My Ketos

My Ketos
94


__ADS_3

Viano menggeleng tidak mengijinkan Selena untuk menjenguk Baru.


"Keadaan lo juga sama.seperti Baru, jangan bertindak sesuka hati nanti Lo makin sakit."


Selena jadi menundukkan kepalanya, sedih sekali padahal Selena ingin menemui Baru. Tapi memang sekarang kondisi Selena masih sakit jadi Selena akan istirahat saja.


"Setelah ini kayaknya bakal ada dokter yang meriksa Lo." ucap Viano.


Selena mengangguk sambil tersenyum mendengar kalimat dari mulut Viano.


Benar apa yang dikatakan Viano, dokter dan beberapa suster datang kedalam ruang rawat Selena.


"Selamat malam, adek. Syukurlah adek udah sadar." ucap perawat.


Selena tersenyum dan mengangguk.


"Ijinin dokter meriksa keadaan kamu yah." Selena mengangguk menyetujui perkataan dokter. Dokter mulai memeriksa keadaan Selena.


"Apa adek merasa sakit dibagian kepala atau punggung?" dokter itu bertanya.


Selena mengangguk. "Kepala saya rasanya pusing dok, punggungnya juga sakit jadi susah bergerak." jawab Selena.


dokter itu mengangguk anggukan kepalanya. "Setelah ini kamu harus pemeriksaan CT scan yah, biar memastikan."


Selena mengangguk anggukan kepalanya. dokter dan suster suster meninggalkan ruangan Selena.


Selena menatap Viano. "Keluarga ku belum ada yang tau Vin?"


Viano menggeleng. "Bang Bagas tadi kesini, cuman dia katanya mau kerumah."


"Kenapa balik kerumah? Bunda gimana?"


Viano teringat dengan perkataan Bagas, Viano tidak boleh memberitahu tentang keadaan Bunda Irama, takut nanti Selena jadi kepikiran dan kesehatannya drop.


"Bunda baik baik aja, tapi memang lagi berhalangan hadir kesini." Viano terpaksa berbohong.


Selena merasa ada yang jangal diperkataan Viano, tidak mungkin Bundanya sibuk, kalaupun sibuk mendengar keadaan Anaknya kecelakaan pasti Bundanya akan segera pergi kerumah sakit.


"Bunda gak mungkin berhalangan hadir. Lo nyembunyiin apa?" Selena menaruh curiga.


Viano menggeleng. "Gue gak nyembunyiin apa apa. percaya sama gue."


Selena pura pura percaya kepada Viano. Nanti juga kebohongan Viano akan terungkap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Gue pulang kerumah dulu yah, gue mau ganti baju. Mau bawain makanan gak?"


Selena menatap Viano. "Boleh, bawain ayam geprek level tujuh yah. sama es jeruk. enak banget pasti." Selena jadi ngiler sendiri.


Viano dengan cepat menggeleng. "Gak gak, udah tau sakit kenapa makannya pedes. gak boleh."


Mulut Selena cemberut, "tadi nawarin kenapa sekarang nolak?" Selena kesal dengan Viano.


"Yah Lo masih sakit, jadi gak boleh makan pedes pedes."


Selena tertawa, "Yang sakit cuman kepala sama punggung gue, bukan perut. Jadi gue bisa makan ayam geprek."


Viano menggeleng. "Walaupun begitu, tetep aja jangan ayam geprek level tujuh, nanti perut Lo bakal sakit."


Selena menggeleng, "gue udah biasa makan ayam geprek level tujuh, jadi Lo gak usah khawatir."


Viano menghela nafas. "Tetep mau ayam geprek? gue beliin yang level dua, kalau gak mau ya udah gak usah makan."


Viano mengambil tas dan segera keluar dari ruangan rawat Selena.


Selena mencibirkan bibirnya, "gak pamitan dulu kek? jadi pacar kok gak ada romantis romantisnya." gumam Selena.


*Viano kembali keruangan Selena dengan tampilan yang lebih fresh, sepertinya Viano juga mandi tadi. Viano meletakan plastik kresek disamping badan Selena.


"Apa nih?" Selena bertanya.


"Mie level? wah level berapa tuh? gue tadi gak pesen kenapa ada mie level." ucap Selena.


"Gue beli buat jaga jaga aja."


Selena membuka plastik kresek yang dibawa oleh Viano. "Kok kayak lebih banyak? ada apa lagi?" Selena bertanya.


"Gue beli nasi Padang, sama ayam geprek juga." jawab Viano.


Selena jadi ngiler mendengar Viano beli nasi Padang. "Gue juga mau dong nasi Padangnya."


"Gue juga beliin Lo nasi Padang."


Selena tersenyum, Viano benar benar pacar terbaik. "Makasih banyak Vin." ucap Selena tulus.


* Bagas membuka pintu ruangan rawat Selena, yang didalam ruangan masih sibuk makan. Bagas segera melangkah mendekat kearah ranjang Selena, Bagas juga membawa plastik kresek berisi makanan. Selena dan Viano melihat kedatangan Bagas.


"Wah wah kalian makan apa nih? kayak enak banget. Bagi dong." pinta Bagas.


Tanpa basa basi Bagas segera mengambil ayam geprek yang masih tersisa. Selena menepuk tangan Bagas, "itu ayam geprek milik Selena, kenapa diambil sih." kesal Selena.

__ADS_1


Bagas menatap Selena, "kan gue udah ijin mau ambil, gak apa apa dong."


Selena menhentikan aktifitas makanannya. "Gak gak balikin, itu mau dimakan Selena." Selena semakin kesal dengan Bagas.


Kedatangan Bagas bukan membawa kebahagian malah membuat Selena murka.


Bagas masih melanjutkan makan ayam geprek sampai habis. Bagas tidak ada rasa takut takutnya dengan Selena.


"Gue ganti deh sama donat crispy caramel, kesukaan Lo." ucap Bagas.


Selena menatap plastik kresek yang ada logo toko donat populer.


"Donat yang biasa Selena beli?" Selena bertanya. Bagas mengangguk.


Senyuman Selena yang tadi sirna akhirnya mengembang setelah membuka plastik kresek berisi donat kesukaan Selena. "Makasih Abang ku tersayang." Bagas mengangguk anggukan kepala. Selena tuh kalau emosi tinggal kasih makan aja udah beres, gampang banget bukan?.


Selena melanjutkan aktifitas makannya, Selena apsti bakal kenyang nih makan banyak makanan.


*"Vin Lo pulang aja, gue bakal njagain adek gue." ucap Bagas.


Viano menatap Selena, "tapi bang...."


"Gak usah tapi tapian, Lo besokkan mau sekolah. Jangan kebanyakan ijin, Lo udah kelas dua belas. Harus fokus sekolah karena mau ke universitas." nasehat dari Bagas.


"Nanti besok setelah pulang sekolah, gue mau kesini lagi." ucap Viano yang diangguki oleh Selena.


Viano tersenyum sambil mengangguk, setelah itu Viano pamit untuk pulang kerumah.


Bagas mendekat kearah ranjang Selena.


"Gimana keadaan adek gue tersayang ini? sakit banget?" Bagas bertanya dengan raut wajah khawatir, benar benar Abang sayang adek ini mah. Siapa yang mau jadi istri Bagas?.


Selena mengangguk. "Pas baru siuman, kepala Selena pusing banget, punggung Selena juga sakit." jawab Selena dengan suara lirih. Tadi pas berantem dengan Bagas suaranya udah kayak orang sembuh eh sekarang pura pura kesakitan.


"Udah diperiksa dokter?" Bagas bertanya.


Selena mengangguk. "Yah tadi udah diperiksa, katanya Selena disuruh jangan banyak gerak. nanti mau ada periksa melanjutkan karena ada identifikasi salah satu tulang Selena retak." Selena jadi sedih.


Bagas mengusap usap rambut Selena. "Gak apa apa jangan dipikirkan, nanti kalau bener ada tulang yang retak kamu harus optimis bisa sembuh, oke?"


Selena mengangguk.


"Tapi bang, Selena pasti nanti bakal pakai kursi roda, bener gak bang?" Selena bertanya dengan nada khawatir.


Bagas menggeleng. "Gak gak, Lo pasti sehat gak usah pakai alat begituan."

__ADS_1


Selena jadi tidak khawatir lagi karena mendengar kalimat kalimat positif dari mulut Bagas. Walaupun Bagas nyebelin tapi bagi Selena, Bagas adalah kakak yang terbaik.


__ADS_2