, mereka berdua kembali disibukan dengan kegiatan masing masing. Selena menatap Bagas yang fokus terhadap laptopnya.


"Bang, Abang gak lupa izininin Selena hari ini?"


Bagas memperhatikan Selena. "Gue udah ngijinin kamu, dan malah kata guru kamu, kamu biarin aja dirumah sakit sampai sembuh gak usah mikirin sekolah karena mereka tau kalau kamu baru kecelakaan."


Walaupun disuruh tidak mikir sekolah tapikan Selena tetap kepikiran takut nanti nilainya anjlok.


"Bunda sama ayah kapan mau kesini?" Selena bertanya karena jujur saja Selena kangen dengan sang Bunda.


"Mungkin satu hari lagi, Ayah sepertinya baru nyampai Bandaran hari ini, jadi pasti ayah bakal istirahat terlebih dahulu dirumah." jawab Bagas dengan santainya.


"Kok ayah masih bisa santai santai istirahat sih? padahalkan anaknya masuk kerumah sakit." kesal Selena.


"Yah karena ayah emang tipikal begitu, Ayah walaupun kelihatan santai, tapi ayah juga pasti khawatir sama kamu." jawab Bagas.


Bagas tidak akan membuat Selena membenci kedua orang tuanya sendiri. Walaupun memang ayahnya sibuk berbisnis tapi menurut Bagas ayah masih bisa membagi waktu untuk keluarganya. Bagas tau ayahnya tidak mungkin tidak peduli dengan keluarganya sendiri.


"Ditunggu aja kedatangan ayah sama bunda, mungkin nanti sore atau malem biar ayah istirahat dulu."


Selena menganggukan kepalanya walaupun hatinya sedikit sakit karena kedua orang tuanya belum menjenguk Selena, tapi tidak apa apa Selena akan terlihat bahagia.


*"Dek, Abang mau kekantor bentar yah? ada berkas yang harus Abang urus. kamu kalau butuh apa apa tinggal panggil suster." ucap Bagas.

__ADS_1


Selena yang sedang bermain ponselpun menoleh kearah Bagas.


"Abang mau ninggalin Selena sendiri? Abang lebih fokus sama kerjaan Abang? Abang kok jahat banget sih ninggalin Selena." Selena jadi kesal.


Bagas menghela nafas lelah. Kenapa saat sakit Selena malah jadi lebay begini? padahal biasanya ditinggal dirumah sendirian juga tidak apa apa.


"Gak usah lebay Len, Abang cuman mau ngirim berkas aja, gak sampai dua jam kok."


Selena mengepalkan tangannya, kakaknya ini tidak peka sekali.


"Bang kalau Abang pergi, siapa yang mau jagain Selena? Selena masih sakit bang, Selena juga jalannya masih susah, Selena butuh Abang." kalau ada yang mendengar pasti akan menilai Selena lebay.


Bagas menatap Selena dengan tatapan teduhnya. "Adek Abang mu yang ganteng ini pergi cuman kekantor gak ada dua jam, bukan pergi keluar negeri yang harus beberapa hari. Jangan lebay deh."


Selena menggeleng dengan keras, Selena harus memastikan Bagas tetap berada disamping Selena.


"Abang, Abang jahat banget sih. Selena itu sebenarnya takut kalau sendiri, abangkan tau ada kejadian horor, Selena takut kalau cuman Selena sendiri." ungkap Selena pada akhirnya.


Bagas terdiam merasa benar dengan ucapan dari Selena.


"Ya udah kalau gitu nanti Abang suruh salah satu suster buat jaga kamu disini, nanti juga Viano bakal kesini, kamu jangan takut."


"Adek Abangkan pemberani." lanjut Bagas.


Bagas tersenyum menyeringai. "Kata seseorang yang pernah dilawan pas kamu lagi ospek." jawab Bagas.


Selena mengepalkan tangannya, wah ini sudah pasti kerjaan si Viano. Kenapa sih mulut Viano itu ember sekali? bikin malu Selena deh jadinya.


"Kalau Manusia, Selena berani melawan tapi kalau makhluk halus, Selena takut." ungkap Selena.


"Heh! harusnya kamu lebih takut ke manusia, jaman sekarang raganya manusia tapi hatinya setan."


"Kayak Abang bukan?" Selena bertanya dengan nada mengejek. Abangnya sendiri dikatain setan.


Karena kesal dengan perkataan Selena, Bagas pergi dari ruang rawat Selena tanpa mengucap kata kata perpisahan.


Selena yang melihat kepergian Bagas segera bangkit dari tidurnya, Selena hendak melangkahkan kaki tapi punggung Selena sakit sekali.


"Abang, jangan tinggalin Selena." Selena berteriak karena merasa sangat takut.


"Abang jahat banget." lanjut Selena.

__ADS_1


Datanglah suster dengan tergesa gesa, Suster itu segera membantu Selena untuk berdiri tegak dengan hati hati.


"Kakaknya gak apa apa?" Suster itu bertanya dengan raut wajah khawatir.


Selena mengangguk.


"Kakak mau ketoilet atau gimana? kok bisa keluar dari ranjang?"


"Apa kakak membutuhkan sesuatu?" lanjut suster itu bertanya.


Selena menggeleng. "Tolong bantu saya ke ranjang sus." pinta Selena yang langsung dituruti oleh Suster.


"Apa kakak membutuhkan sesuatu yang lain?"


Selena kembali menggeleng. "Sus, aku mau nanya, tadi sus dimintai tolong sama kakak laki laki ku?" Selena bertanya.


Dahi suster itu mengernyit, "kakak laki laki? seperti apa rupanya?"


Selena terdiam sebentar, membayangkan rupa Bagas.


"Kakak ku itu tinggi sus, dia putih tapi wajahnya masih Indonesia banget. bisa dibilang tampan, tapi tidak tampan juga." Selena mendeksripsikan atau mengejek Bagas yah? kalau Bagas mendengar ini pasti sudah ngamuk.


"Ouh kakak kakak yang tadi? dia memang meminta bantuan teman saya, tapi karena teman saya bertugas jadi saya yang membantu kakak tadi, tapi menurut saya kakak kamu tampan." ungkap suster itu. Bagas pasti kalau mendengar bakal salting sendiri.


Mendengar ucapan dari suster itu membuat Selena mempunyai ide cemerlang.


"Sus, kalau dilihat lihat suster naksir yah sama Abang saya?" Selena menggoda suster itu.


Suster itu menggeleng dengan cepat. "Tidak tidak, saya tidak naksir kepada Abang kamu, saya hanya sekedar mengagumi." jawab suster itu.


"Yakin sus? padahal kalau suster naksir, Selena bakal bantuin suster buat lebih dekat dengan Abang saya,"


"kasihan Abang saya jomblo sus. saya kaget mendengar sus muji muji ketampanan Abang saya, padahal ketampanan Abang saya biasa saja." lanjut Selena.


Selena menoleh menatap suster itu, "gimana sus? mau sama Abang saya?" Bagas ditawarkan kepada orang orang, jahat sekali bukan?


* Sudah sore, tapi kenapa Bagas belum pulang? dan juga kenapa Viano tidak datang datang.


Selena meraih teleponnya dan menghubungi Viano melalui aplikasi pesan ditelepon.


#Udah otw ke rumah sakit?#

__ADS_1


Centang dua, tapi tidak dibalas oleh Viano. Apakah Viano belum pulang? tapi jam segini seharusnya Viano sudah pulang.


"Apa ada rapat OSIS?" gumam Selena bertanya tanya.


__ADS_2