My Ketos

My Ketos
48


__ADS_3

Banyak siswi siswi yang mengosip kedekatan Raen dan Selena. Mereka kebanyakan menjudged Selena yang kurang tau diri.


“Bukannya kemarin keluar sama Viano yah? tapi sekarang malah deket sama Raen.”


“Apa dia punya cowok simpanan yah?” tebak temannya.


Temannya mengangguk setuju.


“Betul tuh gue juga ngerasa kalau Selena tuh punya simpanan.”


“Gatel banget dia.” komentar dari tukang gosip.


“Ih kok gue ngiri yah kak Raen bisa deket sama Selena sampai sedeket itu.”


Sedangkan di ruang RO, Agli lari terbirit birit masuk kedalam ruang RO. Ruang RO yang semula sunyi dan ketika Agli datang langsung menjadi ramai. Semua orang yang diruang RO menatap heran Agli yang datang seperti orang kesetanan.


“Vin Vin.” Agli memanggil Viano.


Viano menatap Agli dengan tatapan kebingungan.


“Ga to what, gawat banget Vin.” Agli jadi heboh sendiri,


“Hmmm.” Viano tidak menanggapi Agli.


Agli menatap sekeliling. “Beneran ini berita gawat banget, btw rapat ini sudah selesai bukan?” Agli bertanya dan diangguki Revendo.


“Lo tau gak Vin kalau cewek lo lagi dipepet Raen diruang teather.” ucap Agli.


Viano memang tidak kaget mendengar berita Agli, tapi Viano langsung berdiri. Viano tidak mau jika nanti Selena baper sama Raen. Viano akan melihat sendiri bagaimana Raen mencoba meluluhkan hati Selena.


“Panas panas langsung nih hawa diruang ini.” Agli bercanda.


Revendo menggelengkan kepalanya. “Terserah lu dah, kalau sampai mereka berdua berantem, yang tanggung jawab itu lo.”


Revendo meninggalkan Agli.


Viano masuk kedalam ruang teather. Viano yang melihat Raen akan mengusap rambut Selena langsung naik pitam, Viano mencegah tangan Raen yang hampir menyentuh rambut milik pujangga hati Viano.


“Eits bro.” ucap Viano


Raen tersenyum, “ouh ternyata pawangnya udah datang.”


Selena kaget dan bingung kenapa Viano datang keruang teather tiba tiba. “Ngapain Vin kesini? bukannya lo ngomong kalau lo ada rapat?”


Viano meraih tangan Selena, “pulang.” perintah dari Viano.


“Kok pulang sih? aku juga baru selesai belum beres beres.” Selena menolak perintah Viano.

__ADS_1


“Bener tuh Vin, Selena harus beres beres dulu.” Raen membela ucapan Selena.


“Pulang!” Viano menaikan nada bicara, Viano tidak peduli lagi jika nanti Viano akan bermusuhan dengan Raen.


Tanpa meminta izin sang empunya tangan, Viano menarik paksa tangan Selena. Selena hampir terjungkal karena tidak siap.


Selena ingin melepaskan tangannya dari gengaman Viano, tapi karrena perbedaan tenaga, Selena kalah dan tangannya masih digengam Viano.


“Vin sakit tau tangan gue.” Selena kesakitan


Viano tidak menggubris Selena, Viano malah mempererat gengaman tangan mereka.


Dari arah berlawanan datanglah Dania. Selena sekarang tau apa yang akan Selena lakukan, Selena membalas gengaman Viano. Selena mengengam tangan Viano, agar Viano tidak melangkah menjauh.


“Vin?” Dania memanggil nama Viano.


Viano menatap Dania satu detik, kemudian Viano membuang pandangannya.


“Ada apa?”


Dania melihat kearah gengaman tangan Selena dan Viano yang begitu erat.


“Lepasin Selena, kasian kayaknya tadi kesakitan.” perintah dari Dania.


Viano menatap Dania dengan tatapan penuh amarah.


“Gue gak bakalan lepasin dia.” Viano menolak perintah Dania.


Viano balik menatap Selena. “Diam Selena!” sepertinya kali ini Viano benar benar emosi.


Dania menatap Selena penuh dendam. “Gara gara lo Sel, semuanya jadi berubah.” Dania jadi emosi karena Viano tidak mau melepaskan gengaman tangannya.


Selena menatap Dania kebingungan.


“Viano jadi menjauh dari gue karena ada lo. dan tiba tiba dia deket sama lo, gue sakit hati. Gue gak rela Viano sama lo. Gue sayang banget sama Viano. Dan inget gue gak bakalan ngelepasin Viano buat lo.” Dania mengungkapkan perasaanya


Dania menangis karena dirinya kalah telak dari Selena.


Viano menatap Dania tidak terima, “itu bukan salah Selena, semuanya itu salah lo.”


‘Ini kenapa sih? gue gak paham.” Selena kebingungan


“Lu yang mulai semuanya Dan. dari ngajak gue ke hotel giring opini orang lain biar mikir yang enggak engak. lo terlalu obsesi sama gue. lo yang mulai menjauh dari gue dan malah milih sama Raen.” ungkap Viano.


Ouh jadi karena Raen pernah deket sama Dania, Viano jadi hati hati dan tidak akan kehilangan wanitanya lagi.


Dania terdiam tidak membantah apa yang dikatakan Viano. Dania menunduk sedih sepertinya Viano benar benar tidak bisa kembali seperti dahulu kala.

__ADS_1


Viano lalu menarik kembali pergelangan tangan Selena.


Viano membawa Selena kerumah Viano. Selena tidak tau maksud Viano membawa Selena kerumahnya itu apa, Selena ingin bertanya tapi takut kalau Viano masih emosi dan berakhir membentak Selena.


Pembantu dirumah Viano memberi sapaan kepada tuan muda mereka. Viano menyuruh Selena untuk duduk diruang keluarga, Selena mengikuti perintah dari Viano. Selena baru tau jika rumah Viano sanagt megah didominasi warna putih, rumah impian sekali batin Selena.


“Ma.” Viano memanggil Sekar.


“Iya ada apa kesayangan mama?” Mama Sekar menyahut panggilan Viano, sepertinya mama Sekar sedang berurusan dengan dapur.


Mama Sekar datang menghampiri anaknya. “Wah ada Selena disini? mau minum apa nak?”


Selena tersenyum dan memberi salam kepada mama Viano. “Selena mau es teh mam.”


Sekar memberi kode kepada asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman serta makanan ringan untuk Selena.


“Ma.” Viano kembali memanggil Sekar.


Sekar menatap Viano dengan tatapan kebingungan, “ada apa anak ku sayang?”


“Mama gak mau kan kalau Viano sedih?” Viano tiba tiba berucap seperti ini, Sekar jadi waspada kali ini Viano mau apa?


“Iya dong mama pasti maunya kamu terus bahagia.” ucap Sekar.


Viano senang. “Kalau begitu mama pasti mau menuruti kemauan anak mu ini kan?”


“Apa sih yang gak mama lakuin demi kamu.”


Mama Sekar tersenyum, “anak laki laki mama ini manjanya lebih dari Bianca yah.”


Yang Selena tau, Bianca adalah anak kecil berumur 6 tahun. Bianca cantik, pintar, imut dan manja seperti kakaknya. Apa jangan jangan Bianca ikut ikutan manja karena kakaknya?


“Ma.” Viano kembali memanggil Sekar.


Sekar merasa capek meladeni anaknya yang satu ini, pasti kemauan anak nya itu diluar dugaan.


“Iya ada apa?”


“Mama beneran gak bakal nolak permintaan Viano kan?”


Sekar mengangguk, “iya gak bakalan nolak kok.”


“Permintaan mu itu apa nak?” Sekar bertanya karena penasaran.


Viano tidak mungkin memaksa jika permintaan Viano itu bisa dikabulkan Viano sendiri, pasti permintaan ini terlalu berat untuk Viano, Sekar menghayal dulu apa yang diinginkan anaknya.


Apa Viano ingin mempunai mobil baru?

__ADS_1


~~


Kira kira apa yang diinginkan Viano yah? ada yang bisa nebak gak?


__ADS_2