
Selena dan Viano turun dari mobilnya dan menuju ke toko bunga. Selena dan Viano masuk kedalam toko, mata Selena berbinar melihat banyak bunga bunga indah yang terpajang. Selena terpana dengan bunga bunga.
Viano dan Selena mengelilingi toko bunga untuk membeli bunga yang sesuai keinginan mereka.
“Menurut lo bunga disini yang paling lo suka apa?” Viano bertanya kepada Selena.
Selena terdiam sebentar belum menjawab pertanyaan Viano karena Selena kebingungan, menurut Selena semua bunga yang ada ditoko bunga ini bagus.
“Bunga mawar merah sama bunga tulip.” akhirnya Selena bisa menjawab setelah memikirkan bunga apa yang paling Selena suka.
“Oke.”
Viano melangkah ke pelayan toko, dan Viano akan membeli bunga.
“Kakaknya mau bunga apa?” tanya pelayan toko bunga itu kepada Viano.
Selena melangkah mendekat kearah Viano.
“Saya mau bunga mawar putih kak.” jawab Viano.
“Baik lah. mau satu tangkai atau mau dibuat buket kak?”
“Tidak kak karena bunga itu buat hiasan rumah.” jawab Viano.
Kakak pelayan ditoko itu jadi kebingungan.
“Kirain bunganya buat mbak itu.” pelayan toko bunga itu menunjuk Selena yang berada disamping Viano. Selena langsung menggeleng, Selena jadi malu deh karena dikira bunga yang akan dibeli Viano untuk dirinya.
Karena sudah terlanjur malu, Selena keluar dari toko itu.
Selena akan berkeliling sebentar ditaman, setelah itu Selena akan kembali ke mobil Viano.
Viano sedang menimbang nimbang perkataan pelayan toko bunga itu. Mungkin kalau Viano membelikan Selena bunga, apa Selena akan memikirkan baik baik tentang perjodohan yang pernah dibatalkan agar Selena kembali mau dijodohkan dengan Viano.
“Kak emang kalau punya cewek, kita harus ngasih bunga gitu biar dia tau kalau kita suka sama dia?” Viano bertanya kepada pelayan toko bunga itu.
Pelayan toko itu sontak senyum. “Kebanyakan gitu kak, katanya sih memberikan bunga itu lambang cinta tapi gak tau juga yah kak.” jawab pelayan bunga itu kepada Viano.
“Oke kalau gitu saya mau buket bunga mawar merah kak.” ucap Viano.
Pelayan itu segera membuat pesanan milik Viano.
“Ini kak bunganya.” pelayan itu segera memberikan pesanan Viano.
“Terima kasih kak.” Viano tidak lupa membayar pesanannya dan meninggalkan toko bunga.
Viano berusaha untuk mencari keberadaan Selena, ditangan Viano ada sebuket bunga mawar merah, Viano jadi gugup memikirkan bagaimana reaksi Selena ketika diberi buket bunga dari Viano.
Viano berhasil menemukan Selena yang duduk santai dikursi taman, Viano segera mendekat, Viano akan lewat belakang agar Selena tidak tau jika Viano akan memberikan supsrise.
“Lena.” Viano memanggil Selena dari belakang tubuh Selena.
Selena membalikan tubuhnya dan netra Selena dan Viano saling memandang.
“Nih buat lo.” Viano memberikan buket bunga tadi yang Viano beli ditoko bunga.
Selena menerima buket bunga dari Viano itu dengan tatapan kebingungan. “Ini buat gue?” tanya Selena memastikan. Viano mengangguk.
__ADS_1
“Katanya bunganya buat hiasan?, tapi malah dikasih ke gue?”
“Yang buat hiasan itu mawar putih dan yang gue kasih buat lo itu mawar merah, bunga kesukaan lo.” ucap Viano.
Selena jadi senyum malu malu kucing, walaupun Viano sering tidak peka dan tidak peduli tapi kenapa sekarang Viano berubah menjadi sangat manis. Selena hampir saja meleleh ditempat. Setelah memberikan bunga kepada Selena, suasana canggung tidak bisa dihindarkan.
“Vin fotoin gue dong ditaman ini.” perintah Selena.
Viano menghidupkan ponselnya dan mulai membidik Selena. Viano terpesona dengan kecantikan Selena, pantas disekolah banyak yang menyukai Selena.
“Sudah.” Selena berhenti bergaya.
“Gimana hasilnya?” Selena bertanya kepada Viano.
Viano memberikan ponselnya kepada Selena. Selena segera mengecek hasil jepretan dari Viano.
“Bagus, lo kok bagus sih fotoin gue.” puji Selena kepada Viano.
“Iyalah gue, semuanya bisa gue kerjain.” Viano jadi sombong.
Baru saja dipuji Selena, Viano langsung melambung tinggi.
“Kirim dong fotonya.” Selena mengembalikan ponsel Viano kepemiliknya.
Viano langsung mengirim foto Selena.
“Makasih Vin.” ucap Selena setelah mengecek fotonya sudah dikirim Viano.
Selena mengupload foto itu dimedia sosial.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
VnSelena Flowers time
Sontak unggahan dari Selena itu dibanjiri oleh netizen.
JaeMark bakal saya kasih lebih dari itu, kalau bisa sekalian kebun bunganya
S S1 jangan lupa kak Bunga bisa membusuk loh
Raen foto yang bagus
__ADS_1
Daniacamelia bunga metik yah dipinggir jalan?
Auzi_endrea Mau
Agli @Auzi_endrea cus langsung dm ke tokonya, jangan dm ke saya.
Selena tertawa dengan interaksi Agli dan Auzi.
“Vin.” Selena memanggil Viano.
Viano menoleh ke Selena. “Ada apa?”
“Gimana kalau kita jodohin Auzi sama kak Agli?” ungkap Selena.
Viano menggeleng tidak setuju dengan pemikiran Selena. “Kasian kalau keduannya nanti malah gak suka.”
Selena merasa tersindir dengan kalimat yang dilontarkan Viano. “Iya juga yah.”
Selena berusaha untuk mengganti topik pembicaraan.
“Makasih yah bunganya.” ucap Selena.
“Lo suka?” tanya Viano.
Selena mengangguk.
Hari yang ditunggu tunggu akhirnya tiba, hari ini dimana hari pertandingan basket akan dimulai disekolah tetangga. Turnamen basket ini akan diadakan di High School. Selena yang sudah disekolah High School dapat menemukan Jae dan teman temannya, Selena tidak lupa menyapa Jae, teman teman Jae banyak yang meledek Jae karena pernah dekat dengan Selena.
Pertandingan tim basket putri dimulai, tim basket putri dari sekolah Selena berhasil mencetak poin dan berhasil unggul.
“Semangat Selena.” banyak yang memberi semangat kepada Selena, tapi Selena tidak kenal mereka. Mereka kenal Selena dari unggahan Selena yang pernah mengetag Jae.
Selena berhasil mencetak poin untuk sekolahnya. Selena tersenyum puas.
Tim basket putri dari sekolah Selena berhasil mendapatkan juara 2, akhirnya usaha mereka bisa membuahkan hasil.
Tim basket putra sedang bertanding, Tim basket putra sedang berusaha merebut juara 1. Tim basket putra dari SMA level bertanding sengit dengan SMA High.
Selena ikut menyaksikan pertandingan itu. Selena ikut meneriaki namanya dan memberi semangat kepada temannya yang bertanding.
Ditengah pertandingan Selena melihat bahwa Jae menatap Viano dengan tatapan yang tidak biasa seperti tatapan penuh dendam. Semoga tidak ada apa apa yang terjadi yah.
Selena jadi gemas sendiri karena pertandingan tidak selesai selesai, tim basket putra benar benar bertanding. Selena melihat banyak lawan yang memenargetkan Viano, Viano bahkan susah untuk mengambil bola dari temannya.
“Woi jangan curang dong.” teriak Auzi disebelah Selena.
“Gemes banget gue.” kesal Auzi.
Selena juga jadi ikutan kesal karena lawan sering bermain kasar. Kalau Selena yang bertanding sudah pasti ikut emosi.
~~
Bakal terjadi apa nih guys? mau tau kelanjutannya gak?
Bye guys.
27 12 2022
__ADS_1