
Agli keingetan sesuatu. Ternyata sepatu yang dipakai Sabrina kembar dengan salah satu pelaku yang mengunci Selena di toilet.
Agli menggelengkan kepalanya tidak percaya, Agli tidak yakin jika Sabrinalah pelakunya.
' Gak mungkin Sabrina pelakunya.' batin Agli.
Sabrina yang melihat Agli berperilaku aneh, jadi kebingungan.
" Lo kenapa gli?" Sabrina bukan peduli atau khawatir dengan Agli yah, Sabrina malah khawatir dengan dirinya sendiri.
Agli tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
"Gak apa apa kok." teriak Agli.
Sabrina jadi semakin kebingungan, biasanya Agli akan mereog tapi sekarang kenapa Agli diam saja? kalau Agli diam pasti ada yang disembunyikan Agli.
Agli melangkah mendekat kearah Sabrina. "Sabrina gue pergi dulu yah, dadah cantik." Agli berlari meninggalkan Sabrina.
Sabrina yang melihat itu mengeryitkan kening, Sabrina merasa aneh terhadap sikap Agli. Biasanya yang melangkah menjauh pertama adalah Sabrina, tapi kenapa sekarang Sabrina ditinggal Agli. Sabrina jadi merasa kehilangan.
Sabrina menggelengkan kepalanya, tidak mungkin Sabrina merasa nyaman didekat Agli. Sabrina mulai melangkah dan memasuki kelasnya.
# Agli datang tergopoh gopoh ke kantin, dua sahabatnya memandang aneh sikap Agli.
" Kenapa?" Viano bertanya.
Agli menatap Viano, Agli tidak mungkin memberi tahu fakta tentang sepatu Sabrina, Agli takut jika Viano akan memberikan hukuman terhadap Sabrina.
Agli menjawab pertanyaan Viano dengan gelengan, Agli duduk disebelah Rehan.
Agli akan berusaha untuk mencairkan suasana.
" Kenapa loh Han? kenapa natap gue penuh curiga gitu?" Agli bertanya kepada Rehan.
Rehan langsung membuang pandangannya yang awalnya ke Agli, Rehan kini memandang tembok tembok kantin.
" Gue malah mau tanya balik ke elo, kenapa Lo? kok Dateng Dateng kayak baru maling aja." ungkap Rehan.
Agli segera menutup mulut dari Rehan.
" Suts Lo tuh jangan teriak teriak, takut orang lain tau kalau gue suka nyolong." lirih Agli.
Rehan segera melepaskan tangan milik Agli dari mulutnya.
" Lo pasti sarapan pakai tangan yah? Lo gak pakai sendok? jorok banget Lo." Rehan tampak jijik dengan Agli.
Agli tersenyum jail.
" Kalau makan sambel sama tempe tahu itu enaknya pakai tangan bre. Lo tuh gak pernah sih gitu, jadi gak tau enaknya makan pake tangan." ungkap Agli.
__ADS_1
Rehan segera mengambil jarak dirinya dengan Agli.
" Kenapa Lo?" Agli bertanya.
Agli malah mendekatkan dirinya ke Rehan.
" Pantes yah para cewek kalau dideketin Lo pada gak mau, Lo nya bikin takut gini. " Rehan bergidik ngeri.
Agli semakin mendekatkan diri kepada Rehan, Rehan semakin menjauh alhasil Rehan terjatuh dari bangku kantin.
Agli dan Viano tertawa terbahak bahak karena melihat kejadian Rehan jatuh.
" Hahahah lucu banget. Kasian deh Lo kena jebakan gue." Agli mengejek Rehan.
Rehan mengepalkan tangannya, Rehan berdiri tanpa batuan dari orang lain. Selanjutnya Rehan langsung berlari menuju kearah Agli. Rehan segera memberikan Bogeman untuk Agli.
Agli yang tidak siap langsung terkena Bogeman Rehan.
Agli terbatuk batuk karena merasakan sakit.
" Woi woi udah woi sakit gue." Agli berteriak kesakitan.
Viano hanya menjadi penonton aksi gulat tersebut.
Rehan segera menghentikan bogemannya terhadap Agli. " Salah siapa jail sama gue Lo." ucap Rehan
Rehan menatap tajam Agli. Rehan memperlihatkan kepalan tangannya kepada Agli. " Lo mau dapet bogeman lagi? hah!" Rehan mengancam Agli.
Agli menelan salivanya ketika melihat tangan Rehan sudah mengepal. Agli segera mengambil tindakan kabur berlari menjauh dari kantin. Rehan yang akan berlari mengejar Agli segera dihentikan oleh Viano.
" Udah jangan diurusin." ucap Viano.
Rehan Mengangguk dan duduk kembali. Mereka berdua lanjut makan sarapan tanpa kehadiran Agli, biarlah Agli kelaparan sendiri.
* Selena sedang menatap papan tulis, Selena juga sedang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi.
Auzi tiba tiba menyengol Selena.
Selena balik menatap Auzi, " Ada apa?" Selena bertanya dengan lirih.
" Lo paham gak?" Auzi bertanya dengan nada lirih sama dengan Selena.
Selena nyengir kemudian menggeleng. Walaupun Selena memperhatikan papan tulis dan selalu mendengarkan penjelasan guru, tapi selalu Selena hanya sedikit paham materi. Orak Selena seperti susah encer. Tutorial paham dong guys.
" Sama dong, gue juga gak paham tuh." Auzi juga ikut nyengir.
"Tidur aja yuk." Auzi ini sesat, ajak Selena kejalan tidak benar.
Selena mengangguk, wah sama sama sesat ini mah.
__ADS_1
Auzi dan Selena segera melipat kedua tangannya kemudian Auzi dan Selena meletakan kepala mereka diatas meja.
" Selena dan Auzi kenapa kalian tidur? Kalian berani beraninya tidur pas jam saya. Keluar kalian!" teriak dan perintah dari guru matematika wajib.
Selena dan Auzi segara bangun. Selena dan Auzi kaget karena teriakan guru itu. Selena dan Auzi segera keluar dari kelas karena menerima hukuman dari guru itu.
Ditengah koridor, sepi sekali karena masih jam pelajaran.
"Asik gue bisa keluar di jam pelajaran pak galak." ungkap Auzi.
Selena menatap Auzi sambil tersenyum. "Gue juga senang banget." ungkap Selena.
"Lebih baik keluar dari Kelas daripada otak gue nanti ngebul." ucap Auzi.
Auzi dan Selena itu anak MIPA tapi sikap mereka tidak memperlihatkan seperti anak MIPA.
" Kita mau kemana?" Auzi kebingungan arah tujuan mereka selanjutnya.
" Ke kantin gak sih?" Selena bertanya.
Auzi menengok kearah lapangan.
" Kelasnya kak Viano kayaknya lagi pelajaran olahraga. Yuk kesana bestie. " Auzi mengajak Selena.
Auzi menarik tangan Selena, tapi Selena tidak mau bergerak.
Selena melepaskan tangan Auzi, Auzi masih memaksa untuk pergi ke lapangan.
" Kenapa? " Auzi bertanya karena heran dengan sikap Selena.
" Gue malu kalau ketemu sama dia " Selena menjawab
Auzi tidak percaya dengan kalimat yang dilontarkan Selena, " Lo malu? kalau malu kenapa setiap pagi pasti berangkat bareng? udah deh jangan bohong." Auzi kembali berusaha menarik tangan Selena, kali ini Auzi menarik tangan Selena dengan keras, menjadikan Selena tidak bisa melawan Auzi.
Selena membuang pandangannya ketika kakinya sudah menginjakan diatas lapangan bola.
Auzi dan Selena duduk di tribun. Selena masih mencoba untuk tidak menatap Viano ataupun anak kelas Viano.
" Woi tuh lihat Viano lagi main bola tuh." seru Auzi.
kalimat dari Auzi itu tetap tidak dipedulikan oleh Selena.
" Buset kak Viano ganteng banget yah. pantes banyak yang suka." ucap Auzi.
Ucapan Auzi segera membuat Selena menoleh. Selena tidak mau yah ada bibit bibit pelakor diantara hubungan Selena dan Viano, Selena akan membasmi sebelum bibit bibit pelakor itu tumbuh berkembang biak.
" Woi inget dia pacar gue yah." ungkap Selena.
" Awas aja kalau Lo jadi pelakor, gue Jambak Lo di mall biar Lo malu." ancam Selena.
__ADS_1