
“Ma Viano mau nikah.” ungkap Viano tiba tiba.
Semua yang ada disekitar Viano langsung kaget, bahkan asisten rumah tangan yang mau mengantarkan minum kaget hampir saja menjatuhkan minuman yang akan diberikan kepada Selena.
Sekar berusaha untuk mengontrol jantungnya yang berdetak terlalu kencang karena ulah Viano.
“Kamu mau nikah sama siapa emangnya?” Sekar bertanya dengan nada lembut.
Viano menunjuk Selena, Selena kaget.
“Gue?” Selena menunjuk dirinya sendiri, Viano mengangguk membenarkan.
Bianca datang tiba tiba. “Kak Viano gak nikah sama kak Selena.” teriak Bianca.
Sekar tersenyum melihat anak perempuannya. “Jadi kakak Viano nikah sama siapa dong?” Sekar dengan nada lembut bertanya kepada Bianca.
“Kakak Viano nikah sama Anabelle ma, bonekanya Bianca.” jawab anak kecil itu.
Seluruh orang yang ada disana merasa gemas karena perkataan Bianca itu. Selena bahkan hampir saja mau mencubit pipi bulat Bianca.
“Halo kak Selena.” Bianca menyapa Selena.
Selena tersenyum, “halo adek Bianca.”
Bianca tiba tiba menangis, Selena jadi panik sendiri. Perasaan Selena tidak menjaili Bianca tapi kenapa tiba tiba Bianca menangis.
“Bianca kenapa?” Viano bertanya karena khawatir kepada adik perempuannya itu
“Bianca gak suka kalau dipanggil Adek, Bianca udah besar.” jawab Bianca.
Selena menggeleng tidak percaya, ouh karena Selena memanggil Bianca dengan embel embel adek, membuat Bianca sedih?. Ada ada saja anak kecil satu ini.
“Maafin Kakak Selena yah.” Selena mengucapkan dengan raut muka sedih.
Bianca berhenti menangis kemudian mengangguk, Bianca datang menghampiri Selena.
“Kata Mama orang yang mau saling memaafkan itu harus saling peluk, ayok kak Selena kita harus pelukan.” Bianca meregangkan kedua tangannya. Selena memeluk tubuh bocah kecil itu.
Melihat interaksi antara Selena dan Bianca membuat Sekar tersenyum sendiri, begitu juga Viano yang gemas dengan Bianca.
Sekar pamit untuk pergi sebentar, Sekar menitipkan Bianca kepada Selena dan Viano.
Bianca menatap lekat lekat kearah Selena. Selena yang merasa diperhatikan akhirnya menatap balik Bianca.
“Ada apa Bianca?” Selena bertanya.
“Bianca mau makan steak.” jawab Bianca dengan mata berlinang.
Selena menatap Viano, “Vin, adik lo nih mau makan steak.” ungkap Selena kepada Viano.
__ADS_1
Viano menatap Bianca. “Mau makan steak?” Viano menawarkan Bianca. Bianca langsung mengangguk antusias.
“Yaudah yuk kita keluar.” Viano bangkit berdiri, disusul Selena dan Bianca.
Setelah bersiap siap, Selena dan Bianca masuk kedalam mobil Viano. Bianca meminta Selena untuk duduk bareng dengan Bianca, Bianca duduk diatas paha Selena.
Viano melajukan mobilnya membelah jalanan.
Selena dan Bianca saling melempar candaan membuat perjalanan menjadi lebih seru.
Viano yang melihat momen tersenyum tersenyum tipis tipis. Sepertinya Selena adalah calon ibu yang baik buat anak anak Viano kelak.
Mereka bertiga akhirnya sampai direstoran yang menjual steak itu. Mereka bertiga langsung duduk.
“Bianca cuman mau makan steak aja?” Selena bertanya sambil membolak balikan buku menu.
Bianca menggeleng, “Bianca mau makanan lainnya kak Selena, tapi Bianca bingung mau milih apa.”
Selena mengangguk anggukan kepalanya. “Bianca mau steak daging sapi atau daging ayam?”
Bianca terdiam sebentar. “Bianca biar makan steak daging ayam aja Sel, daging sapi masih alot untuk seusia Bianca.” Viano mengucapkan kalimat itu.
“Baiklah.” Selena menganggukan kepalanya.
“Jadi mau makan menu apa?” Viano bertanya.
“Bianca pesenin steak ayam sama spageti gak sih?” Selena bertanya kepada Viano.
“Spageti itu mie? enak gak?” Bianca belum pernah makan spageti sebelumnnya.
Selena mengangguk. “Spageti itu enak banget tau Bin.”
Bianca tersenyum senang. “Bianca mau, Bianca mau.” Bianca berteriak kesenangan.
Viano dan Selena tersenyum berbarengan melihat respon Bianca.
“Lo mau pesan apa?” Viano bertanya kepada Selena.
“Aku steak daging sapi, spageti, sama orange jus aja deh.” jawab Selena.
“Oke.”
Viano memanggil pelayan. Viano memberitahukan pesanannya. Tidak lama kemudian pesanan Viano, Selena dan Bianca datang, Bianca langsung memakan steaknya.
“Gimana Bin, suka gak sama spagetinya?” Selena bertanya setelah Bianca menyelesaikan makanannya.
Bianca mengangguj, “bener kata kak Selena, spageti ini enak sekali.”
Selena tersenyum dan mengelus rambut Bianca.
__ADS_1
Setelah selesai makan,Viano membayar makanan yang dipesannya. Viano menuju mobilnya, didalam mobilnya sudah ada Selena dan Bianca.
“Suts.” Selena mengkode Viano untuk diam karena Bianca telah tertidur. Selena takut suara Viano bisa membangunkan Bianca yang pulas tertidur.
Diperjalanan menuju rumah Viano, Selena dan Viano diam selama perjalanan karena Bianca sudah tertidur. Sampai dirumah, Viano mengendong Bianca. Viano bergantian dengan Selena untuk mengendong Bianca. Viano menidurkan Bianca dikamarnya, setelah itu Viano keluar dari kamar Bianca.
“Gimana? Bianca gak kebangunkan?” Selena bertanya.
Selena sudah seperti ibu ibu yang khawatir anaknya bangun.
Viano mengangguk artinya Bianca masih tertidur pulas.
“Kalau begitu anter gue pulang.” pinta Selena kepada Viano.
Viano mengangguk.
Keesokan harinya, Selena meminta Bagas untuk mengantarkan Selena sekolah. Bagas sebenarnya tidak mau, tapi karena dipaksa paksa terus sama Selena akhirnya Bagas mengiyakan permintaan Selena.
Selena menunduk, Selena meminta Bagas untuk mengantarkannya karena Viano tidak bisa dihubungi, Viano tidak menghubungi Selena lebih tepatnya. Mobil Bagas sudah sampai didepan sekolah Selena, Selena segera keluar dari mobil Bagas.
“Belajar yang bener dek, jangan kayak kakak mu ini.” ucap Bagas.
Selena mengangguk. “Siap dong, gue bakalan lebih bisa dari pada lo.”
“Terserah deh.” ucap Bagas.
“Abang berangkat kerja dulu yah, biar adek ku tersayang ini bisa minta uang abang.” lanjut Bagas.
Selena mengangguk dan melambaikan tangan kepada Bagas, Bagas melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Selena.
Selena berjalan dikoridor, mata Selena menangkap sosok yang familiar. Dania dan Viano jalan bersama, kenapa Dania jadi dekat dengan Viano, padahal kemarin kan Viano marah kepada Dania. Selena jadi bingung sendiri.
Selena mendekat berjalan menuju Dania dan Viano, Selena menatap tajam kearah Dania, Dania menanggapi kedatangan Selena dengan senyuman.
“Halo Selena.” Dania menyapa Selena.
Selena tidak menjawab sapaan Dania. Selena menatap Viano yang diam tak bergeming. Selena bingung kenapa Viano tiba tiba bersama Dania, apa Selena kemarin membuat kesalahan?, tapi sepertinya tidak. Selena jelas marah dengan Viano, lihat saja nanti Selena tidak akan menghubungi Viano lagi.
Kemarin aja mau nikah sama Selena, eh besoknya malah jalan sama wanita lain. Laki laki apa Viano itu.
‘Gak jelas banget nih orang.’ kesal Selena didalam hati.
“Tumben bareng kak? ada peristiwa apa nih?” Selena bertanya dengan nada sedikit meledek.
Dania tersipu malu, tapi itu hanya pura pura. Didalam hati Dania sangat senang jika Selena akan berubah dan menjauh dari Viano setelah melihat Dania jalan bersama Viano kali ini.
~~
Minum susu rasa pepaya
__ADS_1
Tukang selingkuh ngaku setia
Ups.