My Ketos

My Ketos
110


__ADS_3

Viano tersenyum membuat Selena semakin kebingungan. Jadi apa Selena sebenarnya?


"Lo pas itu berduaan sama Raen?"


Kening Selena mengkerut, berduaan dengan Raen? kapan? dimana?


Selena menatap tajam kearah Viano. "Kapan? gue gak pernah tuh berduaan sama Raen."


"Yakin?"


Selena mengangguk mantap karena Selena benar benar tidak pernah berduaan bersama Raen.


Viano menepikan mobilnya, Viano membuka ponselnya dan memberikan kepada Selena. Selena menatap layar telepon genggam Viano disana ada gambar dimana Raen menyentuh dagu Selena.


"Jadi gimana Lo selingkuh sama Raen?" Viano bertanya dengan nada dinginnya.


Viano marah karena Selena berani mengkhianatinya. Dania mengirimkan foto itu membuat Viano marah tapi karena Viano sedang fokus menyelesaikan tugasnya untuk purna jadi Viano tidak bertemu terlebih dahulu dengan Selena.


"Ini siapa yang foto?"


Viano menatap Selena dengan tatapan tajamnya. "Jadi bener? Lo berduaan sama Raen?" Viano jadi emosi.


Selena menggeleng. " Lo gak percaya sama gue Vin? guekan udah bilang kalau gue gak pernah berduaan sama Raen."


"Pas itu gue terlambat dan tiba tiba gue nabrak Raen. Kak Raen khawatir sama kening gue dan dia ngecek kening gue. Gitu aja kok dipermasalahkan." lanjut Selena. Selena geram siapa sih yang memfoto Selena diam diam.


Viano menghela nafasnya, Viano berusaha untuk memendam emosinya.


"Sudahlah tidak usah dilanjut perdebatan ini."


Selena menatap tak percaya bukannya yang pertama memulai berdebat adalah Viano? kenapa Viano malah yang menyuruh berhenti.


Selena memeluk tas ranselnya, Selena berusah untuk mengontrol emosinya. Selena takut nanti dirinya jadi marah kepada Viano dan berujung mereka berdua saling marah padahal mereka berdua baru saja saling bertemu.


Selena menutup matanya dan berusaha mengatur nafasnya cara ini dipercaya ampuh untuk merendam segala emosi.


Akhirnya mobil Viano sudah sampai didepan perkarangan rumah Selena.


"Lo mau mampir?" tawar Selena.


Viano menggeleng.


Selena menganggukan kepalanya, "ingat Vin kunci utama hubungan langgeng itu saling percaya." setelah mengatakan itu Selena keluar dari mobil Viano.


Viano memegang erat stir mobil. Viano menundukkan kepalanya.


"Kenapa gue jadi emosi begini sih."


Viano kembali mengendarai mobilnya menjauh dari kediaman Selena.


Selena dari kamarnya memandang jendela mengarah ke mobil yang terparkir didepan gerbang rumahnya, mobil itu tidak lama berjalan menjauh dari rumah Selena. Selena menatap mobil itu dengan tatapan sedih.


"semoga hubungan kita tetap langgeng yah Vin." harapan dari Selena.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hubungan Viano dan Selena biasa biasa saja dari kemarin tidak ada perubahan. Viano yang sibuk ujian sekolah dan mau mempersiapkan masuk perguruan tinggi sedangkan Selena sibuk belajar untuk ujian semester, mereka berdua tidak ada waktu luang untuk sekedar bertemu.


Karena masalah kemarin, Selena dan Viano juga jarang berkomunikasi. Disekolah juga Selena tidak bertemu dengan Viano sama sekali mungkin karena Viano sibuk didalam kelas dan Selena yang hanya keluar sebentar dari kelasnya atau saat Viano berangkat kelas Selena diliburkan itu membuat mereka berdua jadi tidak bertemu.


Pagi ini hari ujian sekolah sudah berakhir dan Selena masuk untuk ujian semester.


Selena melangkah menyusuri koridor dengan bersenandung ria. Auzi datang dan langsung merangkul pundak Selena.


"EA lagi happy nih? ada berita apa nih? tumbenan mood Lo baik."


"Happy aja sih karena sebentar lagi kelas duabelas. tbl tbl takut banget Lo." ucap Selena menirukan Bondol.


"Malah kalau kelas dua belas itu gak enak katanya, sibuk terus gak ada waktu buat jalan jalan." ungkap Auzi.


Selena menatap Auzi tidak percaya. "Yah itu bagi kaum ambisius sedangkan aku kan bukan kaum ambisius."


Auzi memukul pundak Selena. "Sama dong."


Selena dan Auzi tertawa bersama. Saat itu datanglah perkumpulan Agli, Rehan dan Viano. Agli segera mendekat kearah Selena.


"Oi adek berbaju putih, kamu kok cantik sekali." Agli menggoda Selena.


Selena tidak menghiraukan Agli, Selena malah fokus dengan Viano yang hanya diam memandang.


'dia masih marah?' batin Selena.


"Halo halo, aku masih setia didepan mu loh tapi kok kamu malah diam aja sih pujaan hati ku?" Agli menggoyangkan tangannya didepan Selena tapi Selena masih fokus memandang Viano.


Auzi sudah tau tentang masalah Selena dan Viano, Auzi memilih diam tidak mau ikut campur.


"Kita duluan." Selena langsung meninggalkan 3 serangkai itu. Melihat Viano yang diam saja saat Selena digoda membuat Selena sakit hati.


Agli menatap Viano, "Lo lagi ada masalah sama Selena?" Agli terus terang.


Viano menggeleng, Viano meninggalkan kedua sahabatnya.


Sampai satu bulan hubungan Selena dan Viano tidak membaik malah dikatakan sudah tidak terlihat dari permukaan, canda.


Hari ini Selena menghadiri Perpisahan kelas 12. Selena hanya berpakaian seragam seperti hari biasa. Selena menatap sendu pantulan dirinya dari cermin, Selena akan berpisah dengan Viano? lalu Viano sekarang akan meneruskan dimana? Selena ingin bertanya tapi Selena gengsi. Selena ingin Viano yang menghubunginya terlebih dahulu, karena dari awal Selena tidak salah yang membuat hubungan ini renggang adalah ulah Viano.


Selena diantar oleh Bagas sampai disekolah.


Selena dan Auzi duduk dikursi yang sudah disediakan. Mereka berdua menikmati acara perpisahan ini sampai akhirnya mereka tidak sadar jika acara perpisahan ini sudah selesai.


"Wah gue gak nyangka kalau Viano bisa dapat ranking tiga paralel, hebat banget." puji Auzi.


Selena menoleh menatap Auzi, Selena tidak bisa berkomentar banyak.


"Lo gak mau ngucapin selamat gitu sama Viano? Lo belum putuskan sama Viano?" tanya Auzi.


Selena mengangguk. "Hubungan gue sama dia kayak lagi break aja, belum putus."

__ADS_1


Auzi tersenyum senang mendengarnya, "yaudah ayo, kita langsung ke kak Viano aja." Auzi menarik tangan Selena.


Selena mengikuti langkah Auzi, entah kemana Auzi akan membawa Selena.


Sampai akhirnya Auzi menghentikan langkahnya ketika mereka berdua sampai didepan. Auzi diam saja, Selena jadi penasaran. Selena ikut menatap apa yang ditatap oleh Auzi.


Mata Selena melebar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dipojokan sana Viano dan Dania sedang berciuman. Benar benar berciuman.


Dada Selena naik turun karena emosi, Selena mengepalkan tangannya.


"Dasar bajin_gan!" teriak Selena.


Selena tidak peduli kalau teriakannya akan membuat keributan, biar saja ribut agar mereka para siswa tau apa yang diperbuat oleh mantan ketua OSIS mereka.


Kegiatan yang dilakukan Viano dan Dania berhenti, Viano menatap Selena dengan tatapan kacaunya. Viano segera mendekat kearah Selena.


"Len Len, gue gak berbuat begitu Len. Jangan berpikiran yang enggak enggak." ucap Viano sambil meraih tangan Selena.


Selena menghempaskan tangan Viano, "apa yang Lo katakan? jangan berpikiran yang enggak enggak? padahal Lo kelas ngelakuin itu, Auzi bahkan melihat itu. Mata Lo buta apa gimana!?" ucap Selena menekan kata buta.


Viano menggeleng berusaha memegang tangan Selena kembali, tapi Selena mundur.


"Udahlah Vin, dari kemarin hubungan kita tuh udah gak ada lagi yang bisa diperjuangkan, Lo yang selingkuh diam diam dan Lo yang fitnah gue, gue capek beneran capek." ucap Selena.


Selena tidak akan menangis hanya gara gara cowok sial an seperti Viano.


Viano menggelengkan kepalanya. "Len, hubungan kita masih baik baik aja."


Auzi tertawa, "Apa baik baik aja? ouh karena hubungan Lo sama Selena baik baik aja jadi Lo selingkuh?" sahut Auzi. Auzi tidak lagi memandang hormat kepada Viano.


Sekarang Auzi jadi ikut benci dengan Viano.


"Please, dengerin penjelasan gue dulu Len." Viano memohon.


"Dengerin penjelasan Lo? kemarin pas gue jelasin masalah gambar itu apa Lo dengerin? yah emang Lo dengerin tapi Lo tetep marah sama gue. Dan kini semuanya sia sia Vin."


"Hubungan kita berdua udah selesai." lanjut Selena.


Selena meninggalkan Viano yang masih mematung mendengar ucapan dari Selena. Viano tidak percaya Selena memutuskan hubungan mereka berdua.


Viano memandang Dania dengan tatapan permusuhan. "Semua ini gara gara Lo!" teriak Viano.


Viano juga meninggalkan Dania.


...... END......


Gimana nih? gantung gak nih?


Akhirnya Author bisa namatin satu novel. Proud diri sendiri.


Mau season 2nya? gak usah aja yah


He he he

__ADS_1


Jangan lupa mampir dinovel ku yang lain, dijamin nagih.


Bye bye


__ADS_2