
Auzi tersenyum. "Harusnya dari tadi tuh ngomong, jangan diem Baek, jadinya gue pake cara gitu deh biar Lo ikut ngobrol." ungkap Auzi.
Selena menghela nafas. " Awas aja kalau Lo beneran falling on love with my boyfriend."
Auzi menggeleng. " Gak lah gak mungkin , gue temen Lo, gak bakalan gue nikung Lo dari belakang." ucap Auzi.
Selena menatap tajam kearah Auzi, "beneran nih?"
Auzi mengangguk.
Selena tersenyum dan langsung memeluk tubuh Auzi.
"Emang yah Lo itu teman terbaik." ucap Selena
Wah author jadi ikut terhura eh salah maksudnya terharu.
Auzi menatap Selena jijik, Auzi melepas paksa pelukan Selena.
" Jangan peluk gue, gue masih normal yah,"
"Noh sana pelukan sama Viano." lanjut Auzi.
Selena langsung menggeleng. "Gak mungkinlah gue pelukan sama Viano disekolahin, nanti rame. Malu juga gue."
Auzi menggelengkan kepalanya tidak percaya, Auzi kembali fokus dengan pertandingan sepakbola kelas Viano.
"Weh selain jago basket, kak Viano jago sepakbola juga yah." Auzi memuji Viano.
Selena kembali menatap Auzi curiga.
"Lo beneran gak naksir Viano kan? kok Lo kayak terpesona gitu sama Viano, bikin gue was was aja." ungkap Selena.
Daripada memendam rasa curiga lebih baik diutarakan karena membuat hati merasa lebih baik, jika lawan bicara mu tidak jujur maka yang salah adalah lawan bicara mu.
Auzi menatap Selena tidak lama kemudian Auzi kembali fokus pertandingan.
"Gue kan dah bilang Sel kalau gue cuman muji kak Viano aja, gue gak pernah naksir kak Viano." jawab Auzi.
Selena mengelus dadanya lega. Tapi hati Selena masih ragu, apakah yang diucapkan Auzi itu benar benar isi hati Auzi? atau Auzi berbohong.
Selena memperhatikan lapangan bola. Sudah lama sekali Selena tidak pernah melihat para siswa bermain bola.
Viano yang dari lapangan menatap kearah tribun, fokus Viano teralihkan karena kehadiran Selena.
Viano menghentikan langkahnya dan menatap Selena.
Auzi yang menyadari Viano sedang menatap Selena, Auzi segera menyengol pundak Selena.
Selena ternyata daritadi nonton bola sambil ngelamun.
"Ada apa sih?" Selena bertanya.
Auzi menunjuk Viano yang sedang berada dipinggiran lapangan.
"Tuh liat Viano lagi memandang Lo Sel." ucap Auzi.
Selena ikut memandang lapangan, pandangan Selena dan Viano bertemu. Jantung Selena berdetak cepat. Selena salting karena diperhatikan oleh Viano.
"I Love you." ucap Viano dengan suara lirih.
__ADS_1
Selena yang menatap Viano kebingungan apa yang dikatakan oleh Viano.
" Apa ?" Selena bertanya dengan berteriak.
Viano tersenyum kemudian menggeleng.
Rehan mendekat kearah Viano, Rehan menepuk pundak Viano.
"Jangan pacaran terus, yok main." ajak Rehan.
Viano mengangguk dan segera kembali bermain.
Selena langsung lesu karena belum mendengar apa yang dikatakan oleh Viano.
Selena menoleh kearah Auzi. " Zi." Selena memanggil Auzi.
Auzi balik menatap Selena. " Ada apa?" tanya Auzi.
" Lo tadi denger gak Viano ngomong apa?"
Auzi menggeleng. " Gue sama sekali gak denger, selain jauh kak Viano juga lirih banget ngomongnya." ungkap Auzi.
" Yah." ucap Selena lesu.
Auzi menepuk nepuk pundak Selena, "kalau Lo masih penasaran tinggal tanya aja ke kak Viano langsung." ide dari Auzi.
Selena kembali bersemangat. "Bener juga yah."
Kelas Viano sudah selesai jam olahraga. Selena dan Auzi segera turun dari tribun untuk mencari Viano.
Ada teman Viano yang berada didekat Selena, Selena segera mendekat kearah teman Viano.
Kakak kelas atau teman dari Viano itu menoleh kearah Selena dan tersenyum.
" Ada apa nih?"
" Kak Vianonya ada?" Selena bertanya
Teman Viano itu terdiam.
"Kayaknya lagi didalem ruang ganti, Lo kesana aja." ucap teman Viano.
" Terima kasih kak." Selena tersenyum.
Selena dan Auzi kembali berjalan menuju keruang ganti pria.
Selena dan Auzi semakin dekat dengan ruang ganti, namun langkah Selena terhenti karena melihat adegan yang lumayan mengiris hati lembut milik Selena.
Auzi yang juga memandang pemandangan itu segera menghalangi Selena, agar Selena tidak melihat pemandangan Dania yang sedang duduk disebelah Viano, Dania tampak bahagia karena tertawa lepas disamping Viano.
Jujur Selena cemburu sekali. Seharusnya Selena yang berada disamping Viano.
" Lo gak apa apa Sel?" Auzi bertanya untuk memastikan keadaan Selena.
Selena menunduk, tidak lama Selena mendongak dan tersenyum.
" Gue gak apa apa kok Zi."
"Kita ke kantin aja yuk?" lanjut Selena.
__ADS_1
Selena mengubah topik perbincangan agar Selena tidak terlalu sakit hati.
Auzi mengangguk.
Selena dan Auzi balik badan dan mulai menjauh dari ruang ganti. Lagi lagi langkah Selena dan Auzi terhenti karena kehadiran Agli.
"Eh neng cantik, kesini mau apa?" Agli bertanya dengan nada menggoda.
Selena Belum menjawab, Agli sudah melanjutkan perkataannya.
"Ouh neng Selena kesini karena mau nengok bang Agli yah? Wah neng Selena bener bener perhatian banget sih, Jadi pengin punya pacar neng Selena deh." lanjut Agli.
Selena tersenyum.
"Selena kesini tadi cuman lewat aja." ucap Auzi.
Agli menatap Auzi penuh dendam, yang ditanya siapa yang jawab siapa, Agli jadi merasa marah.
" Kok jalan jalan? bukannya jam segini masih jam pelajaran yah? lagian dikelas Lo sampai kesini lumayan jauh."
" Kelas kita jam kosong kak, jadi kita jalan jalan keliling satu sekolah." jawab Auzi berbohong.
Lagi lagi Auzi lah yang menjawab pertanyaan dari Agli, apakah Auzi itu juru bicara Selena?
Tiba tiba dari arah belakang ada yang merangkul Selena, Selena yang kaget segera menoleh.
" Yah pawangnya dateng, gak bisa godain lagi." ucap Agli.
Agli pura pura sedih.
" Lo mau godain pacar gue?" Viano menatap Agli dengan tatapan seperti singa yang siap menerkam.
" Gak jadi, gue mau ngegoda temen pacar Lo aja."
Auzi yang mendengar itu bergedik geli.
" Hidih Lo godain gue? gak bakalan mempan." ucap Auzi.
Agli yang mendengar itu segera menoleh kearah Auzi dengan senyum mencurigakan.
" Yakin? nanti kalau udah digodain klepek klepek baru tau rasa Lo." ungkap Agli.
Auzi menggeleng. " Amit amit cabang bayi deh."
" Yuk Sel, kita pergi ke kantin aja, disini banyak biaya, gue takut diterkam." lanjut Auzi.
Auzi meraih tangan Selena, Auzi hendak menarik tangan Selena, tapi Selena tetap diam ditempat, ternyata tubuh Selena dicegah oleh Viano.
" Mau dibawa kemana pacar gue? Lo kekantin sendiri aja. Gue mau berduaan sama pacar gue." ucap Viano.
Selena cuman bisa diam karena masih sakit hati melihat kejadian tadi.
Auzi menggeleng sambil menatap Selena.
" Jangan pura pura cinta deh Lo sama bestie gue, gue tau Lo masih suka sama kak Dania kan?" Auzi menuduh Viano.
Viano membulatkan matanya, "gak lah." Viano tidak membenarkan perkataan dari Auzi.
" Kayaknya Lo bohong deh."
__ADS_1