
Jae merasa menang karena telah dibela Selena. Jae merasa Viano pasti sudah menahan amarah, Jae akan bersiap siap menerima apapun yang akan dilakukan Viano kepadanya.
“Gue gak mau deket deket sama si loser.” Jae malah memanggil Viano dengan sebutan Loser yang artinya percundang.
Selena gak salah dengar kan seorang Viano yang menurut Selena perfect ternyata ada yang memanggilnya dengan sebutan loser?. ‘What!, gue gak salah denger kan kalau Viano dipanggil loser?.’ batin Selena.
Jae akhirnya berdiri dari kursi tempat duduk Viano dan Selena.
“Gue pergi dulu yah mau ketemu sama temen gue, maaf ganggu waktunya, besok gue tunggu lo diperbentian bus yah.” Jae mengucapkan kata itu tanpa beban, padahal Viano sudah mau membogem Jae karena berani ingin mengajak Selena bertemu didepan Viano, memang tidak ada takut takutnya si Jae itu.
“Oke.” Selena mengangguk kepada Jae, sedangkan Viano tetap fokus kepada makanannya. Viano memang berusaha menutupi kemarahannya dengan makan dan diam saja.
Sampai semua makanan habis pun Viano tidak mengeluarkan suara.
“Kita mau langsung pulang? atau mau disini dulu?” Selena bertanya.
Viano tetap tidak mau berbicara kepada Selena. Viano akan tetap diam sebagai hukuman Selena yang membela Jae. Dasar Viano tukang cemburu.
‘Kayaknya Viano marah deh.’ batin Selena.
Selena menghidupkan teleponnya dan mencari pencarian di googl. Selena mencari bagaimana caranya untuk menghibur laki laki yang sedang cemburu?. Selena kaget karena dipencarian semua cara ternyata tidak bisa dilakukan Selena, dengan kesal Selena mematikan ponselnya.
Viano tiba tiba bangkit dari kursi dan pergi berlalu tanpa mengobrol kepada Selena, Selena cepat cepat membereskan barangnya dan mengikuti langkah Viano. Selena sedikit kesusahan mengikuti langkah Viano, Viano tidak ada peka yah.
“Tungguin gue Vin.” teriak Selena dari arah belakang tubuh Viano.
Selena menyamakan langkahnya dengan langkah Viano, tapi akhir akhirnya Selena tetap ketinggalan.
“Jangan pulang dulu, gue mau foto foto disini.” Selena berusaha membujuk Viano.
Bagai orang budeg, Viano tetap berjalan dan hampir saja meninggalkan Selena yang mau berfoto foto ria. Selena melangkah dan masuk kemobil Viano, Viano sudah duduk dikursi pengemudi. Selena langsung menutup pintu mobil.
Perjalanan kali ini hening sekali, tidak ada suara dari Selena maupun Viano. Selena merasa kesal kepada Viano, oleh karena itu Selena tidak mau berbicara.
Ditengah jalan karena tidak tahan dengan keheningan, Selena akhirnya bersuara.
__ADS_1
“Kenapa sih lo, kok diam diam aja.” Selena bertanya.
Viano malah tersenyum. “Tebak sendiri gue kenapa gue cuman diam aja.” Viano malah mencoba tebak tebakan dengan Selena.
Selena jadi kesal sendiri, bukannya pertanyaan darinya dijawab Viano malah memberi pertanyaan kepada Selena. “Gue gak mau main tebak tebakan yah. pasti lo tadi pura pura budeg kan?” Selena menuding Viano.
Viano kembali diam setelah dituding pura pura budeg. Selena tambah kesal deh dengan kelakuan Viano yang bikin pusing.
“Dih bicara kek, kayak gak punya mulut aja. ngomong dikit biar gak diem diem aja.” kesal Selena.
Selena tidak bisa seperti ini, daripada Selena ngomong sendiri seperti orang gila, lebih baik Selena turun saja dan memesan ojek online. “Gue bakal turun kalau lo masih diem aja gak ngejawab.” ancam Selena.
Akhirnya Viano kembali seperti semula. “Oke oke, jangan marah. kalau lo marah nanti cepat tua.”
Viano menatap wajah Selena, tidak sengaja netra Viano melihat ada bintik bintik merah pada tubuh Selena. Viano langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.
“Kok minggir?, ada apa?” Selena bertanya.
Viano tidak menjawab pertanyaan Selena, Viano meraih tangan Selena, Viano membolak balikan tangan Selena. Selena jadi tambah penasaran.
“Tadi kena nyamuk?, atau lo ngerasa tadi kegigit serangga?” lanjut Viano masih bertanya tentang penyebab bintik bintik merah ditubuh Selena.
Selena langsung memperhatikan sekujur tubuhnya, tadi sebelum berangkat Selena tidak merasa gatal, tapi sesudah dari cafe Selena merasa sedikit gatal gatal tapi semakin lama semakin gatal. Selena berpikir mungkin Selena digigit nyamuk, tapi kena Selena tidak merasa digigit dan juga kenapa gatalnya lebih lama dari biasanya.
“Tadi gue gak ngerasa digigit seranga kok.” Selena menjawab pertanyaan Viano.
“Bentar bentar kayaknya ada yang salah deh. Tadi lo makan apa?” Viano kembali bertanya.
Selena belum menjawab pertanyaan Viano, Selena malah sibuk garuk garuk karena merasa gatal disekujur tubuhnya, khawatir akan tambah parah, Viano menjalankan mobilnya agar bisa cepat sampai dirumah Selena atau sampai dirumah sakit.
“Tadi lo makan apa?” Viano kembali bertanya ditengah perjalanan.
“Nasi goreng.” Selena menjawab sambil menggaruk garuk tubuhnya.
“Rasa apa?”
__ADS_1
“Gak tau tadi gak ngelihatin makanannya.” jawab Selena.
“Tadi gue ngerasa kayak ada rasa yang gak familiar sih, kayaknya bukan suwiran ayam deh. aku gak terlalu lihat karena udah kecampur sama nasi gorengnya.” lanjut Selena.
“Jangan jangan itu udang.” Viano curiga bahwa Selena memakan nasi goreng seafood.
Mata Selena langsung terbelalak. “Waduh gawat.” Selena langsung panik sendiri.
Melihat Selena panik, Viano jadi ikutan panik. “Kenapa emangnya?” Viano bertanya karena khawatir.
“Gue gak boleh makan udang, aduh udah kemakan semua lagi.” Selena semakin panik.
“Gue alergi udang Vin, sekarang gue udah ngerasa efeknya, gue gak bawa obatnya lagi, apalagi perjalanan masih panjang lagi.” lanjut Selena.
Mendengar penuturan dari Selena, membuat Viano semakin panik, dan mempercepat laju mobilnya, semoga Viano bisa sampai dirumah sakit tepat waktu.
“Lo tenang aja. gue bakal mempercepat waktu.” ucap Viano.
Selena menggeleng. “Aduh gimana nih badan gue semakin gatel gatel, gue gak tahan.”
Viano memikirkan cara ggar Selena bisa sehat, Viano takut jika keadaan Selena semakin ngedrop kalau dipaksa menunggu selama 2 jam untuk sampai dikota.
“Dari pada keadaan lo semakin memburuk, gimana kalau kita nginap dulu dihotel?” Viano menawarkan hal yang membuat Selena jadi kaget.
“Gue cek disekitar sini ada hotel yang lumayan ramai.” lanjut Viano.
“Buat apa kita nginep dihotel?” Selena bertanya.
“Gue takut kalau keadaan lo memburuk kalau gue gak bisa ngejar waktu. apalagi sebentar lagi malem, gak mungkin gue ngebut ngebut malem malem.” ungkap Viano.
Selena mengangguk anggukan kepalanya. “Yaudah deh gue ngikut aja.” Selena pasrah.
“Tapi gue harus ngabarin bunda dulu, biar dia gak khawatir.” lanjut Selena yang langsung diangguki oleh Viano.
Selena pun menelepon bundanya, tidak lama telepon langsung diangkat. Selena langsung mengemukakan maksud Selena menelepon bundanya, Bunda Irama merasa khawatir dengan keadaan Selena yang terkena alergi, tapi kalau dipaksa pulang pasti bisa jadi Selena semakin parah.
__ADS_1