
"Lo menyingkir dari pintu Sel." pinta Viano.
"Gue bakal dobrak pintunya." lanjut Viano.
Terdengar suara gusar didalam toilet, sepertinya Selena sudah berpindah tempat.
Viano menjauh dari pintu dan mulai menendang pintu toilet dengan sekuat tenaga.
Satu kali menendang pintu toilet belum bisa terbuka. Viano mencoba sekali lagi, dan akhirnya pintu toilet terbuka.
Selena langsung berlari dari dalam toilet dan langsung memeluk tubuh Viano.
Tangis Selena pecah saat sudah keluar.
Viano mengelus punggung Selena. "Are you okey, Len?" kenapa Viano bertanya sih? padahalkan sudah jelas jelas kalau Selena sedang sedih. Cowok memang gak peka.
"Its okay, tenang Selena semuanya sekarang baik baik saja." Viano berusaha menenangkan Selena.
Setelah merasa Selena sudah tenang, Viano melepaskan pelukannya.
"Ayok pulang, Lo udah ditunggu sama bang Bagas." ajak Viano kepada Selena.
Selena mengangguk. Viano mengengam tangan Selena. Selena juga membalas genggaman tangan Viano. Selena sekarang merasa lebih aman.
Sesaat sampai dimobil, Viano tidak berasa basi dan langsung mengemudikan mobilnya.
Diperjalanan Viano menoleh kearah Selena, Viano baru menyadari jika tangan Selena terdapat lebam lebam.
"Kenapa Lo bisa kekunci ditoilet?" Viano bertanya.
Selena menoleh kearah Viano. Selena menghembuskan nafas.
__ADS_1
"Gue yakin, gue dikunci sama orang, tapi gue gak tau siapa itu." ungkap Selena.
Viano langsung kaget, hampir saja mobil Viano berhenti karena rem mendadak.
"Siapa yang berani ngelakuin itu?" Viano bertanya.
Selena menggeleng. "I don't know sih orangnya tapi beneran kalau yang ngunci aku itu orang." jawab Selena.
"Beneran orang? atau cuman perasaan Lo aja?" Viano bertanya.
Selena mencubit tangan Viano.
"Auw auw sakit tau, bahaya nanti kalau kecelakaan gimana?" ucap Viano.
"Salah Lo yah, kenapa sih gak percayaan sama gue?" Selena emosi terhadap Viano.
"Iya iya gue percaya, besok gue mau chek cctv." ungkap Viano.
Selena tersenyum kepada Viano. "Gitu dong dari tadi sama pacar sendiri."
Akhirnya mereka berdua sudah sampai didepan rumah Selena.
Selena dan Viano segera turun dari mobil. Ternyata kedatangan Viano dan Selena sudah ditunggu oleh Bagas.
Melihat Selena, mata Bagas sudah memerah menahan emosi.
"Woi Lo apain adek gue Bambang? adek gue kenapa lebam lebam kayak gini?" Bagas maju lalu mengecek tangan Selena.
Bagas maju dan meraih kerah dari baju yang dipakai Viano.
Selena panik dan berusaha untuk menjauhkan Bagas dari Viano.
__ADS_1
"Bang bang bukan salah Viano. Tadi Selena lari larian eh jatuh dilapangan bang. Itu bukan salah Viano." Selena tentunya berbohong.
Bagas langsung menoleh kearah Selena. "Bener begitu? kamu gak bohongkan Len?"
Selena mengangguk. "Beneran Selena gak bohong kok."
Bagas melepaskan tangannya dari kerah baju Viano.
Viano mengelus dadanya, hampir saja Viano babak belur hari ini kalau Selena tidak mengatakan apapun. Untung Bagas juga percaya dengan perkataan Selena.
"Sorry bro, gue kira Selena lebam gara gara Lo." ungkap Bagas.
"Gak lah bang, gue gak pernah menyakiti seorang perempuan." ucap Viano.
"Kalau begitu Viano pamit pulang bang, ouh yah Sel jangan lupa diobati itu lebamnya. gue pulang dulu." lanjut Viano.
Setelah itu Viano melangkah menjauh dan masuk kembali kedalam mobil.
Selena menatap Bagas. "Selena keatas dulu yah bang." Selena melangkah menjauh dari Bagas.
Selena menutup pintu kamarnya. Setelah itu Selena segera melepas baju dan memeriksa seluruh lebam ditubuhnya. Selena mengelus lebam yang ada pada punggungnya.
"Sakit banget, kenapa sih orang jahat banget? padahal kayaknya gue gak salah deh." gumam Selena.
"Siapa sih? yang tadi ngunciin gue?" Selena sedang kebingungan mencari siapa dalang dari kejadian Selena.
Setelah berdebat dengan pikirannya, Selena mengobati luka lebam disekujur tubuhnya.
Keesokan harinya Selena sudah bersiap untuk pergi kesekolah. Rasa sakit karena lebam kemarin ternyata hari ini lebih terasa sakit, dan tambah berwarna biru.
Selena bahkan tadi saat tidur tidak bisa bergerak kekanan kiri.
__ADS_1
"Lena bangun woi! itu Viano udah nunggu Lo dibawah." Bagas berteriak.
"Sabar bang Selena lagi siap siap nih." Selena membalas Viano dengan teriakan.