
Selena kesal karena Viano masih saja fokus bermain dengan Bagas.
“Lo katanya kesini karena mau ketemu gue, tapi kok fokusnya ngegame bareng bang bagas sih.” geram Selena.
“Lo kesini mau ngapain? tumben banget gak ngabarin.” ucap Selena.
“Dek dek calon suami datang main kok malah di ketusin gitu sih.” ucap Bagas
Selena menatap Bagas dengan tatapan tidak terima, ‘dasar abang sukanya buat masalah terus.’ batin Selena.
“Gue kesini mau main sama sekalian mau lihat kamu.” Selena langsung salting mendengar perkataan dari Viano.
Selena berusaha menetralkan perasaanya. “Bukannya tadi disekolah udah ketemu?, kenapa ketemu lagi?”
“Emangnya gue gak boleh lagi ketemu lo?” Viano bertanya sambil menatap wajah Selena. Raut wajah Viano berubah kecewa.
Dari pada semakin membuat kecewa Viano, Selena akan diam saja. “ Boleh kok, lanjut main gih.”
“Besok lo ada kegiatan gak?” Viano bertanya kepada Selena.
“Tuh ditanya sama calon suami itu dijawab bukan Cuma dilihatin aja.” nasehat dari Bagas.
Selena geram karena Bagas selalu saja membuat emosi Selena, sepertinya Bagas tidak bisa satu hari saja diam.
“Gue besok ada kegiatan kok.” jawab Selena.
“Kegiatan apa?” Viano bertanya karena penasaran.
“Gue mau jalan sama kak Jae.” jawab Selena dengan enteng.
Bagas yang ada disana langsung membuang stik ps nya, membuat kaget Selena dan Viano. Bagas menatap Selena dengan tajam, “lo kok malah jalan sama laki laki lain sih?, padahal udah punya laki sendiri.” ungkap Bagas.
“Lah emangnya salah bang?,”
“Lagian yah Selena dan Viano itu gak ada hubungan apa apa lagi, pertunangan Selena dan Viano kan udah batal.” lanjut Selena memberi pengertian untuk Bagas.
“Jadi Selena masih bisa jalan sama laki laki lain dong.”
“Bener juga sih, tapi kan tetap salah.” ucap Bagas.
“Tapi kan lo sama Viano itu deket, yakin gak ada perasaan lebih?” Bagas bertanya karena penasaran.
Selena mengedikan bahu tidak mau menjawab pertanyaan dari Bagas. Selena tidak mau jika Bagas dan Viano tau perasaan Selena sebenarnya kepada Viano, nanti Selena malu kalau ketahuan.
Keesokan harinya Jae datang dengan montor sportnya. Ganteng sih tapi yakali jemput cewek didepan rumah. Selena berlari menuju kearah Jae, Jae memberikan helm setelah Selena sudah didepan montornya. Mereka berdua akan langsung pergi.
Montor sport milik Jae membelah keramaian kota, montor itupun melewati kota kota hingga masuk kedalam perdesaan, dari yang penuh polusi dan berakhir dengan kesejukan di perdesaaan.
__ADS_1
Selena senang sekali bisa merasakan menikmati pemandangan perdesaan, Selena merasa damai ketika berada dipegunungan yang masih asri dan tidak banyak suara bising dari kendaraan.
“Selena.” Jae memanggil nama Selena.
Selena tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Jae, maklum karena mereka masih dijalan.
“Kenapa kak?”
“Lo mau foto foto gak dipinggiran jalan?” tawar Jae kepada Selena.
Selena langsung antusias mendengar penawaran dari Jae. “Boleh.”
Jae menghentikan laju montornya, Selena dan Jae turun dari montor untuk mengambil foto dipinggir jalan.
“Sini gue fotoin.” Jae mengambil ponsel milik Selena.
Jae menjepret gaya Selena, tak lupa Jae tersenyum karena melihat wajah gemas Selena.
“Ini hasilnya, kalau kurang bagus ngomong aja, biar nanti gue ulang.” ucap Jae.
Selena mengambil ponselnya, Selena melihat lihat hasil jepretan dari Jae. Senyum Selena mengembang melihat hasil jepretan dari Jae, indah sekali karena dibelakang Selena background hutan hutan.
“Bagus kak, makasih yah.” ucap Selena.
“Yaudah yuk lanjutin lagi perjalanannya.”
Selena dan Jae kembali melanjutkan perjalanan.
Mendapat sinyal, Selena mengupload foto yang dijepret Jae di Instagrm. Baru juga beberapa detik, kolom komentar foto tersebut sudah ramai diserbu netizen.
(Anggap strip itu foto Selena, bebas kalian bisa ngayal apa saja)
VnSelena seru banget photo by @jaemark
Auzi_endrea cie cie uhuy
klop tumben sekali Jae bawa cewek
B adty official nih?
Vnalex ouh
Selena merasa heran, tumben sekali Viano ikut nimbrung komen diakun Selena, padahal biasanya juga Viano hanya menglike postingan tanpa komen.
‘Ada maksud tersembunyi apa nih?’ batin Selena.
Dania Camelia huhu ada yang sakit hati nih
__ADS_1
S s1 patut diperbicangkan nih
Selena melihat banyak akun gosip yang mengkomentari postingannya.
Tiba tiba montor sport Jae berhenti. Selena langsung menatap sekelilingnya, ternyata mereka berdua sudah sampai ditempat tujuan, Selena dan Jae turun dan masuk kedalam cafe. Cafe itu didominasi para remaja yang hangout. Selena dan Jae duduk.
“Lo mau pesan apa Sel?” tanya Jae.
“Gue mau es jeruk, dimsum sama kentang goreng aja.” jawab Selena.
“Oke.”
Selena dan Jae berbincang tentang banyak hal, Jae sempat nervous dekat dengan Selena. Mereka berdua tampak seperti pasangan. Selena dan Jae banyak tertawa. Karena hari mulai sore, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang.
Hari ini, hari libur kelima setelah penerimaan rapot, tapi Viano belum pernah chat Selena ataupun memberi kabar Selena setelah hari dimana Selena pergi bersama dengan Jae. Selena jadi merasa kesepian, dirumah sepi dan tidak ada yang datang menemui Selena.
Selena turun dari lantai dua menuju lantai bawah, Bunda Irama langsung menatap kedatangan Selena.
“Selena. Bunda mau ngomong sama kamu.” ucap Bunda Irama.
Selena menatap Bunda nya dengan tatapan kebingungan, kenapa Bunda mau berbicara dengan Selena, apa Selena membuat suatu kesalahan, tapi kesalahan apa kali ini?.
“Iya Bun.” sahut Selena.
Bunda Irama mengiring Selena untuk duduk dikursi ruang keluarga, Selena mengikuti Bunda Irama dan duduk dikursi.
“Ada apa bun? kok tumben manggil Selena?” tanya Selena.
Selena gugup kalau sampai Bundanya ternyata tau tentang nilai Selena yang selama ini telah disembuyikan oleh Selena.
“Nanti sore Bunda mau ketemu sama tante Sekar, kamu ikut yah ngater Bunda.” ternyata prediksi Selena salah, Bundanya ternyata meminta Selena untuk ikut bertemu dengan tante Sekar alias mama Viano.
Dari pada kesepian berada dirumah akhirnya Selena mengambil keputusan untuk ikut Bunda Irama bertemu dengan mama Viano.
“Iya Bun, Selena bakal ikut.”
Senyum Bunda Irama mengembang, “jangan lupa kamu harus dandan yang cantik biar Viano tambah suka sama kamu.” ucap Bunda Irama.
Selena sontak menggeleng tidak setuju dengan perintah sang Bunda. “Selena gak mau dandan cantik, Selena mau dadan seperti biasa saja seperti setiap harinya.”
“Yaudah terserah kamu sih.” sahut Bunda Irama.
Kenyataannya Selena sekarang masih bingung memilih dres mana yang akan dipakai untuk bertemu dengan Viano, padahal tadi ngomong sama Bunda Irama tidak mau dandan terlalu perfect tapi sekarang Selena ingin kelihatan perfect dimata Viano. Selena juga sedikit merias muka agar terlihat berbeda.
~~
Maaf yah gak ada foto visualisasi karena nyarinya susah, mohon dimaklumi.
__ADS_1