
Selena rasanya ingin mengobrak Abrik rambut si kakak suka nyuruh nyuruh didepannya ini.
"Selena udah nyelesaiin sesuai dengan peraturannya kok kak." ungkap Selena.
Sabrina menatap Selena jengah. "Ouh begitu, yaudah Lo keluar dari sini. biar gue yang ngecek."
Tidak berselang lama, Sabrina kembali menatap Selena. "Ouh yah gue baru inget kalau ada file yang ketinggalan di toilet." ucap Sabrina tiba tiba.
Selena tentu langsung penasaran. "File apa kak?" Selena bertanya.
"File tentang jurnal berita yang akan diup hari ini. Beritanya itu selain berita yang tadi Lo edit." Sabrina menjawab.
Selena kebingungan bukannya semua berita sudah ter up sama Selena? apakah Selena melewatkan satu berita?
"Rasanya Selena gak ngelewatin satu berita pun kak."
Sabrina menatap tajam kearah Selena. "Lo itu baru aja berkecimpung dihal kayak gini. dicatatan sih semua berita udah ke up tapi kan masih ada berita lain yang perlu kita temukan tanpa lihat jurnal. Dan berita kayak gitu yang ketinggalan di toilet." ungkap Sabrina panjang lebar.
"Maaf atas ketidaktahuan Selena kak."
Sabrina mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti. "Kalau begitu Lo ambil berkasnya bisa?" Sabrina bertanya kepada Selena.
Selena padahal mau bebas dari tugas, tapi kalau Selena menolak pasti Selena bakal dapet banyak kebencian dari Sabrina.
Selena akhirnya mengangguk dan memilih untuk mengambil berkas berita itu.
__ADS_1
"Berkas itu ditinggal dimana kak?" Selena bertanya untuk memastikan, tidak mungkinkan jika Selena berkeliling semua toilet sekolah.
"Toilet perempuan dilantai atas, ketinggalan diatas closed bilik nomer empat." Sabrina menjawab tanpa menoleh kearah Selena.
"Oke, kalau begitu Selena ijin keluar kak."
Setelah itu Selena melangkah meninggalkan ruangan teather.
Selena melangkahkan kakinya dikoridor sekolah menuju lantai atas.
Selena jadi kepikiran, kenapa bisa berkas sepenting itu ditinggal ditoilet dan Sabrina gak terlalu panik karena kehilangan berkas itu.
'Apa karena beritanya gak penting yah?' batin Selena menduga duga.
'Tapi kalau gak penting kenapa juga harus diambil?' Selena makin penasaran dengan isi berkas berita itu. Wah kalau isi berkas itu berita yang harus disembunyikan maka Selena merasa bahwa sekarang dirinya seperti seorang detektif.
Selena segera mengamati toilet itu. Tapi sudah berulang kali Selena cek tidak ada kertas ataupun barang lain yang ada diatas klosed.
"Apa jangan jangan jatuh yah?" Selena bergumam sendiri.
Selena jongkok, kemudian Selena mengamati bawah toilet. Saat Selena masih sibuk mengamati tiba tiba pintu toilet tertutup dengan sendirinya.
Selena refleks menoleh kebelakang dan Selena langsung bangkit berdiri.
Selena meraih gagang pintu toilet, Selena berusaha membuka pintu tapi usahanya sia sia, pintu tetap terkunci padahal Selena tadi membiarkan pintu itu terkunci, tidak mungkin jika pintu terdorong angin kemudian terkunci otomatis, pasti ada orang iseng yang melakukan ini.
__ADS_1
Telinga Selena mendengar pintu masuk toilet juga ditutup.
Selena menggedor gedor pintu toilet.
"Woi siapa ini yang iseng! bukain woi!" Selena berteriak.
'Gue harus minta pertolongan sama Viano' batin Selena.
Selena mengusap roknya dan ternyata Selena tidak membawa ponsel pintarnya. Selena menepuk jidatnya, kenapa hari ini banyak sialnya sih.
Selena kembali menggedor gedor pintu toilet. Kalau pintu depan toilet saja sudah terkunci, apakah masih bisa orang luar mendengar suara dari dalam bilik toilet? Selena rasanya mau menyerah saja.
"Woi buka. Ada masalah apa Lo sama gue?" Selena kembali berteriak.
Lama lama Selena menjadi kesal sendiri.
Mengumpulkan niat, Selena akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu toilet, kalau pintu toilet rusak dan sekolah minta tanggung jawab itu nanti jadi urusan belakanggan.
...****************...
Yuhu gimana episode kali ini?
Kira kira Selena bisa keluar gak yah dari toilet?
Siapa sih yang iseng sama Selena?
__ADS_1
kalian mau tau gak? mau tau banget atau mau tau aja?
nantikan episode selanjutnya nanti tahun depan yah up nya, hehehe canda canda guys. Author bakal up nanti (kapan-kapan), ditunggu aja